DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Hukum dan Kriminal

Sabtu, 23 Juli 2022 - 06:08 WIB

Polres Jakpus Gagalkan Pengedaran 22 Kg Sabu dengan Sandi Burung Terbang

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan pengedaran Narkoba jenis sabu lintas daerah, pengedaran tersebut menurut keterangan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Komarudin, S.I.K., M.M. saat menggelar Konferensi Pers menjelaskan transaksi tersebut menggunakan sandi “Burung Terbang”.

“Atas Upaya pengembangan terhadap kasus peredaran gelap narkoba yang kemarin berhasil kami ungkap melalui jalur Bandara Kuala Namu dimana sedikit kami mereview ke belakang beberapa hari yang lalu kita melaksanakan rilis pengungkapan peredaran gelap narkoba jenis sabu, lintas daerah melalui penerbangan yang dikenal dengan sandi burung terbang mereka mengirimkan narkoba jenis sabu melalui kurir dengan sandi burung dan diterima di Bandara Soekarno Hatta.” Jelas Kapolres Kamis, (21/07) di Jakarta.

“Dari situ kita berhasil mengamankan sebanyak 1 kg sabu ataupun tepatnya 1.034.5 gram Sabu, disana dua tersangka kita amankan yang pertama DS kemudian DS ini yang menerima di Bandara Soekarno-Hatta kemudian M inilah burung yang mengantarkan barang dari Medan ke Jakarta, kemudian M juga berhasil kami amankan pada saat akan kembali ke Medan dari sana Kami terus melakukan pendalaman kita tetap menempatkan tim di Medan dan alhamdulillah pada hari Senin Tepatnya pukul 21.00 hasil pendalaman yang kami lakukan kami kembali mengamankan salah seorang
atas nama inisial SM. Pekerjaan wiraswasta alamat Binjai Timur di mana SM kami amankan Setelah itu kami melakukan penggeledahan di rumah Tepatnya di Jalan Bakti nomor A 3 Tanjung Gusta Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan kota Medan.”Ungkapnya.

Baca Juga :  Gara-gara Edarkan Obat Tanpa Izin Edar, Seorang Pemuda diamankan Sat Resnarkoba Polres Lebak

Dari hasil penelusuran dan pendalaman tersebut tim Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan 22 kantomh Sabu, dengan kemasan teh Cina dengan berat 22 Kg.

“Dari rumah SM kami melakukan penggeledahan dan berhasil diamankan sebanyak 22 kantong kemasan teh cina diduga didalamnya berisi sabu sama seperti yang kami amankan di Bandara Soekarno-Hatta dan setelah kita melakukan penimbangan tercatat total bruto seluruhnya 21. 950 gram hampir 22 Kg.”Ujar Kapolres.

Baca Juga :  Jaga Kamtibmas, Ditreskrimum Polda Banten Patroli Malam di Pusat Keramaian Kota Serang

Kapolres mengatakan para pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 Sub 112 UU RI tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati atau penjara maksimal 20 tahun.

“Kepada yang bersangkutan tentunya dikenakan pasal 114 ayat 2 Sub 112 Undang undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman mati atau hukuman penjara maksimal 20 tahun.”katanya.

“Yang kita lakukan ataupun informasi yang kami sampaikan pada sore hari ini dan kami pastikan Polres Jakarta Pusat akan terus melakukan perburuan terhadap peredaran gelap narkoba di mana yang hasil capaian yang saat ini kita rilis dikalkulasikan dengan berat 22 kg sabu kita berhasil mengamankan menyelamatkan sebanyak 88000 jiwa. Kemudian untuk 22 kg sabu ini dihargakan 30.8 Miliar Rupiah.”Ucapnya.

Baca Juga :  Ketua LMCM, Tabur Beras Kunyit , Pasta KPK OTT Bupati Meranti Dan Sejumla Pejabat Terkait Kasus Korupsi  

Lebih lanjut Kombes Pol. Komarudin mengatakan bahwa terus berupaya untuk melakukan pencegahan, karena ini merupakan salah satu musuh yang perlu diberantas.

Menurutnya dari packaging barang bukti kali ini sedikit berbeda, karena dalam kantong terabut bertuliskan L dan Verygood, Kombes Pol Komarudin menduga barang tersebut merupakan Sabu kualitas bagus.

“Dalam packing ada tulisan L dipojok nya ada tulisan Verygood, mungkin ini menandakan kualitas yang bagus.”tuturnya.

Pelaku mengakui asal dari barang tersebut berasal dari jaringan Malaysia, yang dikirim dari Malaysia menggunakan perahu kemudian bersandar di Aceh, dari Aceh lewat Darat, hingga berada di tangan SM di Medan.Pelaku mendapatkan upah 10 juta rupiah per paket. Sementara M burung terbang mendapatkan upah 30 juta rupiah perkantong.

(Red)

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Kapolda Lampung Terima Auidensi PJ Bupati Tulang Bawang Barat

Berita Utama

Polsek Plered Polresta Cirebon Amankan Pelaku Judi Kartu

Berita Utama

Melalui Silaturrahmi dan Konsolidasi Forum RT RW se Kecamatan Neglasari Tuntut Kesejahteraan

Berita Utama

Lagi Dan Lagi, Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 511/DY Menerima Penghargaan Di Perbatasan Papua

Berita Utama

Resmikan Sekretariat Bersama, Gerindra PKB Solid Hadapi Pemilu 2024

Banten

Masuki H-7, Pemudik Motor via Pelabuhan Ciwandan Mengalir Lancar

Berita Utama

Tim Wasev Mabes TNI Kunjungi Lokasi TMMD Ke 114 Kodim 1012/Buntok

Berita Utama

Laporan BBM Tanpa Izin Tak Bergerak, Publik Tunggu Ketegasan Aparat