LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama

Sabtu, 5 November 2022 - 14:13 WIB

Satsus PMKS Satpol PP Amankan 16 Orang di Traffic Light Dan di Titik Lokasi Keramaian

Mediakompasnews.com – Kaltim Balikpapan – Satuan Khusus (Satsus) resmi di bentuk Satpol PP Balikpapan, tim ini resmi dibentuk awal Nopember 2022 dengan dasar surat tugas hingga akhir tahun

Satsus ini bertugas khusus untuk menangani gangguan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),di bawah kendali Bidang Linmas Satpol PP yang di lengkapi dengan perlengkapan pelindung diri

Kabid Limas Satpol PP Kota Balikpapan Rizki Farnovan didampingi Danru Satgas Penertiban PMKS Beswanto, menjelaskan pembentukan Satsus ini berdasarkan intruksi Wali Kota Balikpapan untuk menjaga estetiia kota

Baca Juga :  Patroli Ramadhan Pulau Kelapa Cegah Kenakalan Remaja

Baru empat hari Satsus bertugas, 16 orang PMKS terjaring dari sejumlah titik traffic light, diamankan dan didata. Mereka yang terjaring mulai dari pengamen jalanan, pengemis, badut dan penjual makanan, menjual tisu. Dan kebanyakan dari mereka adalah warga luar Balikpapan

Rizki menjelaskan. “setelah tertangkap mereka di bawa ke kantor Satpol PP di proses dan didata serta diberi sangsi berupa triping ( Tindak Pidana Ringan) dan penyitaan alat. Sabtu ( 5/11/22 )

Baca Juga :  Danrem 064/MY Doa Bersama Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1444 / 2022 M

Lanjutnya Keberadaan PMKS di Balikpapan kian hari kian banyak dan meresahkan masyarakat karena ada yang meminta uang dengan cara paksa, dengan mengetuk kaca mobil bahkan mengancam bila tidak diberi uang.

PMKS yang ditangkap di jalan ternyata terorganisir sudah menjadi semacam bisnis yang mempunyai kordinator. Kordinator ini kerap mengedrop PMKS di titik titik keramaian

“Kordinator ini merekrut anak putus sekolah dan anak anak dibawah umur dan ini sudah menjadi semacam bisnis,” jelasnya

Baca Juga :  Dari Jawa Tengah, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Kunjungan Kerja ke Jawa Timur

Mirisnya lagi ada dugaan orang tua yang eksploitasi anaknya sendiri dengan mengerjakan anaknya untuk meminta minta, menjual tisu atau menjual makanan

“Sianak ini biasanya diminta berjualan oleh orang tuanya, berjualan tisu atau makanan bahkan dijadikan pengemis untuk meminta minta.Jika pulang tidak membawa hasil, biasanya mereka akan dimarahi dan diancam bahkan ada yang tega memukulnya, jelas Rizki

( Sugiman S.Pd )

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kemandirian Itu Lahir dan Didasari oleh Kebutuhan Kepada Orang Lain, Bukan Karena Bisa Melakukannya Sendiri

Berita Utama

Anggota Polsek Sambangi Dan Ikuti Kerjabakti Pembangunan Musholla

Berita Utama

Kasi Intel Korem 064/MY Hadiri Penyerahan Hewan Kurban Secara Simbolis kepada Stakeholder Dari PLTU Jawa 7

Berita Utama

Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat, Wabup Gowa: Semoga Suasana Mudik Aman dan Selamat

Berita Utama

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Dubes PEA untuk Indonesia

Berita Utama

Kepala BNPT RI dukung Program Forum PELITA Kabupaten Bekasi

Berita Utama

Jemaah Diimbau Bayar Dam Sesuai Aturan Arab Saudi

Berita Utama

Koramil 0308/Muncang Gelar Acara Komunikasi Sosial Semester II Tahun 2022 Beserta Komponen Masyarakat