DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Sabtu, 5 November 2022 - 14:13 WIB

Satsus PMKS Satpol PP Amankan 16 Orang di Traffic Light Dan di Titik Lokasi Keramaian

Mediakompasnews.comKaltim Balikpapan – Satuan Khusus (Satsus) resmi di bentuk Satpol PP Balikpapan, tim ini resmi dibentuk awal Nopember 2022 dengan dasar surat tugas hingga akhir tahun

Satsus ini bertugas khusus untuk menangani gangguan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),di bawah kendali Bidang Linmas Satpol PP yang di lengkapi dengan perlengkapan pelindung diri

Kabid Limas Satpol PP Kota Balikpapan Rizki Farnovan didampingi Danru Satgas Penertiban PMKS Beswanto, menjelaskan pembentukan Satsus ini berdasarkan intruksi Wali Kota Balikpapan untuk menjaga estetiia kota

Baca Juga :  Kapolda Jabar Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci Peringatan HUT RI ke - 77 di TMP Cikutra Bandung

Baru empat hari Satsus bertugas, 16 orang PMKS terjaring dari sejumlah titik traffic light, diamankan dan didata. Mereka yang terjaring mulai dari pengamen jalanan, pengemis, badut dan penjual makanan, menjual tisu. Dan kebanyakan dari mereka adalah warga luar Balikpapan

Rizki menjelaskan. “setelah tertangkap mereka di bawa ke kantor Satpol PP di proses dan didata serta diberi sangsi berupa triping ( Tindak Pidana Ringan) dan penyitaan alat. Sabtu ( 5/11/22 )

Baca Juga :  DMI Kota Pekanbaru, Melantik Pengurus Masjid Al-firdaus Yang Terpilih Secara Musyawarah Oleh Jama'ah

Lanjutnya Keberadaan PMKS di Balikpapan kian hari kian banyak dan meresahkan masyarakat karena ada yang meminta uang dengan cara paksa, dengan mengetuk kaca mobil bahkan mengancam bila tidak diberi uang.

PMKS yang ditangkap di jalan ternyata terorganisir sudah menjadi semacam bisnis yang mempunyai kordinator. Kordinator ini kerap mengedrop PMKS di titik titik keramaian

“Kordinator ini merekrut anak putus sekolah dan anak anak dibawah umur dan ini sudah menjadi semacam bisnis,” jelasnya

Baca Juga :  SMPN 29 Kota Tangerang Langgar SE dan Disdik Tutup Mata

Mirisnya lagi ada dugaan orang tua yang eksploitasi anaknya sendiri dengan mengerjakan anaknya untuk meminta minta, menjual tisu atau menjual makanan

“Sianak ini biasanya diminta berjualan oleh orang tuanya, berjualan tisu atau makanan bahkan dijadikan pengemis untuk meminta minta.Jika pulang tidak membawa hasil, biasanya mereka akan dimarahi dan diancam bahkan ada yang tega memukulnya, jelas Rizki

( Sugiman S.Pd )

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pangdam Kasuari Dikunjungi KBPPP PB Sampaikan Tunjukkan Kepada Siapapun Tegur Sapa di Papua Barat Bagian Daripada Jati Diri

Berita Utama

Surat Telegram Rotasi Pati Polri, Komjen Agus Andrianto Jadi Wakapolri

Berita Utama

Wakil Bupati Rokan Hulu Indra Gunawan Pimpin Apel Perdana Usai Cuti Lebaran

Berita Utama

Kapolres Lebak hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Alun-alun Rangkasbitung

Berita Utama

Kedai kopi ki Prabu Ciparahu Hutan kota Sayana Pilihan Sekolah TK/PAUD untuk Belajar Mengenal Alam

Berita Utama

BREAKING NEWS, Diduga Edaran Tramadol–Hexymer di Sukatani Buka Lagi Usai Dicek Aparat, Publik Kian Geram

Berita Utama

Wakil Bupati H.Indra Gunawan Resmikan Kantor Camat Ujung Batu Baru Dengan Harapan Tumbuhkan Semangat Baru

Berita Utama

BUMDES Harus Lebih Maju Sebagai Trigger Percepat Pemulihan Ekonomi Desa