DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Banyuwangi / Kesenian

Minggu, 24 Agustus 2025 - 00:03 WIB

Langkah Kecil Dari Banyuwangi Menuju Gaung Besar Di Kancah Panggung Nasional

Mediakompasnews.Com – Banyuwangi Jawa Timur – Rumah kreatif Damar Art mempersembahkan kesenian tradisional using di Istana Negara pada HUT ke-80 RI, membawa semangat budaya lokal ke jantung pemerintahan Indonesia. Di tengah kemegahan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Satu penampilan dari ujung timur Pulau Jawa berhasil mencuri perhatian di Istana Negara. Rumah Kreatif Damar Art, kelompok seni tradisional asal Banyuwangi, tampil memukau dengan membawakan karya-karya musik khas Using yang menggambarkan keindahan alam, semangat persatuan, dan kekuatan budaya lokal.

Berangkat Dusun Curah Pacul RT RW 001 004 Desa Tambakrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwan Damar Art hadir dengan formasi lengkap 31 musisi dan 4 sinden. Mereka membawakan tiga komposisi utama Panorama Banyuwangi, Nusantara Wangi dan Sang Dayun yang masing-masing memiliki makna mendalam tentang identitas dan semangat masyarakat Banyuwangi. Latihan intensif selama sepekan dilakukan demi memastikan setiap nada dan gerak tampil sempurna di hadapan para tamu kenegaraan.

Baca Juga :  Mengukir Harmoni Band Braja Dari SD Penganjuran 4 Raih Juara 1 Festival Band Pelajar, Legenda Muda Terus Berkibar Dengan Gemilang

Penampilan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah pernyataan: bahwa budaya daerah memiliki tempat yang layak di panggung nasional. Musik yang mereka mainkan bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh, membangkitkan rasa bangga akan kekayaan tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia.

Ketua sekaligus pendiri Damar Art, Achzana Ilhamy S.Sn, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. “Tampil di Istana Negara akan menjadi pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Kami bisa memperkenalkan budaya Banyuwangi dengan musik yang kami tampilkan,” ujarnya, Sabtu (23/08/2025).

Baca Juga :  Sinergi Warga Dan Kepala Dusun Kopen Gotongroyong Pengadaan Mobil Siaga Gratis

Penampilan di Istana Negara menjadi simbol bahwa seni tradisional bukanlah milik masa lalu, melainkan bagian dari masa depan bangsa. Dan Banyuwangi, dengan segala kekayaan budayanya, telah menunjukkan bahwa daerah bisa menjadi pusat kreativitas, inspirasi, dan kebanggaan Indonesia.

Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Ilhamy melihat momen ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan seni tradisional Banyuwangi. “Saya merasa bersyukur dapat memberikan pengalaman berharga untuk anak-anak didik saya. Semoga ini menjadi pacuan untuk lebih semangat lagi dalam belajar tentang seni musik tradisi Banyuwangi,” tambahnya.

Baca Juga :  Teguh Eko Rahadi, SAB Menghidupkan Semangat Leluhur Lewat Pencak Sumping

Apresiasi juga datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, yang menyebut penampilan Damar Art sebagai bukti bahwa seni tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Dukungan terhadap regenerasi seniman muda terus digalakkan melalui festival, pendidikan seni, dan pembinaan komunitas kreatif.

Langkah kecil dari Banyuwangi ini telah menghasilkan gaung besar di panggung nasional. Damar Art tidak hanya membawa musik, tetapi juga membawa pesan: bahwa seni tradisi adalah kekuatan, bukan kenangan. Di tengah arus modernisasi, mereka membuktikan bahwa warisan budaya bisa tampil elegan, relevan, dan membanggakan.

(MSP)

Share :

Baca Juga

Banyuwangi

ASDP Ketapang Siapkan Kantong Parkir Guna Mencegah Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Banyuwangi

PWMOI Banyuwangi Gandeng Askab Targetkan “Satu Desa Satu Jurnalis” Masyarakat Berdaya Desa Lebih Maju Dan Mandiri

Banyuwangi

Tekan Angka Hiv dan Aids, Pemdes Ketapang Lakukan Pemeriksaan Gratis di Lokasi Hiburan Malam 

Banyuwangi

HUT RI ke-80 Polresta Banyuwangi, TNI, dan Bhayangkari Olahraga Bersama Meriahkan Kemerdekaan

Banyuwangi

HUT RI Ke 80 Di Lapas Banyuwangi Pekan Olahraga Untuk Persatuan Dan Sportivitas

Banyuwangi

GM FKPPI Dan Ponpes Adz Dzikra Banyuwangi Satukan Ulama, Aparat, Dan Pemuda Lewat “Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati”

Banyuwangi

Lapas Banyuwangi Apresiasi Pegawai Yang Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Banyuwangi

Dari Balik Jeruji, Lahir Harapan Lapas Banyuwangi Ubah Warga Binaan Jadi Produsen Tempe Andal