LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
KOMISARIS PT MKN – FATIMAH SULAIMAN.SS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BUPATI KAB TANGERANG – H.MOCH.MAESYAL RASYID
GUBENUR BANTEN ANDRA SONI
KAPOLRES TANGERANG SELATAN
WALI KOTA TANGERANG SELATAN
WALI KOTA TANGERANG
WALI KOTA TANGERANG
KADIS DINSOS KAB TANGERANG

Home / TNI/POLRI

Kamis, 10 Agustus 2023 - 01:57 WIB

Memasuki Tahun Politik 2024, FKDM Diharapkan Mampu Mencegah Ancaman Dini di Kabupaten Cirebon

Mediakompasnews.Com – Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus melakukan kewaspadaan dini dari segala ancaman yang ada di wilayahnya. Mengingat kini sudah memasuki tahun politik, segala macam ancaman maupun gangguan pasti akan muncul di tengah masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Cirebon telah membentuk tim kewaspadaan dini, baik tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan.

Terdiri dari camat, sekretaris kecamatan, Danramil, Kapolsek, kasi trantibum kecamatan, dan atau instansi vertikal lainnya yang ditetapkan dengan surat keputusan Bupati Cirebon.

“Mereka mempunyai tugas mencari, mengumpulkan, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data, serta informasi atau bahan keterangan dengan instansi vertikal di wilayah kecamatan mengenai potensi gejala, atau peristiwa timbulnya ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) di kecamatan,” ujar Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Baca Juga :  Dapat Pencerahan dari Ketua KPK, Sedik Sespimmen Polri Digreg 63: Kami Siap Jadi Pelopor Anti Korupsi

“Selain itu, mengkoordinasikan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di kecamatan dan desa/kelurahan masing-masing,” sambung Imron usai membuka acara Sinergitas antara Aparatur Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Pemerintah Desa dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Hotel Apita Cirebon, Rabu (9/8/2023).

Ia mengatakan, pembentukan FKDM ini merupakan wadah bagi elemen masyarakat dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

“Untuk keanggotaannya sendiri, terdiri dari unsur wakil organisasi kemasyarakatan, tenaga pendidik, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama dan elemen masyarakat lainnya,” katanya.

Selain itu, kata Imron, pada tahun politik ini ada ancaman dan gangguan nyata yang sudah muncul dipermukaan, yang apabila dibiarkan di masyarakat akan menimbulkan perpecahan, sehingga dapat terganggunya stabilitas dan kondusifitas wilayah.

Baca Juga :  Kreasi Usaha Babinsa Anggota Koramil 421-03/PNH

“Ancamannya non militer, yaitu politik identitas, disinformasi dan ujaran kebencian. Untuk mewujudkan stabilitas dan kondusifitas daerah, tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah, TNI dan Polri saja, melainkan perlu mendapat dukungan dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, pada saat ini situasi kondisi negara di bidang ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi dan keamanan pertahanan mengalami dinamika perubahan yang cukup cepat.

Kini, kata Imron, mudah terjadi gesekan antara pemerintah dan masyarakat, dan antara masyarakat dengan masyarakat akibat dari kebijakan pemerintah maupun pemerintah daerah.

“Seluruh potensi ATHG terhadap kondusifitas wilayah menjelang Pilwu serentak tahun 2023, pemilu dan pilkada serentak tahun 2024, mungkin bisa terjadi, sehingga perlu adanya kewaspadaan dini dari ancaman tersebut,” lanjut Imron.

Baca Juga :  Mantap..! Di Ajang Kejurda Piala Kapolda Riau Inkanas 2022, Polres Rohul Sabet 13 Piala

Imron menjelaskan, ada beberapa potensi gangguan pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 yang harus dilakukan bersama-sama.

“Waspada spanduk-spanduk, informasi hoax yang beredar melalui media sosial dan atau media cetak dan televisi berbau politik yang sifatnya memprovokasi, sehingga berpotensi dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan serta menimbulkan keresahan masyarakat,” pesan Imron.

“Waspada kampanye hitam, waspada gerakan kelompok yang selalu memainkan politik identitas, karena kelompok ini selalu memainkan politisasi identitas secara ekstrim, yang bertujuan untuk mendapat dukungan, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun lainnya,” pungkasnya.

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Wujudkan Indonesia Pintar dan Sehat Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Menjadi Tenaga Pendidik dan Memberikan Pengobatan Gratis

Berita Utama

Prajurit Wijayakusuma Terima Sosialisasi dari PT. Bank Woori Saudara (BWS) dan PT. Asabri Persero

TNI/POLRI

Kapolri Sidak Satpas SIM Polda Metro Jaya

Berita Utama

Kapolsek AKP.Andi Cakra Putra S.I.K,M.H.Menghadiri Acara Deklarasi Kampanye Colan Kepala Desa Di Pematang Tebih

Pemerintah Daerah

Sekda Rohul Sebagai Irup HUT Satpam Ke 42 : Satpam Senantiasa Bersinergi Dengan Polri Jaga Kamtibmas

TNI/POLRI

Kapolresta Cirebon Gelar Ngopi Aspirasi Bersama Berbagai Unsur Masyarakat Plered

TNI/POLRI

Kirab Merah Putih dan Tausiyah Kebangsaan Bersama Habib Luthfi Bin Yahya di Kampus Kebangsaan Setukpa Lemdiklat Polri

JAKARTA

JARING LIDKRIMPAMFIK PUSPOM TNI Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Danpuspom TNI