DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Kabupaten Gowa / Pembangunan Daerah

Selasa, 7 Maret 2023 - 23:56 WIB

Bupati Gowa Instruksikan Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Mampu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Mediakompasnews.Com – Kab.Gowa – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menginstruksikan agar perencanaan pembangunan mendorong program-program yang difokuskan pada upaya mengentaskan kemiskinan ekstrim hingga penurunan angka prevalensi stunting.

Pasalnya menurutnya, kemiskinan ekstrim dan stunting menjadi perhatian dan isu penting bagi pemerintah pusat hingga seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gowa.

“Dalam upaya mendorong ini tentunya pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan permasalahan tersebut. Salah satunya dengan melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Tematik,” katanya disela-sela membuka Musrenbang Tematik dengan tema “Bebaskan Keluarga dari Stunting dan Kemiskinan Ekstrim untuk Gowa Lebih Sejahtera” di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa, (7/3/23).

Lanjut Adnan, persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem telah menjadi isu isu nasional dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Ia pun menilai, pandemi Covid-19 sebagai salah satu awal penyebab terjadinya kemiskinan ekstrem di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Gowa.

“Pada pandemi Covid-19 seluruh daerah merasakan ekonomi yang tidak berjalan, inflasi yang tinggi, pengangguran yang semakin tinggi, dan PHK terjadi dimana-mana,” tegasnya.

Baca Juga :  Masuk 12 Besar Kabupaten di Indonesia Penilaian PPD 2023

Adnan mengaku melalui Musrenbang Tematik ini, diperlukan adanya perencanaan pembangunan yang menargetkan kemiskinan ekstrem dan stunting agar bisa selesai dan tuntas sesuai dengan kebijakan dan target pemerintah pusat.

“Sekarang kita harus merumuskan sebuah perencanaan pembangunan dan menyusun strategi yang tepat untuk bisa menghapuskan dan juga membebaskan keluarga yang ada di Kabupaten Gowa ini dengan kemiskinan ekstrim. Salah satunya harus kerja bersama, karena kesuksesan itu bisa diraih dengan cara-cara kolaborasi,” sebutnya.

Tak hanya itu, permasalahan stunting juga bisa hadir karena pola atau nutrisi asupan yang diberikan itu tidak tepat atau tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Bahkan stunting juga erat kaitannya dengan kemiskinan.

“Permasalahan ini dibutuhkan intervensi dari pemerintah, selain kita melakukan pola strategi untuk memberantas stunting, yang paling penting adalah data tentang stunting ini harus betul-betul valid, karena jika melihat semua instansi yang ada, tidak ada satupun instansi yang tidak melakukan program pemberantasan stunting,” jelas Adnan.

Baca Juga :  Program Fokus TP PKK Gowa Dijadikan Referensi

Kendati demikian, meskipun seluruh pihak memiliki program dalam penanganan stunting, jika tidak terkonsolidasi dengan baik, maka akan sulit dalam memberantas persoalan tersebut. Sehingga orang nomor satu di Gowa itu meminta adanya konsolidasi gerakan dari seluruh instansi terkait, baik instansi vertikal maupun horizontal.

“Program ada, tapi gerakan dalam memberantas stunting oleh seluruh instansi yang ada belum terkonsolidasi dengan baik, karena seandainya ini sudah terkonsolidasi maka tidak ada lagi yang namanya stunting. Jadi saya berharap musrenbang ini betul-betul melakukan konsolidasi gerakan,” harap orang nomor satu di Gowa itu.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Apalagi pemerintah pusat menargetkan pada 2024 mendatang angka kemiskinan ekstrim di seluruh daerah nol persen, termasuk angka prevalensi stunting sebesar 14 persen.

Baca Juga :  Pererat Tali Sulaturahmi Antar Alumni, Adnan Hadiri Halalbihalal dan Temu Nasional IKA Unhas di Bantimurung Maros

“Ini sebagai upaya terpadu dan sinergi antara pemerintah daerah dan nasional untuk membebaskan keluarga dari stunting dan kemiskinan ekstrim untuk Gowa lebih sejahtera yang diharapkan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan rancangan rencana kerja pemerintah Kabupaten Gowa 2024 mendatang,” tutupnya.

Sekadar diketahui berdasarkan data penasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) terdapat 13.078 keluarga di Kabupaten Gowa yang masih berada dalam kondisi miskin ekstrim dimana data ini diperoleh dari hasil pendataan keluarga 2021 (PK21) yang dilaksanakan oleh BKKBN. Sedangkan angka prevalensi stunting berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 stunting Kabupaten Gowa berada pada angka 33 persen.

Turut hadir Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, Ketua TP PKK Gowa Priska Paramita, Sekda Gowa Kamsina dan Pimpinan SKPD serta Camat Lingkup Pemkab Gowa. (Red)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Gowa

Bupati Gowa Hadiri Jalan Sehat Harlah Emas PPP Di Malino

Kabupaten Gowa

Tujuh Tahun Memimpin Gowa, Adnan – Kio Komitmen Tuntaskan Program RPJMD

Pembangunan Daerah

Kadis PMD Sergai Belum Di nonaktifkan, Apdesi se-Sergai Resah. Komisi A kok bungkam?

Kabupaten Gowa

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Gowa Dirikan Posko DASHAT di Desa dan Kelurahan

Kabupaten Gowa

Bupati Gowa Nilai Program TNI-AD Manunggal Bantu Ketersediaan Air Bersih Warga di Desa Nirannuang

Kabupaten Gowa

Pemkab Gowa Siapkan Strategi Khusus Percepat Penanggulangan Kemiskinan

Kabupaten Gowa

54 Kepala Desa Berakhir Masa Jabatannya Per 2 Februari 2023

Kabupaten Gowa

Tarawih Keliling Hari Keempat, Adnan Minta Masyarakat Manuju Dukung Pembangunan Bendungan Jenelata