DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Yogyakarta

Sabtu, 22 April 2023 - 13:23 WIB

Setelah 3 Tahun Vakum, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kembali Gelar Tradisi Gunungan Grebek Syawal

Mediakompasnews.Com – Yogyakarta – Setelah 3 tahun fakum karena pandemi Covid 19, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi Gunungan Syawal, Sabtu (22/04/2023) di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta.

Tradisi Gunungan yang diselenggarakan Kraton Yogyakarta ini merupakan tradisi setiap bulan Syawal atau pada saat perayaan hari raya Idul Fitri. Penyelenggaraan gunungan Syawal ini dimulai setelah selesai sholat Ied.

Prosesi dimulai dengan iring-iringan bregada prajurit dan tujuh gunungan terdiri dari lima jenis. Antara lain, Gunungan Kakung, Gunungan Estri/Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan.
Gunungan dibawa dari Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor, oleh Abdi Dal Kanca Abang melalui Regol Brajanala-Sitihinggil Lor-Pagelaran menuju masjid Gede Kauman Yogyakarta untuk didoakan dan diperebutkan masyarakat.

Baca Juga :  Girimulyo Mengaji untuk Tingkatkatkan Ukuwah Islamiyah

“Gunungan Syawal ini ada 7 gunungan,5 gunungan 5 di Masjid Gede Kauman,1 dibawa ke Kepatihan(kantor gubernur),sedangkan satu lagi dibawa ke Pakualaman.Untuk yang dibawa ke Pakualaman dan Kepatihan hanya gunungan kakung saja,sedangkan yang komplit disini ,di masjid Gede Kauman,”ucap Muhammad Abror salah satu abdi dalem Kraton Yogyakarta saat dikonfirmasi LimaSisiNews di lokasi.

Ia menuturkan untuk arak – arak an gunungan ini sendiri dikawal oleh 10 prajurit kraton Yogyakarta,sedangkan untuk gunungan yang dibawa ke Pakualaman dijemput sendiri oleh prajurit dari Puro Pakualaman.

Baca Juga :  Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Limbah Organik Bersama UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta

Berdasarkan pantauan awak media,Ribuan masyarakatpun tampak antusias menyaksikan tradisi arak-arak an gunungan tersebut.Masyarakat yang datang bukan hanya dari wilayah Jogja saja,banyak juga yang datang dari luar wilayah Yogyakarta.

Mereka terlihat antusias berebut ubarampe berupa hasil bumi yang melingkar pada gunungan, macam kacang panjang, cabai merah, salak, duku, ubi, jambu dan lain sebagainya. Ada pula wajik, ketan, rengginang, kue bendul, juga telur asin.

“Saya baru pertama kali melihat gunungan ini,ya sama dengan masyarakat yang lain ingin ngalap berkah( dapat berkah) ikut rebutan ambil isian dari gunungan Syawal itu mas,”ucap Parjiyo salah satu warga dari pengasih Kulonprogo.

Baca Juga :  Lestarikan Olahraga Tradisional, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Jemparingan

Sementara itu KRT Rinta Iswara, selaku Penghageng II Kawedanan Nitya Budaya menjelaskan,bahwa istilah garebeg atau yang umumnya disebut grebeg berasal dari kata ‘gumrebeg’,(bahasa Jawa) mengacu kepada deru angin atau keramaian yang ditimbulkan pada saat berlangsungnya upacara tersebut.

“Gunungan merupakan perwujudan kemakmuran Keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya.Jadi makna Garebeg Sawal secara singkatnya adalah perwujudan rasa syukur akan datangnya Idulfitri, yang diwujudkan dengan memberikan rezeki pada masyarakat melalui ubarampe gunungan yang berupa hasil bumi dari tanah Mataram,” paparnya. (Widayat)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Lestarikan Olahraga Tradisional, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Jemparingan

Berita Utama

Danrem 072/Pamungkas Terima Audiensi Dari BKKBN DIY

Kegiatan TNI

Tim Verifikasi Korem 072/Pamungkas Kunjungi Kodim 0734/Kota Yogyakarta

Yogyakarta

Polda DIY Akhiri Operasi Patuh Progo 2023, Kabidhumas : Semoga Masyarakat Jadikan Keselamatan dan Ketertiban Berlalulintas yang Utama

Yogyakarta

Semarakan HUT RI ke- 78, Warga RW 9 Demangan Gelar Jalan Sehat dan Senam Bersama

Yogyakarta

Arif Hammad Wibowo, Berikan Semangat Militansi Dalam Tasyakuran Harlah GPK ke – 41

Yogyakarta

Secara Aklamasi Kombes Pol. Burkan Rudy Satria, S.I.K Pimpin IOF Pengda DIY 2023-2027

Yogyakarta

Kasrem 072/Pamungkas Sholat Idul Adha di Istana Kepresidenan Yogyakarta