LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama

Sabtu, 12 November 2022 - 08:16 WIB

Menjadikan Tangsel Sebagai Kota Paling Toleran

Menjadikan Tangsel Sebagai Kota Paling ToleranTangerang Selatan,

Mediakompasnews.com – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) genap berusia 14 tahun pada tahun 2022 ini, tepatnya pada 26 November 2022. Kota Tangsel diharapkan menjadi kota paling toleran, setidaknya untuk masa mendatang bisa masuk dalam peringkat ke-10 dalam urutan indeks kota toleran di Indonesia. Saat ini, menurut Setara Institute, indeks kota toleran berada di peringkat ke-64 yaitu 4,97 pada tahun 2021. Kota Tangsel sejak tahun 2017 hingga 2021 menunjukkan kenaikan indeks kota toleran, menunjukkan kehidupan toleransi masyarakat makin tinggi. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Markus Nursamto, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Dulur Ganjar Pranowo (DPD DGP) kota Tangsel kepada sejumlah awak media di Resto yang terletak di bilangan Serpong, Kamis (10/10) siang.

“Kami dari relawan Dulur Ganjar Pranowo bersama Pemerintah ingin mewujudkan Tangsel menjadi kota paling toleran, setidaknya naik peringkatnya di peringkat ke-10 dimana saat ini berada di peringkat ke-64. Kalau bisa Tangsel menjadi kota paling toleran di Indonesia,” kata Markus, didampingi Raden Zieo Suroto selaku Ketua umum DGP dan jajaran pengurus DPD DGP Tangsel.

Baca Juga :  Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Pelaksanaan APRC Danau Toba Rally 2022

Parameter yang perlu dicermati dan ditingkatkan, menurut Markus, dalam mewujudkan peningkatan peringkat kota toleransi adalah yang pertama, regulasi Pemerintah Kota, yang harus melihat kepada rencana pembangunan dan kebijakan diskriminatif. Yang kedua, tindakan pemerintah, yang harus memperhatikan dua hal yaitu pernyataan pemerintah dan tindakan nyata pemerintah. Yang ketiga, regulasi sosial, yang harus memperhatikan dinamika masyarakat dan peristiwa intoleransi. Yang terakhir, yang ke-empat, demografi agama. Yang mana perlu memperhatikan faktor heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.

Terkait regulasi pemerintah, DGP Tangsel menuntut Pemerintah Tangsel untuk unsur toleransi dalam rencana pembangunan dan mengurangi kebijakan-kebijakan yang bersifat diskriminatif. Kemudian yang terkait tindakan pemerintah, sejauh ini pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah sangat positif menjunjung tinggi prinsip toleransi. Namun dalam tindakan nyata, pemerintah masih minim dalam mewujudkan keberagaman dan toleransi, misalnya dialog-dialog yang masih belum melibatkan beberapa elemen masyarakat.

Baca Juga :  Angkat Warga Kehormatan Marinir, TNI AL Bangun Sinergitas Komponen Bangsa

Selanjutnya yang terkait regulasi sosial, dimana indeks kota toleransi yang cenderung mengalami kenaikan menunjukkan masyarakat makin toleran. DGP Tangsel menilai faktor ini adalah modal dasar untuk menjadikan Tangsel sebagai kota paling toleran. Oleh karena itu DGP Tangsel menyatakan sangat mendukung dan menjunjung tinggi dinamika masyarakat yang ada dan mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, penegak hukum, tokoh keagamaan dan tokoh pemuda untuk selalu bertekun dalam mencegah dan mengurangi peristiwa intoleransi di Tangsel.

Yang terakhir, terkait demografi agama, DGP melihat secara umum kota Tangsel dihuni oleh masyarakat dengan berbagai agama, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Namun minimnya data pemerintah Tangsel mengenai aliran kepercayaan Falun Gong dan Baha’i yang membuat skor pada point ini menjadi rendah. Selain itu, masih terlihat kurangnya sinergitas antar umat pemeluk agama.

Baca Juga :  Top! Wamenkumham Luncurkan IP Marketplace dan Kukuhkan Guru KI (RuKI)

DGP Tangsel, berdasarkan uraian diatas, menyatakan bahwa sangat menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kebhinekaan, serta bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat kota Tangsel untuk menyebarkan kebaikan tanpa mengenal suku, golongan atau agama tertentu. Kemanusiaan diatas segalanya.

Sementara itu, Raden Zieo Suroto Ketum DPP DGP saat disinggung mengenai kemampuan DGP Tangsel bisa mewujudkan kota paling toleran, mengatakan bahwa keyakinannya DGP bisa mewujudkan Tangsel kota paling toleran, seperti kota Salatiga.

“Saya yakin bisa terwujud Tangsel kota paling toleran, asalkan DGP kompak bersama selalu berupaya keras mewujudkannya,” tutup Suroto.

Untuk meneguhkan arah juang DGP menjadikan Tangsel menjadi kota toleran peringkat ke sepuluh, dilakukan aksi penandatanganan manifesto oleh seluruh hadirin.(dewi/boy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Presiden Joko Widodo Tiba di Sydney

Berita Utama

H+3 Lebaran: Kunjungan Keluarga Meningkat, 215 Warga Binaan Rutan Tangerang Terima Besuk

Berita Utama

ASDP Pastikan Implementasi Standar Safety Operasional Perusahaan Di Pelabuhan Dan Kapal

Berita Utama

Tingkatkan Sinergitas, Kapolda Terima Kunjungan Dan Audiensi Dari Kakanwil Kemenkum HAM Lampung

Berita Utama

Sinergitas TNI-Polri Dalam Menjaga dan Mengamankan Pulau Terluar di Papua Barat

Berita Utama

Danrem 033/WP Hadiri Pisah Sambut Dandim 0316/Batam

Berita Utama

Manager PTPN V Unit Kebun Sei Rokan Aswar Batubara Selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Berita Utama

Kunjungi Pura Besakih, Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Pemugaran dan Penggunaan Bus Listrik bagi Turis di Pura Agung Besakih