DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Pemerintah Daerah

Selasa, 4 Oktober 2022 - 04:40 WIB

Wujud Bela Sungkawa Tragedi Kanjuruhan Malang, Polres Sumenep Gelar Doa Bersama Suporter Aremania

Mediakompasnews.com,- Sumenep – Polres Sumenep Madura Jawa Timur, Gelar doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan Malang bersama sejumlah kelompok suporter sepak bola Aremania Sumenep.

Doa bersama dihadiri langsung Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, S.H., S.I.K., M.H., yang berlangsung di Lapangan Tenis Polres Sumenep, tampak hadir pula para Pejabat Jajaran Utama Polres Sumenep yang mengikuti rangkaian doa bersama dengan para suporter.

Doa bersama diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dilanjutkan dengan tahlil bersama lalu pembacaan doa oleh Kapolres Sumenep.

Baca Juga :  Pemkab Tegal Dukung Technopreneurship, Menuju Smart City dengan Kolaborasi Inovatif

Doa bersama kali ini diakhiri dengan acara tabur bunga yang dipimpin oleh Kapolres Sumenep AKBP Edo, lalu diikuti oleh puluhan suporter, sambil menyalakan lilin.

“Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan dan duka cita kami yang sedalam-dalamnya kepada para korban tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang,” Ungkap Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, Senin (03/10/2022) malam.

Kapolres Edo berharap, para korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Baca Juga :  MTQ ke XXIII tahun 2023, Ribuan Masyarakat hadiri Tabligh Akbar Isra' dan mi'raj dalam rangka pembukaan MTQ tingkat Kab. Rohul

“Kami berharap, ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali. Kepada para suporter agar lebih tertib dalam berkegiatan, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 1, Sabtu, (01/10) malam.

Insiden mematikan dalam dunia sepak bola itu berawal saat sejumlah penonton turun ke lapangan, dan mempersalahkan Polisi dengan gas air mata, yang membuat sesak dan menimbulkan kepanikan serta keterpojokan massa di beberapa titik, itu reaksi banyak pihak.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Keluhkan Lambatnya Kinerja BPN Banyuwangi

FIFA melarang hal tersebut dalam point 19B, peraturannya kata mereka, mengapa Polri melakukannya ? ramai-ramai mempersalahkan Polisi setelah data dipaparkan, barulah mereda dan mulai berpikir obyektif.

“Akibat dari kejadian tersebut, setidaknya 125 orang meninggal dunia. Dua di antaranya anggota Polri,” Pungkasnya.

Hairul

Share :

Baca Juga

Kabupaten Sukabumi

BUPATI Berharap KOI Bisa Menjadi Ikon Kabupaten Sukabumi

Pemerintah Daerah

50 Anggota DPRD Indramayu Ditantang Debat Publik Oleh Wabup Lucky Hakim

Pemerintah Daerah

Penimbunan Jalan Desa Dengan Anggara Partisifasi Masyarakat

Berita Utama

Meriahkan HDKD 2022, Pegawai Lapas Cilegon Donorkan Darah Demi Kemanusiaan

Pemerintah Daerah

Momen HARGANAS dan HAN 2023, Bupati Cirebon: Pengingat Pentingnya Peran Keluarga

Berita Utama

Media Gathering Pemkab Tegal Membangun Sinergi Bersama Wartawan

Pemerintah Daerah

Samisade Tahun 2022  Sasak Panjang Alokasikan Peningkatan Infrastruktur Jalan 

Berita Utama

Bupati Rohul H.Sukiman hadiri Rakor PPKT Bersama Pimpinan KPK-RI dan kepala Daerah Se Provinsi Riau