LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Peristiwa

Kamis, 21 Juli 2022 - 13:33 WIB

Guspurla Koarmada III Kerahkan Seluruh Kapal Perangnya Untuk Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Mediakompasnews.Com – Halmahera Selatan Maluku Utara – Disela sela pelaksanaan Operasi Manggala Yudha-22 Tahap III, dari Kapal Markas KRI Teluk Wondama-527, Komandan Gugus Tempur Laut/ Guspurla Koarmada III Laksamana Pertama Ashari Alamsyah CHRMP memimpin langsung pencarian korban kapal tenggelan KMP Cahaya Arafat di Perairan Tokaka Kabupaten Halmahera Selatan. Kamis (21/07/22).

Pada operasi pencarian korban tenggelam akibat kecelakaan kapal tersebut, Selain Kapal Markas Guspurla III/ KRI Teluk Wondama-527, Guspurla Koarmada III juga menurunkan KRI Tatihu-853 yang bergabung dengan unsur-unsur laut lainya seperti Kapal Angkatan Laut/KAL Tidore III-14-11, KRI Layaran-854, KRI Albakora-867, KN SAR 237 Pandudewanata, KP Gamalama XXX-3002, KN Ular Laut 405, KNP 358, Sea Rider Pandudewanata, Rubber Boat Unit Siaga SAR Halsel/Bacan, Long Boat Masyarakat,Palsar Evakuasi,Palsar Medis,Palsar Komunikasi.

Baca Juga :  STIE Dharma Putra Pekanbaru Gandeng BPR Cempaka Wadah Sejahtera Kuliah Umum

Selain itu pada proses pencarian korban tenggelam tersebut, Guspurla Koarmada III juga menurunkan Tim Selam dari Prajurit Marinir, Kopaska Penyelam Koarmada III, untuk bergabung dengan penyelam dari Lanal Ternate, SAR Ternate dan Polairud polda Maluku Utara.

Sebelum pelaksanaan pencarian oleh team SAR pada hari keempat, Komandan Guspurla Koarmada III Laksamana Pertama Ashari Alamsyah CHRMP, menyampaikan arahan kepada seluruh unsur dan instansi yang terlibat dalam pencarian korban kapal tenggelam dan menekankan dalam pencarian korban tersebut agar tidak menonjolkan ego masing masing,akan tetapi harus bekerjasama yang solid untuk tugas mulia membantu masyarakat yang sedang membutuhkannya,” tegasnya”.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Gelar Pertemuan dengan Tokoh Agama dan Tokoh Adat Kalimantan Selatan

Adapun pada hari keempat (Kamis 21 Juli 2022) jumlah korban yang sudah ditemukan sebanyak 9 (Sembilan) orang dalam kondisi meninggal dunia yang terdiri dari 2 (Dua) anak laki-laki umur sekitar 4 dan 12 tahun, 1 (Satu) anak perempuan umur sekitar 12 dan 5 (Lima) perempuan dewasa umur antara 40 sd 70 tahun dan 1 (Satu) orang laki-laki dewasa umur sekitar 40 tahun, sementara itu 4 (empat) korban masih dalam pencarian, sedangkan korban selamat berjumlah 64 (Enam Puluh Empat) orang.

Upaya pencarian oleh Tim Gabungan sampai dengan saat ini masih tetap berlangsung dan untuk mencari dan menemukan korban lainnya yang belum ditemukan dan diduga masih terperangkap didalam badan kapal yang tenggelam tersebut.

Baca Juga :  Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Gagalkan Penyelundupan Satwa liar Di Lindungi

Kapal KMP Cahaya Arafat tenggelam disebabkan oleh gelombang laut yang sangat tinggi dan angin kencang pada saat keluar dari Desa Samo menuju ke Gane Barat yang mengakibatkan air masuk melalui lambung kapal bagian depan kemudian pompa air yang ada di kapal tidak mampu untuk mengeluarkan air yang masuk sehingga mengakibatkan kapal perlahan-lahan tenggelam di Perairan sekitar Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara,”terangnya”.

Source : Kadispen Koarmada III/ Kolonel Laut (KH) R Doni Kundrat

(Red)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pelepasan peserta Pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional Dari MTs

Berita Utama

Ini Pesan Danrem 071/Wijayakusuma pada Apel Gabungan Olahraga Bersama

Berita Utama

Usai Musnahkan Arsip, Lapas Rangkasbitung Terima Penghargaan Kemenkumham Ri

Berita Dunia

Sambutan Hangat untuk Wapres dari Anak Indonesia di Singapura

Berita Utama

Tutup Operasional Haji, Menag Sampaikan Terima Kasih ke Presiden, DPR, hingga Jemaah dan Petugas

Peristiwa

Kabar duka Selamat Jalan : Saudaraku Sandros Didide SH Wartawan Senior Assosiasi Wartawan profesional Indonesia (AWPI) Halmahera Utara

Berita Utama

As SDM Polri Tegaskan Pengungkapan Kasus Penipuan Di Karawang Bentuk Komitmen Berantas Calo-KKN

Berita Utama

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Selama Periode Nataru