LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Kab.Tegal / Longsor

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:16 WIB

Pemkab Tegal Segera Lakukan Penanganan Akses Terputus di Jembatan Sokasari

Mediakompasnews.Com – Bojong – Pemerintah Kabupaten Tegal akan segera melakukan penanganan terhadap terputusnya akses jalan di Jembatan Sokasari akibat longsor. Komitmen ini disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau langsung lokasi terdampak di Jembatan Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Jumat (30/01/2026).

Menurutnya, longsor yang terjadi pada 24-26 Januari 2026 menyebabkan sebagian badan jalan di sisi kanan amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemkab Tegal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal telah melakukan asesmen awal untuk menentukan pola penanganan yang paling aman.

Baca Juga :  Polres Tegal Gelar Pelatihan Untuk Pelayanan Publik Yang Lebih Profesional Etika Dan Publik Speaking

Bupati menjelaskan pembangunan kembali jalan di titik yang sama dinilai berisiko tinggi karena potensi longsor susulan masih besar. Oleh karena itu, Pemkab Tegal memilih opsi pembangunan jalan alternatif baru yang dinilai lebih aman dan berkelanjutan.

“Melihat kondisi tanah yang tersisa sangat terbatas, kami memutuskan membuka jalur baru agar risiko longsor dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan jalur Bojongsari merupakan akses vital yang mempercepat mobilitas warga dari Sokasari menuju Pasar Bojong, pusat kota, dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Pemkab Tegal Resmikan Digitalisasi Layanan Pembayaran, Dorong Transparansi dan Efisiensi Keuangan Daerah

Meski akses utama menuju pusat Kecamatan Bumijawa masih tersedia, terputusnya jalur alternatif ini menyebabkan jarak tempuh warga menjadi lebih jauh.

Saat ini, Jembatan Sokasari belum dapat dilalui kendaraan bermotor. Warga yang akan melintas menuju Puncung harus berjalan kaki hingga jembatan, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek dari sisi seberang.

Diketahui, Jembatan Sokasari baru selesai dibangun pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp2,9 miliar dari APBD Kabupaten Tegal dan baru digunakan sekitar satu bulan. Sementara itu, jalan penghubung terakhir dibangun pada 2023.

Baca Juga :  Pasca Pungut dan Hitung Suara di Kota Tegal, Personel Gabungan Terus Gelar Patroli Skala Besar

Untuk penanganan lanjutan, Pemkab Tegal akan memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp500 juta-Rp700 juta. Selain pembangunan jalan alternatif, akan dilakukan penyodetan aliran air di sekitar jembatan lama guna mengurangi tekanan arus air terhadap tebing di bawah badan jalan.

Bupati juga meminta pemerintah desa segera memfasilitasi musyawarah dengan warga pemilik lahan yang akan dilalui jalan alternatif agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan.

“Semakin cepat kesepakatan dengan warga tercapai, pengerjaan juga bisa segera dimulai,” pungkasnya.

(Agus)

Share :

Baca Juga

Kab.Tegal

Cacaban Ekraf Fest #3, Pemkab Tegal Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Kemajuan Daerah

Kab.Tegal

PD. IWO Kabupaten Tegal Kunjungi PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Tegal

Kab.Tegal

Karyawan Alfamart Cabang Tegal Rutin Gelar Donor Darah, 30 Kantong Terkumpul

Kab.Tegal

Kabupaten Tegal Perkuat Komitmen Transparansi dan Layanan Publik

Kab.Tegal

Polres Tegal Pererat Sinergitas Bersama Insan Pers Melalui Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim

Kab.Tegal

Ketua MPR RI Tinjau Lokasi Bencana Tanah Bergerak Padasari, Pastikan Penanganan dan Huntara Berjalan

Kab.Tegal

26 Siswa SPN Polda Jateng, Telah Usai Mengikuti Latihan Kerja di Polres Tegal Kota

Bupati Tegal

Pendapatan Daerah RAPBD TA 2025 Kota Tegal, Ditargetkan sebesar Rp1.199.293.309.157