LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / TNI/POLRI

Senin, 15 Agustus 2022 - 14:41 WIB

TNI AL Kini Miliki Tiga Kapal Bantu Rumah Sakit

Mediakompasnews.Com – Jakarta – 15 Agustus 2022,– Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan shipnaming dan launching KRI Dokter Radjiman Wedyodiningrat yang merupakan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) ketiga di jajaran TNI AL di PT. PAL, Surabaya. Senin (15/8).

Dengan hadirnya KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat yang bernomer lambung 992, kini TNI AL memiliki tiga kapal jenis BRS. Sebelumnya KRI dr. Soeharso-990 dan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang berjenis sama telah mendahului memperkuat TNI AL. Tiga Kapal Bantu Rumah Sakit ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tiga Armada yang ada saat ini, yaitu Koarmada I, II dan III.

Dalam sambutannya Kasal menyampaikan bahwa bagi Indonesia dan TNI Angkatan Laut, keberadaan kapal rumah sakit sangatlah penting. Selain untuk mendukung operasi laut guna memberi pelayanan kesehatan kepada prajurit, kapal rumah sakit juga sangat bermanfaat untuk pelayanan kesehatan mobile yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan, terlebih lagi pada saat terjadi bencana alam dimana fasilitas kesehatan dan transportasi darat maupun udara terganggu. ”Dengan kata lain, kapal rumah sakit sama pentingnya, baik untuk operasi militer perang maupun operasi militer selain perang,” ujarnya.

Baca Juga :  Satreskrim Polresta Cirebon Amankan 16 Pelaku Kejahatan Hasil Pengungkapan 9 Kasus

Selanjutnya Laksamana Yudo memaparkan pengadaan kapal perang merupakan salah satu wujud kesungguhan pemimpin TNI Angkatan Laut dalam program modernisasi Alutsista. Selain kapal rumah sakit ke tiga ini, dalam dua tahun terakhir TNI Angkatan Laut telah membangun kapal perang dalam berbagai jenis dengan anggaran sendiri, yang keseluruhannya memanfaatkan industri dalam negeri. ”Ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjalankan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri dan kemandirian industri pertahanan,” terang Kasal.

Dijelaskan oleh Kasal, penggunaan nama Dokter Radjiman Wedyodiningrat dalam kapal rumah sakit ketiga ini didasarkan pada pertimbangan bahwa dr. Radjiman adalah seorang dokter yang mendapat gelar pahlawan nasional dan salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Rokan Hulu Launching Aplikasi E-Sembako Plus dan E-STRONG

Acara ini dihadiri secara vicon oleh Presiden RI kelima Ibu Megawati Soekarnoputri dan dihadiri langsung oleh anggota Komisi I DPR RI, Bapak Ir. H. Ahmad Riski Sadig, M.SI., Bapak Ir. Rudianto Tjen mewakili Ibu Megawati Soekarnoputri, Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur Kementerian Bumn Ri, Ibu Liliek Mayasari, Dirjen Renhan Kemhan RI, Pejabat Utama Mabesal, Para Pimpinan Kotama TNI AL, Ketua Umum Jalasenastri beserta Jajaran, Komisaris Utama PT. PAL beserta Jajaran Direksi, Dirut PT. Len Industri, keluarga Dokter Radjiman Wedyodiningrat dan para pejabat lainnya.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 memiliki kemampuan rumah sakit yang setara dengan Rumah Sakit Tipe “C”. Fasilitas Medical Equipment antara lain Ruang Radiologi, Ruang Operasi/bedah, Ruang Post Operasi (3 orang), Ruang Isolasi (pria 2 orang , wanita 2 orang), Ruang Perawatan (pria 46 orang, wanita 46 orang), Ruang Bayi, Ruang Bersalin, Ruang Periksa, UGD (12 orang), ICU (pria 2 orang, wanita 2 orang), HCU (3 orang), Laboratorium, serta Ruang Mayat (4 jenazah).

Baca Juga :  Hasil Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan ke Polri Naik Jadi 76,4%

Untuk fasilitas yang dimiliki KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 lainnya yaitu X – Ray Stationary 500 Ma, CT – Scan, C – Arm, Panoramic, Chepalometric Dental X-Ray, Digital Radiography System, USG 4 Dimensi, Refrigrator Bank Darah, Central Gas Medic & Generator (untuk memproduksi gas oksigen).

Adapun spesifikasi KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 adalah sebagai berikut: Memiliki panjang total ± 124 M, berat ± 7.300 Ton, Kecepatan ≥ 18 Knot, diperkuat Generator : MDG 5 unit (@ 565 kW), EDG 1 unit (425 kW). Sementara untuk kapasitas personel: ABK 163 orang, Pilot & Crew Helly 18 orang, Tamu (VVIP) 1 orang, Staff Medis 66 orang, pasien 158 orang, dan sukarelawan 280 orang. Kapal ini mampu bertahan selama 30 hari di laut dengan kemampuan muat material/on board: 3 unit Helikopter (2 di geladak heli & 1 di hangar), 2 unit ambulance boat, 2 unit LCVP dan 1 unit RHIB.

Source : Dinas Penerangan Angkatan Laut

(Red)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Tim Dari Mabes TNI, Inspeksi ke Satgas Yonif 511/DY

Berita Utama

Satu Lagi Bamsoet Resmikan Tempat Hangout Baru: De Javu – Lounge and Cafe di Black Stone Garage Kemayoran Baru yang Menampung Banyak Tenaga Kerja

Berita Utama

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Inisiasi Rapat Forum LLAJ di Awal Tahun 2024

Berita Utama

Gandeng Media Sebagai Garda Terdepan Penyampaian Informasi Terhadap WP, Ini yang dilakukan KPP Pratama Kupang.

Berita Utama

Sambangi Prajurit di Timur Pulau Sumatera, Kasad Beri Bantuan ke 7 Ponpes dan Anak Stunting

Berita Dunia

Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Pelaksanaan APRC Danau Toba Rally 2022

Berita Utama

Pria Ini Tak Berkutik Saat Diamankan Personil Kuntodarussalam Dalam Kasus Sabu

Berita Utama

Tiba di Kepulauan Tanimbar, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Disambut Warga