Mediakompasnews.Com – Jakarta – Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I), Marsda TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., memimpin langsung acara sertijab dan penerimaan jabatan dua pejabat utama Koopsud I yaitu Asisten Logistik (Aslog) Kaskoopsud I dan penerimaan jabatan Staf Ahli Komunikasi Sosial (Sahli Komsos) Koopsud I.
Aslog Kaskoopsud I Kolonel Tek Herry Pinehas, S.S., S.E., M.M., M.Sc., selanjutnya mendapatkan promosi jabatan bintang satu (Marsma) sebagai Ir Kogabwilhan II, yang diserahterimakan kepada Kolonel Tek Ir. Suryanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengkajian Pendidikan dan Latihan (Dirjiandiklat) Seskoau, serta penerimaan jabatan Sahli Komsos Koopsud I kepada Letkol Tek Luqman Hakim, S.Pd.I., M.Int.Sy., yang sebelumnya menjabat sebagai Pabandyahar Slog Kaskoopsud I. Acara serah terima jabatan tersebut dilaksanakan di Lobi Makoopsud I. (Kamis, 14-07-2022).
Serah terima jabatan Aslog Kaskoopsud I dan penerimaan jabatan Sahli Komsos Koopsud I dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kasau Nomor Kep/20-PKS/VI/2022, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Acara sertijab dilaksanakan secara sederhana dan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, diantaranya dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan membatasi peserta acara sertijab.
Baca Juga : GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.
Hadir dalam acara sertijab hari ini (Kamis, 14/07), Asintel Kaskoopsud I, Kaku Koopsud I, Sahli Aset Koopsud I.
Source : Pen Koopsud I
(Red/AH)