Mediakompasnews – Jakarta – Dalam rangka menyambut FIBA World Cup pada Juni 2023 mendatang, Kementerian PUPR tengah mempercepat pembangunan Indoor Multifunction Stadium (IMS) di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Dibangun dengan luas 50.398 m2, IMS dapat menampung 16.253 penonton. Dengan progres fisik mencapai 74%, IMS ditargetkan selesai sebelum Juni 2023.
IMS memiliki 5 lantai dan 1 lantai atap dengan fungsi utama sebagai stadion bola basket dengan 1 lapangan utama dan 2 lapangan latihan.
Lingkup pekerjaan meliputi struktur, arsitektur, mekanikal dan elektrikal, pembangunan lapangan pertandingan dan peralatan, lapangan latihan, changing room, tribun, royal box, sistem pencahayaan, akustik, sound system, visual system, ticketing, sistem proteksi kebakaran, sistem transportasi dalam gedung, serta pemenuhan kriteria bangunan gedung hijau.
Pembangunan infrastruktur multifungsi olahraga tersebut merupakan bagian dari dukungan pembinaan atlet nasional agar lebih berprestasi di tingkat internasional.
Tidak hanya untuk mendukung olahraga bola basket, IMS juga difungsikan bagi cabang olahraga lain seperti voli, badminton, tenis, MMA, atletik, dan untuk kegiatan non-olahraga seperti konser musik, seminar, pertunjukan khusus dan lain-lain.
Baca Juga : GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.
#SigapMembangunNegeri
(A Hidayat)