DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / kabupaten lebak

Jumat, 30 Desember 2022 - 13:40 WIB

Diduga Gagal Perencanaan, Proyek PSU Permukiman Desa Bulakan, Ditolak Warga, BK-LSM : PPK Tidak Cermat.

Mediakompasnews.com – Lebak – Proyek Penyediaan Sarana Utilitas (PSU), berupa pemasngan jalan lingkungan paving block sebanyak 3 titik, dengan anggaran sebesar Rp.190.000.000 per-titik, yang dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Provinsi Banten, tahun anggaran (TA) 2022, dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal. Pasalnya, dari 3 titik pekerjaan, 1 diantaranya batal dilaksanakan, lantaran adanya penolakan dari warga desa setempat.

Iwan, pelaksana pekerjaan membenarkan adanya penolakan dari warga, lantaran diduga ada pihak yang ingin sub-kon bahan material, tetapi karena spesifikasinya dinggap tidak memenuhi syarat, sehingga pihak pelaksana menolaknya, hingga akhirnya pekerjaan tersebut pun akhirnya ditolak oleh warga.

Baca Juga :  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Peluncuran Buku 'PPHN Tanpa Amandemen'

“Berita acara penolakan sudah dilaporkan kepada dinas terkait, memang ada pihak yang ingin sub-kon barang, tetapi karena tidak ada hasil uji labnya, maka kami menolaknya, karena tidak mau ambil resiko” kata Iwan, Kamis, 29 Desember 2022.

Sementara itu, Ogi, staf DPRKP Provinsi Banten, membenarkan, adanya dugaan miskomunikasi antara pihak pelaksana proyek dengan Masyarakat Desa Bulakan, Gunungkencana, Lebak.

“Ada miskomunikasi anatara pihak pemborong dengan pihak warga, dan pekerjaan itu sudah dikembalikan kepada pihak dinas” terang Ogi singkat.

Baca Juga :  Gerombolan Pelajar di Tegal Diamankan Polisi Ketauwan Membawa Samurai dan Celurit

Terpisah, Wawan, Warga Desa Bulakan, Gunungkencana, Lebak, membenarkan adanya usulan pengajuan pengadaan bahan material berupa paving block, tetapi pihak pelaksana menolaknya.

“Warga juga sebetulnya tidak keberatan jika usulan dari mereka tidak diterima, tetapi pekerjaan harus dilaksanakan dengan maksimal, karena akses jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh Masyarakat, jadi tidak ada itu bahasa penolakan” terang Wawan.

Menanggapi hal ini, Kordinator Badan Koordinasi Lembaga Swadaya Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, Mamik Selamet, menyayangkan jika program yang sudah dialokasikan, tiba-tiba dibatalkan lantaran adanya kesalahfahaman di Masyarakat. Menurut Mamik, hal ini terjadi akibat gagalnya perencanaan dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Polres Batu bara Jumat curhat dengan masyarakat kaum dhuafa

“Setiap program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, tentu dilaksanakan dengan menggunakan perencanaan dan perhitungan yang matang, apalagi jika sudah masuk di LPSE, Lelang, artinya tinggal action, jika gagal dalam pelaksanaan di lapangan, kinerja PPK, PPTK selaku tim teknis, perlu dievaluasi” tandas Mamik, sapaan akrab Kordinator BK-LSM Lebak.

(Cep Apih/Suryadi)

Sumber : media kabarexposs.com

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Satsus PMKS Satpol PP Amankan 16 Orang di Traffic Light Dan di Titik Lokasi Keramaian

Berita Utama

Kodam Siliwangi Rencanakan Latihan Bersama PT Dahana

Berita Utama

Club’ MRRA FC Menang Atas MILL FC Dengan Skor 2-1 Dalam Turnamen PT Pradiksi Gunatama Tbk

Berita Utama

Masyarakat Nyambut Bahagia Adanya Pembangunan Jalan Rabat Betonisasi

Berita Utama

Diduga program ketapang desa asem dikorupsi.

Berita Utama

Kasat Lantas Polres Sumenep Mengajak Sopir, Ojek dan Tukang Becak Ngopi Bareng

Berita Utama

Sejarawan dan Ilmuwan Nuklir : Bung Karno Kembangkan Nuklir untuk Kemanusiaan dan Kemakmuran Rakyat Indonesia

Bandar Lampung

Gondol Mesin Steam Motor dan Handphone di Sidomulyo Lamsel, Dua Pelaku Diringkus Polisi