LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Nasional

Senin, 13 Februari 2023 - 10:48 WIB

Tumbuhkan Kepercayaan Pengguna Jasa, ASDP Terapkan Safety Habit 3J Secara Masif

Mediakompasnews. Com -Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan konsistensi penerapan standar keselamatan (safety) di seluruh lini perusahaan, dalam rangka mendukung kinerja bisnis serta menghadirkan layanan prima kepada pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di seluruh Indonesia, yang dikelola ASDP. Senin (13/02/2023).

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa transportasi publik, ASDP memiliki tanggung jawab dalam penerapan aspek keselamatan di setiap layanan dan lini bisnis perusahaan. Di internal sendiri, ASDP secara berkala menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dalam Rapat Kerja Perusahaan yang dilaksanakan setiap tahun.

“RTM ini penting dilakukan, khususnya untuk mengevaluasi implementasi keselamatan tahun 2022 dan program-program kerja yang akan dilaksakan tahun 2023, sekaligus pelaksanaan RTM adalah sebagai wadah komunikasi dan koordinasi di level pimpinan dan tim pelaksana lapangan dalam melakukan review serta memastikan konsistensi dari standar keselamatan yang diterapkan ASDP, baik di kantor pusat, Cabang, pelabuhan dan kapal,” tuturnya.

Baca Juga :  Di Rapimnas Alumni Menwa, Ketua MPR RI Bamsoet Tegaskan Semua Warga Indonesia Berhak dan Wajib Ikut Bela Negara

Manajemen secara masif mengkampanyekan Safety Habit 3J (Jaga Diri, Jaga Alat, dan Jaga Lingkungan) sebagai upaya internalisasi budaya kepada seluruh Insan ASDP, yang pada akhirnya dapat meningkatkan reputasi positif perusahaan, sekaligus menjadi nilai tambah dalam menumbuhkan kepercayaan kepada pengguna jasa.

“Manajemen secara aktif dan masif mendorong kampanye Safety Habit 3J ini agar menjadi budaya yang kuat di lingkungan ASDP. Dimulai dari partisipasi aktif seluruh karyawan ASDP, sehingga nantinya akan timbul awareness dan kepercayaan yang kuat dari pengguna jasa dan seluruh stakeholder, dan ASDP akan menjadi _top of mind_,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi, ASDP tentunya selalu mengimplementasikan budaya safety dalam setiap kegiatan. “Kami berkomitmen menerapkan budaya safety sesuai salah satu misi kami yakni secara konsisten mengedepankan keselamatan dan layanan penuh keramahan, tulus dan berkualitas. Komitmen ini tentu tidak hanya berlaku untuk pekerja kami, tetapi untuk seluruh pengguna jasa penyeberangan dan mitra kerja yang kami layani,” katanya.

Baca Juga :  Laporan Hasil Penelitian Disertasi, Waketum Partai Golkar Bamsoet Ungkapkan PPHN atau Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Bisa Dilakukan Melalui Konsesus Nasional Tanpa Amandemen

Menurut Shelvy, ASDP juga secara terus-menerus meningkatkan pola pikir safety, sehingga terbentuk perilaku safety dalam memori bawah sadar insan ASDP. Peningkatan pola pikir tersebut mencakup bahwa semua kecelakaan dan sakit akibat kerja dapat dicegah. Selanjutnya, semua potensi bahaya di lokasi kerja dapat dikelola dan dikontrol, dimana bekerja dengan aman adalah kondisi normal pekerjaan, dan keterlibatan pekerja dalam upaya keselamatan merupakan hal penting. Dan, manajemen pun bertanggung jawab dalam pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, dan observasi keselamatan kerja harus rutin dilakukan.

Menurut dia, penerapan safety di lingkungan kerja ASDP sangat krusial mengingat industri penyeberangan dan kepelabuhanan yang dikelola perusahaan memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi dalam karakteristik proses kerjanya. Sejumlah upaya meningkatkan keselamatan perjalanan penyeberangan telah dilakukan ASDP antara lain melakukan perawatan dan perbaikan kapal secara rutin dengan jadwal yang ketat.

Baca Juga :  Ketua Umum Partai UKM Indonesia Sebut Erick Thohir Layak Sebagai Capres Unggulan

“Dengan semua upaya yang kami lakukan ini, ASDP ingin memastikan seluruh pengguna jasa merasa aman, nyaman, sehat dan selamat saat berada di atas kapal selama dalam penyeberangan,” ujar Shelvy.​​​​​​​

ASDP juga menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sebagai upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara aman dan sehat tanpa membahayakan dirinya maupun masyarakat sekelilingnya, sehingga diperoleh produktivitas kerja yang optimal. “Untuk pelaksanaan program SMK3 tersebut secara periodik dilakukan proses evaluasi dan audit SMK3 melalui badan audit yang ditunjuk pemerintah,” imbuh Shelvy.

ASDP pun telah mengantongi sertifikat K3 dengan standar internasional yakni Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ISO 45001:2018 dari Badan Sertifikasi British Standard Institution (BSI). Saat ini, dibawah koordinasi 27 Cabang, ASDP mengoperasikan 219 unit kapal, yang melayani kebutuhan transportasi masyarakat di 34 pelabuhan dengan total 311 lintasan hingga pelosok Tanah Air.

(Nasuki)

Share :

Baca Juga

Nasional

DPC AWPI Jaktim Hadiri Acara Deklarasi Smile Anies Presiden 2024

TNI/POLRI

Semakin Dekat dengan Warga, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Masuk Dapur Warga di Perbatasan

TNI/POLRI

Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Para Kapolsek Jajaran

Berita Utama

Rayakan HPN 2024, SPRI Rohul Berbagi Sembako Ke Panti Asuhan

Berita Utama

Kapolri Pastikan Proses Pencarian Kru Helikopter P-1103 Dilakukan Maksimal

Berita Utama

Ikuti Seleksi MMA di San Diego, Kasad Bangga dengan Prestasi Pratu Ronal Siahaan

Berita Utama

Terima Pengurus Alumni Doktor Hukum Unpad, Ketua MPR RI Bamsoet Didapuk Jadi Ketua Dewan Pembina

Berita Utama

Kapolda Aceh: Turnamen Tenis Hari Bhayangkara Ke-76 Ajang Membangun Sinergisitas