LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Kota Bekasi

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 03:12 WIB

Assyfa Gadis Kecil Penderita Kanker Kelopak Mata Yang Membutuhkan Uluran Tangan

MediaKompasnews.Com – Kota Bekasi-Kanker mata atau biasa disebut dengan kanker okular merupakan kondisi medis berupa berkembangnya sel abnormal pada jaringan mata. Perkembangan sel abnormal ini bisa menyerang area organ mata, meliputi retina, uvea, sklera, kelopak mata, hingga kelenjar air mata. Hal inilah yang kini diderita oleh Assyfa seorang gadis kecil berusia 10 tahun penderita kanker kelopak mata yang beralamat di Kampung Garon Tengah, Desa Setia Laksana, Kecamatan Cabang Bungin,

Hingga awak media datang berkunjung pada Kamis (26/11/2023), untuk memastikan dan memperoleh keterangan terkait penyakit yang diderita Assyfa, hingga Siti Nurhalimah memaparkan kepada awak media.

Baca Juga :  Forum Komunikasi Intelektual Muda (FORKIM) Tuding Semua Wartawan Sudah Dibeli dan Tak Netral Lagi

“Berawal dari rasa gatal yang dikeluhkan Assyfa, mulanya dianggap hal yang biasa namun keesokan harinya mata Asyifa mulai membengkak, dianggap sakit mata biasa, saya hanya membawa Assyfa ke klinik” papar Siti Nurhalimah Ibunda Asyifa.

“Namun kondisi matanya tidak membaik, justru terlihat benjolannya semakin membesar, hingga saya memutuskan untuk membawanya ke Puskesmas terdekat, saya tidak menyangka Assyfa dirujuk ke RS Babelan, dan ternyata RS Babelan kembali merujuk Asyifa Ke RSCM Jakarta” tambahnya kepada awak media.

Baca Juga :  Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait

Proses pengobatan masih terus dilakukan secara kontinyu, “sambil menunggu hasil Biopsi yang belum juga keluar padahal sudah berproses dan masuk pada tanggal 22 september 2023, lalu biopsi dilakukan pada 26 september 2023 sampai tanggal 27 oktober hingga saat ini masih juga belum ada hasil dari RSCM Jakarta Pusat” imbuh Jahrudin.

Saat ini Assyfa membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk menopang proses pengobatan yang sedang berjalan, Kondisi perekonomian keluarganya yang cukup memprihatinkan karena Jahrudin hanya seorang pekerja serabutan, sementara transportasi yang harus dikeluarkan lumayan mahal karena jarak tempuh dari rumahnya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang cukup jauh.

Baca Juga :  Antusias Masyarakat Atas Program M2 Selaku Cawalkot Bekasi

“Terkadang saya harus membayar Mobil Ambulance yang saya gunakan hingga Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) dan itu harus karna mengingat kondisi anak saya yang tidak bisa naik kendaraan umum” ujar jahrudin. (Allex)

Share :

Baca Juga

Kota Bekasi

Mahasiswa UBSI Dorong Literasi Bahasa Inggris Anak di Taman Baca Ceria Jatibening

Bakal Calon Walikota

12 Program M2 Cawalkot Bekasi

Kota Bekasi

Tangani Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Operasi Pasar Murah, Catat Tanggal dan Lokasinya!!

Kota Bekasi

Pj. Wali Kota Bekasi Ikuti Penilaian Interviue Evaluasi SPBE Tahun 2023

Kota Bekasi

DPD PSI Wajib Hukumnya Dorong Kader Internal Maju Pilkada Kota Bekasi

Kota Bekasi

Siswa Karate Thunder 11 Martial Arts mendapatkan reward Naik 2 Tingkat pada ajang Ujian Kenaikan Tingkat BKC Kota Bekasi

Kota Bekasi

Usai Pemanggilan oleh Bawaslu Kota Bekasi, Camat Bekasi Timur Klarifikasi Pemakaian Jersey 02

Kota Bekasi

Kuasa Hukum dan Warga Penghuni Apartemen KVA, Harap Polres Metro Bekasi Kota Proses Hukum Secara Adil dan Transparan