LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama

Sabtu, 19 November 2022 - 08:53 WIB

Ketua MPR RI Bamsoet Gelar Latihan Bersama dan Asah Ketrampilan Menembak Nasional PERIKHSA 2022

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo membuka Latihan Bersama dan Asah Keterampilan Menembak Nasional PERIKHSA 2022. Diikuti 130 lebih pemilik izin khusus senjata api beladiri. Terdapat 6 stage yang dibuat beragam mengadaptasi kegiatan sehari- hari. Misalnya, di kawasan pusat perbelanjaan atau Mall, perkantoran, Bank, ATM, jalan raya, Cafe dan Bar, rumah, ruang kerja, hingga supermarket. Tiga peserta terbaik dari pertunjukan Asah keterampilan Nasional PERIKHSA 2022 itu adalah, Pertama Steven Tan, Kedua Rudy Roesmanhadi dan Ketiga Robin Kurniawan.

“Peserta menggunakan peluru tajam dan peluru karet. Selain untuk mengasah kemampuan menembak bagi para pemilik izin khusus senjata api beladiri, event ini juga sebagai ajang sosialisasi dan silaturahmi. Sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban yang melekat pada kepemilikan izin senjata api beladiri, menegakkan disiplin, tata tertib dan kode etik penggunaan senjata api bela diri, serta membangun sinergi dan kemitraan strategis dengan aparat penegak hukum dalam rangka membantu mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat, sesuai ketentuan Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perizinan, Pengawasan, dan Pengendalian Senjata Api Standar Polri, Senjata Api Non Organik TNI/Polri, dan Peralatan Keamanan yang Digolongkan Senjata Api,” ujar Bamsoet saat membuka latihan bersama dan asah ketrampilan menembak nasional PERIKHSA, di Lapangan Tembak PERBAKIN Senayan, Jakarta, Sabtu (19/11/22).

Baca Juga :  Peringati HBP ke-61, Lapas Pasir Pangarayan Beri Bantuan Sembako Kepada Keluarga WBP

Turut hadir antara lain Kapolri ke-14 Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, Kapolri ke-18 Jenderal Pol (Purn) Sutanto, Kapolri ke-19 Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri, dan Kapolri ke-20 Jenderal (Purn) Timur Pradopo. Hadir pula para pengurus PERIKHSA antara lain, Ketua Harian Eko S. Budianto, Sekretaris Jenderal Deche Helmy Hadian, dan Bendahara Umum Steven Djajadiningrat.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, anggota PERIKHSA kini jumlahnya sudah mencapai 300 lebih anggota, dan akan terus meningkat seiring besarnya antusias para pemilik izin khusus senjata api beladiri bergabung dalam PERIKHSA. Besarnya jumlah anggota PERIKHSA tersebut bisa menjadi bagian dari kekuataan komponen cadangan bersenjata dalam menjaga pertahanan kedaulatan bangsa dan negara.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Banyuwangi Melaksanakan Giat Tali Asih dan Bakti Sosial Kepada Keluarga Korban Laka Lantas

“Mengingat komponen cadangan Indonesia masih belum optimal. Sumber daya komponen cadangan yang kita miliki baru terdiri dari sekitar 3.100 orang matra darat, sekitar 500 orang matra laut, serta sekitar 500 orang matra udara. Sebagai perbandingan, komponen cadangan yang dimiliki Tiongkok sekitar 800.000 orang, serta Amerika lebih dari 2,4 juta orang. Bahkan Singapura dengan luas wilayah yang setara luas Jakarta, dan jumlah penduduk yang hanya sekitar 6 juta jiwa, komponen cadangannya hampir setara jumlah penduduknya,” jelas Bamsoet.

Dewan Penasehat PB Perbakin dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila serta Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini mengingatkan peribahasa latin ‘si vis pacem, para bellum’ yang berarti ‘jika menginginkan damai, bersiaplah perang.’ Peribahasa ini bukan bermaksud menganjurkan perang sebagai sebuah keharusan. Melainkan memperingatkan setiap bangsa negara untuk memaksimalkan berbagai potensi kekuatan dalam menjaga pertahanan kedaulatannya. Termasuk mempersiapkan sumber daya manusia, baik dari sisi militer maupun dari kekuatan sipil.

Baca Juga :  Sambutan Hangat Jenderal Dudung dalam Kunjungan Kehormatan Kepala Staf AD Australia

“Siapapun tidak pernah menginginkan perang. Namun jika musuh datang, pantang kita berpaling. Terlebih saat ini kondisi dunia dipenuhi ketidakpastian. Siapa yang menyangka Rusia dan Ukraina akan terlibat panjang dalam konflik militer. Korea Utara yang terus menerus melakukan uji coba nuklir, serta ketegangan yang semakin meningkat antara Tiongkok dengan Amerika Serikat terkait Taiwan. Karena itu, kehadiran sumber daya manusia terlatih seperti yang tergabung dalam PERIKHSA menjadi sangat penting sebagai kekuatan pertahanan bangsa Indonesia, karena dapat memberikan efek gentar terhadap siapapun yang ingin mengganggu kedaulatan Indonesia,” pungkas Bamsoet.

(Ruslani)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Semarakan HUT ke-63 Kabupaten Paser Disdikbud Gelar Parade Budayaan Daerah Nusantara

Berita Utama

Diduga Adanya Kabar Ijasah Palsu Milik Salah Satu Bakal Calon (Balon) Di Desa Pondokpanjang

Berita Utama

Polsek Bonai Darussalam: Pasangan Tanpa Ikatan Suami Istri Diamankan Bersama 14 Paket Sabu

Berita Utama

RW 005 Pecahkan Rekor Dengan Kemenangan Gemilang Dalam Turnamen Bola Voli HUT Desa Suka Damai Yang Ke 44 Tahun 2023

Berita Utama

Bupati Nina Serahkan Sertifikat Tanah Ke Polres Indramayu

Berita Utama

Persiapan Polri Amankan KTT ASEAN di Labuan Bajo

Berita Utama

Presiden Jokowi Terima Sekjen ASEAN Dato’ Lim Jock Hoi

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Kendaraan Listrik KTT G-20 Bali Nantinya Diserahkan ke Pemprov Bali