DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Peristiwa

Sabtu, 11 Juni 2022 - 23:04 WIB

Warga Menemukan Mayat Perempuan Yang Bernama Pujiati Sudah Menjadi Tengkorak

Sumenep – Mediakompasnews.Com – Masyarakat Kecamatan Lenteng, Sumenep, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di sebuah hutan jati, dusun Bates, desa Ellak Daya, kecamatan Lenteng. Rabu, 8 Juni 2022 sekira pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan pengakuan Mukawi (70) salah satu warga dusun Kombung Barat, desa Ellak Daya, kecamatan Lenteng, bahwa pada pukul 09.00 WIB Mukawi sedang mencari musang dan ular di sekitar lokasi penemuan mayat tersebut, dan dia melihat mayat dengan kondisi sudah menjadi tengkorak. hal itu disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, SH., Kepada awak media

“Sekira pukul 10.00 WIB, MUKAWI menemukan sesosok mayat dalam kondisi tengkorak yang tidak dikenalnya di TKP hutan jati tersebut, kemudian menelpon Horri, kemudian Horri menghubungi Ahmad Syafi’i kalau ditemukan mayat untuk dicek apa mayat tersebut adalah Ibunya yang bernama Pujati yang hilang 41 hari yang lalu,” kata Widiarti pada awak media. Rabu (8/6).

Mendengar informasi itu kata Widi, Ahmad Syafi’i langsung mengecek ke TKP bersama keluarga dan masyarakat sekitar dan akhirnya melaporkan ke Polsek Lenteng.

Ternyata Kondisi mayat sudah berwujud tengkorak diduga orang hilang yang bernama Pujiati, Umur 70 tahun, Alamat Dusun Kombung Timur, Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep yang hilang pada hari Jum’at tanggal 29 April 2022 sekitar pukul 10.00 Wib sesuai dengan laporan orang hilang ke Polsek Lenteng pada tanggal 2 Mei 2022 lalu.

“Mayat tersebut diakui oleh keluarga (Ahmad Syafi’i – red) adalah ibunya bernama Pujati dengan ciri-ciri berupa gelang yang berwana silver yang dipakai di tangan kiri, tongkat kayu dari kayu randu yang sering dipakai setiap hari oleh Pujati dan bentuk tempurung kepala,” Beber Widi.

Berdasarkan pantauan media ini diketahui pihak keluarga korban menyatakan tidak berkenan dilakukan otopsi dan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum dengan dibubuhkan surat pernyataan bermaterai.


(NYD)

Baca Juga :  Ikuti Program Tahfiz Qur'an, Warga Binaan Lapas Kalianda Jadi Pengahapal Al-Qur'an

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Saat Presiden Kunjungi Rumah Ibadah Bawah Tanah di Papua

Berita Utama

Kemenag dan Kemenhaj Bahas Kebijakan Penyelenggaraan Umrah 1444 H, Ini Hasilnya

Berita Utama

Nahkoda Lapas Rangkasbitung Resmi Berganti

Daerah

Marlin Buka Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana

Berita Utama

Pemotor Tewas Tabrak Truk, Satlantas Polres Cilegon Evakuasi Korban

Berita Utama

Aster Kasad Pelihara Kerja Sama, Sinergitas dan Koordinasi Untuk Sukseskan TMMD ke-116

Berita Utama

Ketua Umum IWO Kecam Keras Atas Pengeroyokan Ketua IWO Kota Subulussalam

Batu Bara

Penertiban Pedagang Kaki Lima Agar Pusat Perbelanjaan Tanjung Tiram Tertata Rapi