DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Jumat, 30 September 2022 - 01:55 WIB

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Kendaraan Listrik KTT G-20 Bali Nantinya Diserahkan ke Pemprov Bali

Mediakompasnews.Com, – Jakarta, Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mendukung usulan Gubernur Bali I Wayan Koster agar kendaraan listrik yang dipakai selama penyelenggaraan KTT G-20 di Bali, setelah selesai dipakai diserahkan kepada pemerintah provinsi Bali maupun stakeholders terkait lainnya. Sehingga bisa menjadi stimulus Bali dalam mempercepat migrasi kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke kendaraan masa depan bermotor listrik. Sekaligus merangsang lahirnya lebih banyak lagi komunitas otomotif berbasis kendaraan listrik.

Merujuk data the Millennium Alliance for Humanity and the Biosphere Stanford University, secara global diperkirakan minyak bumi akan habis pada tahun 2052, dan gas bumi akan habis pada tahun 2060. Dari dalam negeri, Dewan Energi Nasional memperkirakan cadangan minyak bumi nasional sebesar 4,2 milyar barrel, akan habis dalam kurun waktu sekitar 9 tahun.

“Sedangkan cadangan gas bumi sebesar 62,4 triliun kaki kubik, juga akan habis dalam kurun waktu kurang lebih 18 tahun. Perhitungan tersebut dengan asumsi tidak ditemukan sumberdaya baru. Karena itu, kehadiran kendaraan listrik bukan hanya sebuah keniscayaan, melainkan telah menjadi kebutuhan yang harus segera dimasifkan,” ujar Bamsoet saat memberikan Keynote Speeh dalam Indonesia Electric Motor Show 2022, di JCC, Jakarta, Kamis (29/9/22).

Baca Juga :  Kartini LAN, Fokus Pemberdayaan Perempuan Pencegahan Narkotika

Hadir antara lain Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, serta Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono.

Pengurus Pusat IMI hadir antara lain Bendahara Umum Iwan Budi Buana, Wakil Ketua Tengku Irvan Bahran dan Rifat Sungkar, Komisi Sosial Kombes Pol Putu Putera Sadana, Hubungan Antar lembaga Andrys Ronaldi, serta Komunikasi dan Media Sosial Dwi Nugroho.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Indonesia patut bersyukur karena hingga Agustus 2022, Pertamina menemukan tujuh sumur cadangan minyak dan gas baru, dan menargetkan eksplorasi sebanyak 29 sumur hingga akhir periode 2022, atau meningkat 242 persen dibandingkan tahun 2021. Namun penting disadari, bahwa minyak dan gas bumi adalah sumberdaya yang tidak dapat diperbarui. Akan datang suatu masa, di mana sumber energi tersebut akan benar-benar habis.

Baca Juga :  Perdana di Tahun 2022, Polda Kalbar Kembali Gelar Car Free Day

“Dari perspektif dunia otomotif, gambaran kondisi di atas mengantarkan kita pada satu kesimpulan, bahwa di satu sisi, kita harus lebih efisien dalam menggunakan ketersediaan energi yang ada. Di sisi lain, kita harus berupaya mencari sumberdaya alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan dan jumlah populasi yang terus bertambah menurut deret ukur,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mendorong percepatan migrasi dari kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan berbasis energi listrik. Migrasi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik ini memiliki nilai urgensi yang tinggi, setidaknya untuk tiga alasan.

“Pertama, mengurangi polusi atau pencemaran udara. Sebagian besar, sekitar 60 persen, kontributor pencemaran atau polusi udara di Indonesia disebabkan oleh kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor mengandung gas beracun yang disebut karbon monoksida dan zat-zat berbahaya lainnya, seperti timbal, nitrogen dioksida, dan karbon dioksida,” terang Bamsoet.

Baca Juga :  Faisal Purba Selaku Ketua DPC LSM PERKARA Menghimbau Kepada Mahasiswa Untuk Tidak Terjerumus Menggunakan Narkoba

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, alasan kedua, mengurangi beban subsidi BBM oleh
negara. Berdasarkan data Korlantas Polri, per awal Agustus 2022, jumlah kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia mencapai lebih dari 149,7 juta unit. Konsekuensi dari meningkatnya kendaraan bermotor adalah tingginya serapan subsidi BBM. Sebagai gambaran, pada tahun anggaran 2022, besarnya subsidi BBM dan kompensasi akan mencapai Rp 689 triliun atau lebih besar Rp 195,6 triliun dari yang dianggarkan pemerintah dalam APBN 2022 senilai Rp. 502,4 triliun.

“Alasan ketiga, meningkatkan ketahanan energi nasional. Penggunaan energi listrik sebagai pengganti BBM akan mengurangi konsumsi BBM dan beban subsidi yang harus ditanggung negara, sehingga meningkatkan ketahanan energi nasional. Penggunaan kendaraan listrik juga menjadi alternatif solusi untuk menekan ketergantungan impor migas dan merealisasikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca atau karbon dioksida sebesar 29 persen pada tahun 2030,” pungkas Bamsoet.

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Cari,Dekati,Obati, Program Kesehatan Door To Door oleh Kesatria Badak Hitam Satgas Yonif 511 di Perbatan RI-PNG

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Pemberian Gelar Kehormatan Ksatria Padma Dharma Utama kepada Panglima TNI

Berita Utama

Bupati Nina Hadiri Panen Perdana Melon Indramayu

Berita Utama

Tournament Basket Junior Danrem 063/SGJ Cup

Berita Utama

As SDM Polri: Jangan Percaya Lolos Rekrutmen Harus Bayar, Pasti Dibohongi!

Berita Utama

Wakapolres Rokan Hulu Kompol Erol Ronny Risambessy SIK mendampingi Wakil Bupati (Wabup) H Indra Gunawan pada Apel peringatan Hari Pahlawan Ke 77

Berita Utama

Polri Peduli, Kapolres Sumenep Bagikan Takjil di Bulan Ramadhan

Berita Utama

Kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Dibuka Dandim 0601/Pandeglang