LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Nasional

Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:41 WIB

Wapres – Wagub Dorong Pengawasan di Pondok Pesantren

Mediakompasnews.Com – Kota Bekasi – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa kejadian kekerasan di Tangerang beberapa waktu lalu, telah mencoreng dunia pesantren.

Untuk itu, ia meminta agar sekolah-sekolah Islam termasuk pondok-pondok pesantren agar lebih meningkatkan pengawasan lagi terhadap siswanya.

Hal tersebut disampaikan Wapres saat memberikan Ceramah Umum dalam rangka Milad ke-37 Yayasan Waqaf Al Mihajirien Jakapermai, di Gedung Pusdiklat Al Muhajirien, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022).

“Beberapa hari ini saya dikagetkan dengan di pesantren terjadinya kekerasan, seperti di Tangerang. Ini harus betul-betul diawasi lagi. Ini mencoreng dunia pesantren,” ujar Ma’ruf Amin dalam ceramahnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terima PBNU, Bahas Persiapan R20 di Bali

“Saya minta jangan sampai di sekolah-sekolah Islam (kekerasan) ini terjadi. Sebab kita ingin menjadikan ini adalah generasi yang _wasathiyyin_, yang toleran, dan kalau masih kecil sudah diajarkan kekerasan ini akan bisa membawa sikap yang tidak baik,” tuturnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, Provinsi Jabar sendiri tercatat memiliki tak kurang dari 12.000 pondok pesantren dengan jumlah santrinya sekitar enam juta orang. Menurutnya, jumlah yang luar biasa ini menjadi salah satu senjata Jabar untuk mewujudkan visi Jabar Juara Lahir dan Batin.

Baca Juga :  Asah Kemampuan Personil, Kodim 1204/Sanggau Gelar Lomba Menembak Pistol

“Provinsi Jabar memiliki _tagline_ Jabar Juara Lahir dan Batin, dengan harapan masyarakat Jabar bukan hanya juara di bidang duniawinya saja, tapi juga ingin juara di bidang ukhrowi. Salah satu alat untuk mencapainya adalah dengan memprioritaskan dunia pendidikan,” jelas Pak Uu –sapaan akrab Wagub.

Pak Uu memandang penting adanya sekolah-sekolah Islam dan pondok-pondok pesantren. Melalui pendidikan yang seimbang antara ilmu duniawi dan agamis, kata Pak Uu, generasi muda masa depan bangsa akan terhindar dari pola pikir yang sekuler.

Baca Juga :  Pemerintah akan Evaluasi Pemberian Bebas Visa Kunjungan bagi 159 Negara

“Kami khawatir kalau anak bangsa sebagai tunas harapan hanya diberikan pendidikan yang bersifat duniawi, di masa mendatang mereka pikirannya sekuler, tidak butuh agama, tidak percaya surga dan neraka, yang akhirnya punya pola pikir hidup untuk bekerja, bekerja untuk uang, uang untuk hidup,” jelas Pak Uu.

“Maka pendidikan di Jabar di samping duniawi dikejar, _ukhrowi_ juga diperjuangkan,” imbuhnya.

HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatik Provinsi Jabar
Ika Mardiah

(Ahmad Hidayat)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kementerian Agama akan Atur Ketentuan Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Berita Dunia

Ibu Iriana Serahkan Bantuan kepada Rumah Sakit di Kyiv

Berita Utama

Wapres menerima Sekjen Forum Promosi Perdamaian Abu Dhabi

Berita Utama

Donor Darah memperingati Hari Bhakti TNI AU yang Ke -75 dan HUT Lanud Hang Nadim yang ke – 3

Berita Utama

Kejari Kabupaten Bekasi Menangkap Kades Cantik Lambang Sari Atas Pungutan PTSL

TNI/POLRI

Prajurit Badak Hitam 511 Manfaatkan Lahan Tidur Dan Subur Untuk Kesejahteraan Masyarakat Di Perbatasan Papua

Berita Utama

Kodim 0414/Belitung Gelar Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial Di Wilayah Belitung

Berita Utama

Gencar Pendidikan Luar Ruangan, TK Kemala Bhayangkari Lamsel Siap Tambah Fasilitas Baru