LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Politik

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 09:37 WIB

Pekan Bung Hatta 2022: Mendayung di Antara Dua Karang

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Rangkaian Talk Show “Pekan Bung Hatta” merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kebudayaan Nasional Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dalam mengenalkan pemikiran, kisah dan sepak terjang Bung Hatta kepada masyarakat luas.

Selama sepekan, 12-16 Agustus 2022, Badan Kebudayaan Nasional Pusat PDI Perjuangan, menayangkan video-video talk show membahas Bung Hatta dalam berbagai perspektif, ditayangkan di Channel Youtube BKN PDI Perjuangan setiap jam 17.00 WIB.

Pada episode pertama ini, BKN PDI Perjuangan mengangkat tema “Bedah Buku Bung Hatta: Mendayung di Antara Dua Karang” menghadirkan Halida Hatta, putri bungsu Bung Hatta dan Zulfadli, akademisi dari Universitas Andalas Padang, dipandu oleh Lisa Elfena dan juga Esti Marina.

Baca Juga :  DPD Perindo Kabupaten Magelang Buka Pendaftaran Caleg Pemilu 2024

Pembicaraan paling awal dibuka dengan tafsir dari kata mendayung di antara dua karang sebagai judul kumpulan buku Bung Hatta. Mendayung di antara dua karang lekat kaitannya dengan cara berpolitik luar negeri Bung Hatta yang bebas aktif.

“Menurut Bung Hatta, mendayung di antara dua karang adalah cara Bung Hatta untuk tidak memihak antara negara-negara Blok timur maupun Blok barat karena pada waktu itu sedang ada dua kekuatan besar di dunia ya,” papar Halida Hatta.

Dosen FISIP Universitas Andalas Padang Zulfadli juga menambahkan, bahwa ‘Mendayung di antara Dua Karang’ bisa juga merepresentasikan kehidupan Bung Hatta yang dididik dalam keluarga yang memiliki 2 sudut pandang yang bertolak belakang.

Baca Juga :  Partai UKM Indonesia Putuskan Tidak Ikut Pemilu dan Berfusi dengan Salah Satu Parpol

“Bung Hatta dibesarkan dengan latar belakang keluarga Ayah yang agamis dan cenderung konservatif sedangkan sang Ibu seorang pedagang yang moderat,” jelasnya.

Terkait dengan pemikiran Bung Hatta mengenai politik luar negeri yang bebas aktif, Zulfadli juga menjelaskan, bahwasanya Bung Hatta memiliki konsep politik luar negeri yang sangat bagus dan masih relevan jika diterapkan dalam kondisi hingga saat ini.

“Jadi, pada saat itu ada dua kekuatan blok besar antara blok barat yang diisi oleh Amerika dan juga blok timur yang diisi oleh Uni Soviet”,

Baca Juga :  Hari Ini, Bacaleg Partai Nasdem Daftarkan Para Kader Terbaiknya di KPU Kabupaten Tangerang

“Di posisi itu Bung Hatta dengan tegas tidak memihak kedua belah blok, namun bisa secara tegas dan mandiri bahwa Indonesia memiliki cara tersendiri yaitu menjadi subjek bukan menjadi objek sesuai dengan tulisan Bung Hatta dalam bukunya,” urainya.

Lebih lanjut Halida Hatta juga menjelaskan, sosok Bung Hatta berusaha menghadirkan peri kemanusiaan di taman Internasionalisme. Bung Hatta selalu menekankan bahwa peri kemanusiaanlah yang menjadi landasan bertindak Bung Hatta.

“Bung Hatta selalu menekankan mengenai peri kemanusiaan di segala lini kehidupan, baik untuk dalam negeri maupun luar negeri, konsep berdaulat, bersatu adil dan makmur,” pungkasnya

(Erwin)

Share :

Baca Juga

Politik

DPD Perindo Kabupaten Magelang Buka Pendaftaran Caleg Pemilu 2024

Politik

Wujudkan Pemilu 2024 yang Kondusif, DPRD Kabupaten Belitung Ajak Ngupi Pengurus Partai Politik

Politik

Anggota Legislatif 1 (Aleg) Sadide Menggelar Sosialisasi peraturan Daerah (SOSPER) Nomor 3 tahun 2020

Berita Utama

Viva Yoga Mauladi: Partai Amanat Nasional Dukung Kampanye di Kampus

Politik

Konsolidasi Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Tangerang

Berita Utama

Relawan ETOR DKI Jakarta Deklarasi Dukung Erick Thohir for President RI 2024

Kabupaten Tangerang

Ribuan Kader dan Simpatisan Partai Gelora Hadiri Konsolidasi di Tangerang, Anis Matta: Kita akan Wujudkan Indonesia Superpower Baru

Nasional

Tokoh Muda Relawan Jokowi: PDIP Kemungkinan Besar Koalisi dengan KIB Usung Ganjar – Erick