DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Banyuwangi / Kegiatan Jurnalis / Kegiatan Lapas

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:15 WIB

Dari Balik Jeruji, Lahir Harapan Lapas Banyuwangi Ubah Warga Binaan Jadi Produsen Tempe Andal

Mediakompasnews.Com – Banyuwangi Jawa Timur – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, sebuah harapan baru tumbuh. Melalui program pelatihan produksi tempe, Lapas ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka jalan bagi warga binaan untuk menjadi produsen tempe yang andal dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Ini adalah investasi cerdas dalam pemberdayaan yang mengubah paradigma pemasyarakatan.

Program ini dirancang dengan menggandeng pengusaha tempe lokal yang berpengalaman, memastikan warga binaan mendapatkan transfer pengetahuan yang komprehensif. Pelatihan mencakup semua aspek produksi tempe, mulai dari memilih bahan baku berkualitas hingga menguasai teknik fermentasi modern. Tujuannya adalah membekali peserta dengan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Bentuk Kepedulian Past Respon Nusantara Kepada Masyarakat Terdampak Banjir

“Kami melihat program ini lebih dari sekadar pelatihan. Ini adalah investasi dalam diri warga binaan, memberikan mereka alat untuk membangun kembali kehidupan dan berkontribusi positif kepada masyarakat,” kata Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa.

Inisiatif ini melengkapi berbagai program pembinaan di Lapas Banyuwangi, seperti pelatihan membatik, konveksi, dan kerajinan tangan. Semua program ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, sehingga warga binaan dapat membangun masa depan yang lebih baik dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi bangsa.

Baca Juga :  Program Gemas PWMOI Banyuwangi Yang Begitu Mengemaskan

“Kami ingin menciptakan siklus positif, di mana keterampilan dari dalam Lapas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di luar.” ujar Wayan

Saat ini, warga binaan telah mampu memproduksi sekitar 20 kilogram tempe per hari. Hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas, terutama sebagai bahan baku dalam program pembinaan produksi gorengan. Ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga menciptakan model ekonomi sirkular di dalam Lapas.

Baca Juga :  Puluhan Awak Media Antusias Ikuti Acara Ngopi Bareng Bersama Danlanud H. AS Hanandjoeddin

Program produksi tempe ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan memberikan keterampilan kewirausahaan kepada warga binaan, Lapas Banyuwangi turut berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami berharap program ini menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia,” tambah Wayan. “Dengan pendekatan inovatif dan berorientasi pada hasil, kita dapat mengubah cara kita membina dan memberdayakan warga binaan.” tandas Wayan

(MSP)

Share :

Baca Juga

Banyuwangi

Kolaborasi Oase Law Firm & Satgas Mafia Tanah Membuahkan Hasil

Banyuwangi

Langkah Kecil Dari Banyuwangi Menuju Gaung Besar Di Kancah Panggung Nasional

Berita Utama

AWPI Halut Berikan Bantuan Alat Tulis ke SMK dan SMPTK

Kegiatan Jurnalis

PWI Kota Tangsel Jalin Sinergi dengan Satpol PP, Bahas Kolaborasi Strategis di Bidang Edukasi Publik

Banyuwangi

Al-Quran Kaligrafi Besar Jejak Kreativitas Warga Binaan Lapas Banyuwangi

Bengkulu

Desa Bukit Peninjauan 1 Terpilih Ikut Perlombaan Dari Kejagung

Berita Utama

Selamat Atas Terpilih Humas Baru dan Ultah yang ke 4 Tahun KJK

Banyuwangi

HUT RI Ke 80 Di Lapas Banyuwangi Pekan Olahraga Untuk Persatuan Dan Sportivitas