LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Uncategorized

Senin, 18 November 2024 - 15:44 WIB

Hasil SSGI Berhasil Turunkan Stunting Sebesar 6.5 Persen

Mediakompasnews.com – Kab. Tegal – Prevalensi stunting turun 1,7 persen poin, dari 18,3% pada akhir 2023 menjadi 16,6% di pertengahan 2024 berdasarkan hasil Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan penurunan sebesar 6,5 persen poin dalam tiga tahun terakhir, dari 28% pada 2021 menjadi 21,5% pada 2023. Angka-angka ini mencerminkan konsistensi dan keberhasilan Pemkab Tegal dalam menekan kasus stunting.

Baca Juga :  Jelang Pemungutan Suara, Tiga Pilar Kota Tegal Tingkatkan Giat Patroli Skala Besar

Capaian ini diungkap oleh Asisten Sekda Kabupaten Tegal Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suspriyanti yang mewakili Pj. Bupati Tegal Agustyarsyah di acara Diseminasi dan Publikasi Data Intervensi Spesifik Percepatan Penurunan Stunting di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Senin (18/11/2024).

Acara ini diikuti sekitar 120 peserta terdiri antara lain jajaran Forkompinda, OPD, Camat, TP PKK , Kepala Puskesmas, dan Ketua Organisasi Profesi Bidang Kesehatan.
Suspriyanti menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung target nasional prevalensi stunting 14% pada akhir 2024.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bahagia Bisa Panen Raya Jagung Bersama Polri

“Penanganan stunting bukanlah tanggung jawab satu atau dua instansi saja, ini adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan setiap elemen masyarakat terlibat aktif dalam upaya percepatan ini.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung percepatan penurunan stunting. Dengan kolaborasi, kita dapat memastikan anak-anak di Kabupaten Tegal tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Lantik Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni, menyoroti pentingnya pengukuran antropometri di posyandu sebagai langkah dasar dalam pemantauan kasus stunting.

“Data ini digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tegal,” tegasnya.(met)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Dugaan Overclaim, Lembaga DPD KGSAI Provinsi Banten Surati PT. NF Sinar Pangan

Kabupaten Sukabumi

Berawal dari Pemberitaan Dana Bos di SMP Islam AL Mutaqin, OTK Datangi Jurnalis Hadi Haryono

Uncategorized

Tekankan Sinergitas, Kapolda Riau Sambangi 2 Markas TNI pada Kunjungan Kerjanya ke Wilayah Polres Kampar

Uncategorized

Wakil Ketua DPD PSI Kota Bekasi membuat stateman, Pencabutan Keanggotaan Tinggal Menunggu SK DPP PSI

Uncategorized

Dojo Karate BOM-06 Raih Juara Umum 2 Pada Gelaran BKC CHAMPIONSHIP 2024

Uncategorized

Oknum Prades Kolelet Wetan Diduga Palsukan Stampel Desa, BK-LSM Audiensi Sekda Lebak

Uncategorized

MoU dengan KPU, Kapolri: Jaga Persatuan Kesatuan di Pemilu 2024 Syarat Mutlak

Uncategorized

Di Penghujung Bulan Suci Ramadhan 1445 H DPC 234 SC Kota Tegal Nyalurkan Zakat Fitrah