LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Nasional

Sabtu, 24 Juni 2023 - 04:55 WIB

Berikan Trophy Puteri Otonomi Indonesia 2023, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Masifkan Vaksinasi Ideologi Empat Pilar MPR RI

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Kebumen – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi terpilihnya Elisha Gabriell dari Kabupaten Minahasa Utara sebagai Puteri Otonomi Indonesia 2023. Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia merupakan kegiatan tahunan yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Sebanyak 15 finalis Puteri Otonomi Indonesia 2023 dari berbagai daerah tampil dalam Grand Final Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia 2023.

“Selamat kepada para pemenang Puteri Otonomi Indonesia 2023. Saya mengapresiasi penyelenggaraan acara Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia yang diadakan oleh APKASI. Baik dalam kerangka meningkatkan pemahaman generasi muda bangsa memaknai peran otonomi daerah, menjaring talenta generasi muda yang akan menjadi role model dan kontributor pembangunan daerah, serta mewadahi promosi potensi dan produk unggulan daerah,” ujar Bamsoet usai menyerahkan trophy Puteri Otonomi Indonesia 2023 kepada Elisha Gabriell di Kebumen, Jumat malam (23/6/23).

Hadir antara lain Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri, Direktur Eksekutif APKASI Sarman Simanjorang serta Puteri Otonomi Indonesia 2022 Gresita Siahaan.

Baca Juga :  Ibu Iriana dan OASE-KIM Saksikan Konser Suara 1.000 Sasando yang Pecahkan Rekor MURI

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, otonomi daerah adalah amanat reformasi yang menegaskan urgensi desentralisasi dan hubungan yang lebih adil antara pusat dan daerah. Setidaknya, otonomi daerah diselenggarakan dengan mengedepankan tiga prinsip. Pertama, kewenangan seluas-luasnya untuk menjalankan pemerintahan dan memajukan daerah dengan tetap merujuk pada ketentuan perundang-undangan. Kedua, implementasi otonomi daerah harus berdampak nyata dan memberi dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Ketiga, implementasi otonomi daerah melekat tanggungjawab dan harus bermuara pada kesejahteraan rakyat.

MPR dalam kapasitasnya sebagai rumah kebangsaan, merespon aspirasi tersebut dengan membuat Ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumberdaya Nasional yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. MPR juga memberikan dasar pijakan yang lebih fundamental melalui amendemen Konstitusi pasal 18 UUD NRI 1945.

Baca Juga :  Kedai kopi ki Prabu Ciparahu Hutan kota Sayana Pilihan Sekolah TK/PAUD untuk Belajar Mengenal Alam

“Agar tujuan otonomi daerah mencapai hasil yang optimal, tentu harus ada dorongan dari segenap
pemangku kepentingan. Optimalisasi peran otonomi daerah harus menjadi gagasan yang senantiasa hadir dalam berbagai aspek dan dimensi. Termasuk di kalangan generasi muda bangsa, khususnya seluruh peserta pemilihan Puteri Otonomi Indonesia yang telah ditunjuk wilayahnya masing-masing sebagai duta otonomi daerah,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini juga mengajak para finalis Puteri Otonomi Indonesia menjadi Duta Empat Pilar MPR. Bersama MPR, para Puteri Otonomi Indonesia akan memasifkan vaksin ideologi Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kualitas para finalis Puteri Otonomi Indonesia sangatlah bagus. Tidak hanya mengandalkan kecantikan fisik, tetapi juga mempunyai kecerdasan, kesantunan dan perilaku yang baik. Karenanya, mereka sangat layak untuk menjadi Duta Empat Pilar MPR. Membantu mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI guna menangkal masuknya ideologi lain seperti radikalisme, ekstrimisme, hingga intoleransi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” papar Bamsoet.

Baca Juga :  Diana Sastra dan Cheppi Oi Meriahkan Ngamen Bareng di Posko Peduli Cianjur Polresta Cirebon - IJTI

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, para finalis Puteri Otonomi Indonesia harus mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semangat nilai-nilai Pancasila terbukti mampu mengharmoniskan dan mempersatukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari 1.340 suku bangsa, 733 bahasa, menganut 6 agama serta puluhan aliran kepercayaan.

“Walaupun Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 17.504 pulau, 38 provinsi, 7.277 kecamatan, 514 kota/kabupaten dan 83.763 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, namun tidak terjadi perpecahan ataupun perang saudara seperti di beberapa negara lain. Karena apa? Sebab kita memiliki Pancasila yang bisa menyatukan segala perbedaan yang ada,” pungkas Bamsoet.

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Polresta Cirebon Raih Penghargaan Public Service of The Year Jabar 2023

Berita Utama

Dpw Fkbpppn Riau Tagih Janji Kemendgri Utuk Menyelesaikan Satpol Pp Non Pns Menjadi Pns

TNI/POLRI

Rangkaian Hari Bhayangkara ke-77, Polresta Cirebon Gelar Berbagai Perlombaan Antar Parpol dan Bacaleg

Berita Utama

Bupati Batu Bara Memberikan Jawaban Atas Pandangan FraksiĀ 

Berita Utama

Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri di Instansi, Pemerintah Siapkan Insentif dan Sanksi

Nasional

Kemendes-PDTT RI Anugerahi Bupati Indramayu Penghargaan Bidang Percepatan Pembangunan Desa 2022.

TNI/POLRI

TNI AL Latih Selam Pramuka Saka Bahari

Berita Utama

Kakorlantas Polri: Tak Ada Salahnya Pemudik Lewat Jalur Pansela Jawa, Pemandangannya Indah