DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Kota Bekasi / Pendidikan

Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:39 WIB

Taman Baca Cerdas Ceria, Cahaya Literasi Anak di Era Digital

Mediakompasnews.Com – Kota Bekasi -Di tengah gempuran gawai dan permainan digital, ada satu tempat di Kota Bekasi, yang masih setia menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mencintai belajar. Namanya Taman Baca Cerdas Ceria (Manca) sebuah taman bacaan masyarakat yang sejak tahun 2007 menjadi wadah literasi dan pendidikan gratis bagi anak-anak SD hingga SMP di sekitar lingkungan Jatibening.

Setiap hari Minggu, halaman kecil di depan taman baca ini selalu ramai oleh tawa anak-anak. Mereka datang bukan hanya untuk membaca, tetapi juga mengikuti bimbingan belajar (bimbel) gratis yang diadakan dengan tiga mata pelajaran utama. Ada kelas calistung (membaca, menulis, berhitung) untuk anak kelas 1–3 SD, kelas Bahasa Inggris dengan dua level A untuk dasar dan B untuk tingkat lanjut, serta kelas Matematika untuk siswa SD dan SMP.

Baca Juga :  Kasek Setyo Adisapto Resmi Tutup MPLS SMAN 1 Sindang

Selain bimbel, setiap sebulan sekali Manca menggelar kegiatan “ManCing” (Taman Bacaan Keliling). Kegiatan ini memungkinkan anak-anak meminjam buku secara gratis, mengikuti beragam permainan edukatif, dan mendengarkan dongeng seru bagi yang belum lancar membaca. Suasana penuh tawa dan antusiasme kerap mewarnai setiap pelaksanaannya.

Menurut Tika, salah satu pengurus sekaligus relawan yang dulunya merupakan murid pertama Manca pada 2007, taman baca ini telah berdiri selama 18 tahun. “Awalnya Manca hanya punya layanan Taman Bacaan Keliling. Setelah pandemi Covid-19, baru kami buka layanan bimbel gratis agar anak-anak bisa belajar bersama lagi,” ujar Tika.

Baca Juga :  9 Caleg PSI DPRD Kota Bekasi Alihkan Dukungan Dari Paslon Risol Ke Paslon Ridho

Manca didirikan oleh Arie Astyawati, seorang warga Jatibening yang prihatin melihat banyak anak menghabiskan waktu dengan gawai tanpa arah yang jelas. Ia ingin menghadirkan tempat belajar yang menyenangkan dan membangun karakter.

Selama perjalanannya, Manca telah menerima berbagai dukungan dan penghargaan, salah satunya dari Dinas Pendidikan berupa donasi 1.000 buku bacaan. Tika menyebut, pengalaman menjadi relawan di taman baca ini menjadi hal yang sangat berharga.
“Semoga ke depan semakin banyak relawan yang mau berbagi ilmu dan pengalaman. Anak-anak di sini senang sekali kalau ada kakak-kakak baru yang mengajar,” ujarnya penuh harap.

Baca Juga :  Usai Pemanggilan oleh Bawaslu Kota Bekasi, Camat Bekasi Timur Klarifikasi Pemakaian Jersey 02

Kegiatan di Manca juga mendapat apresiasi dari para orang tua. Salah satunya, Hera, orang tua murid, mengaku merasakan manfaat nyata.
“Nilai anak saya naik karena belajar di Manca lebih menyenangkan. Ada games, cerita, bahkan jajanan kecil. Jadi anak semangat, tidak merasa bosan seperti di sekolah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Kini, Taman Baca Cerdas Ceria bukan sekadar taman bacaan, tetapi sudah menjadi jendela ilmu dan ruang tumbuh generasi cemerlang di tengah era digital yang serba cepat. Di tempat kecil penuh warna ini, semangat belajar anak-anak Kota Bekasi khususnya anak-anak Jatibening dan sekitarnya terus menyala dan tak pernah padam. ( QQ )

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Sat Narkoba Polres Indramayu Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

Berita Utama

Siswa SMPN 2 Sindang Raih Juara Umum AEF Ke-15 UGJ

Berita Utama

Pahlawan Timnas U16 Pulang ke Cirebon, Langsung Diterima Bupati

Berita Utama

Kantor Staf Presiden Meluncurkan Program Sekolah Ini

Olah Raga

Terima Pembalap Muda, Ketua Umum IMI Bamsoet Dorong Indonesia Juarai Ajang Balap Internasional

Kegiatan Masyarakat

Bandung Karate Club Adakan Sosialisasi Wasit Juri dan Pelatih Se Kota Bekasi

Pendidikan

Di Usianya Ke – 47 Tahun SMA Negeri 2 Bantul Gelar Upacara Panen Karya Dan Pentas Seni

Kabupaten Bantul

Kepala Sekolah SMPN 4 Pandak Menyerahkan Kembali 153 Siswa – Siswi Kepada Orangtua