LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM
DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
KETUM OPAN FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Nasional

Selasa, 25 April 2023 - 03:51 WIB

Setelah Bali, Ketua MPR RI Bamsoet Gandeng Investor Manca Negara Kembangkan Blackstone Paradise di Mandalika Lombok

Mediakompasnews.Com – Lombok – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar serta Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia Bambang Soesatyo mengajak para investor manca negara meninjau lokasi Blackstone Paradise yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan untuk memajukan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekaligus mendukung keberadaan Sirkuit Internasional Mandalika, mengingat lokasi Blackstone Paradise hanya sekitar 10 Km dari Sirkuit Internasional Mandalika, dengan jarak tempuh hanya sekitar 10 menit.

Kawasan Blackstone Paradise memiliki lahan hingga 50 hektar. Terletak di sudut teluk Pulau Lombok dengan view sunset terindah dan spot surving terbaik. Sekaligus menghadap langsung ke laut, dengan pemandangan hamparan berbagai pulau kecil, gunung, dan karang lepas pantai yang menawan. Didukung suasana pantai pasir putih yang eksotik, ditambah suasana hutan yang tenang.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Sangiangtanjung Mestujui Adanya Pembangunan Ternak Ayam

“Memiliki berbagai panorama alam indah, menjadikan potensi pengembangan wisata di Blackstone Paradise sangat hebat. Disana bisa dibangun villa, resort, glamping, campervan, beach club, serta restoran. Ditunjang fasilitas wisata seperti jetski, surfing, outbond, dan berbagai wisata adventure lainnya,” ujar Bamsoet usai mengajak para investor dari luar negeri meninjau lokasi Blackstone Paradise, di Lombok, NTB, Senin (24/4/23).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, kehadiran Blackstone Paradise juga untuk mendukung berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, yang telah melakukan banyak hal untuk memajukan wisata di NTB. Misalnya, pemerintah pusat melalui Angkasa Pura I telah melakukan banyak pembenahan. Antara lain perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, dari 24.123 meter persegi menjadi 43.501 meter persegi.

Baca Juga :  Penghargaan Kadivhumas Pada Saat Rakernis Humas Polri

“Peningkatan landasan pacu dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter agar bisa didarati pesawat berbadan lebar. Daya tampung bandara juga ditingkatkan menjadi dua kali lipat dari 3,25 juta menjadi 7 juta penumpang per tahun. Kebijakan tersebut harus didukung swasta dengan menyiapkan berbagai destinasi wisata yang bisa menarik lebih banyak turis datang ke NTB,” jelas Bamsoet.

Baca Juga :  AKBP Oskar Buka Kapolres Cup Festival Sepak Bola Zona 3 FORSGI Jatim di Gelar di Batu

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Blackstone Paradise juga mendukung langkah pemerintah provinsi NTB yang setiap tahun selalu menargetkan peningkatan kunjungan turis ke NTB. Dari 1 juta turis pada tahun 2022, menjadi 1,5 juta turis pada 2023. Dan akan meningkat lagi di setiap tahunnya.

“Selain memberikan multiplier effect economy yang besar bagi masyarakat NTB karena mampu membuka banyak lapangan pekerjaan, kehadiran Blackstone Paradise juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui berbagai pajak yang dibayarkan. Sekaligus semakin membuat NTB mendunia,” pungkas Bamsoet.

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kapolda Riau Lepas Secara Tradisi 62 Personel Yang Masuk Purna Bhakti

TNI/POLRI

Dandim 0421/Ls, Letkol. Inf. Fajar Akhirudin S.I.P.,M.Si., Hadiri Peresmian Masjid Agung BSI Bakauheni

Peristiwa

Penemuan Dua Sosok Mayat Di Kebun Karet Cijaku, Sat Reskrim Polres Lebak Lakukan Olah TKP

Bekasi

Diduga Salah Satu staf Redaksi RN, Jadi Kacung Mafia Solar di Cikarang

Berita Utama

GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.

TNI/POLRI

Ngetrail Bareng Dankolakops Korem 174/ATW Kunjungi Pos Kuller Satgas Pamtas Yonif 511/DY Badak Hitam

Berita Utama

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Sambut Kelahiran Cucu Kelima

Berita Utama

Tiga Warga Negara Thailand Dideportasi Usai Jalani Hukuman Kasus Narkotika di Indonesia