LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / TNI/POLRI

Jumat, 27 Januari 2023 - 07:42 WIB

Pengungkapan Terduga Sindikat TPPO (Imigran Rohingya) di wilayah Kab. Aceh Tamiang oleh Tim gabungan Deninteldam IM

Mediakompasnews.Com – Aceh Tamiang – Tim Gabungan Detasemen Intelijen Kodam IM berhasil mengungkap jaringan sindikat Tindak Pidana Perdagangan orang (TPPO) dan mengamankan Sdr. M N (31 tahun) yang merupakan bagian dari sindikat TPPO etnis Rohingya di wilayah Kab. Aceh Tamiang pada tanggal 25 Januari 2023 malam pukul 22.20 Wib. Hal ini merupakan pengembangan informasi yang diperoleh dari hasil kerjasama antara Tim gabungan Deninteldam IM dan Satgas Bais TNI wilayah Lhokseumawe.

Pengungkapan jaringan tersebut bermula pada tanggal 25 Januari 2023 malam pukul 19.00 WIB, dimana Tim gabungan Deninteldam IM dan Piket Koramil 06/MYP Kodim 0117/Aceh Tamiang bergerak menindaklanjuti informasi tentang adanya salah satu warga Dsn. Pembangunan Desa Tualang Baro, Kec. Manyak Payed Kab. Aceh Tamiang yang berinisial M.N diduga merupakan bagian dari sindikat TPPO imigran Etnis Rohingya.

Setelah menerima informasi tersebut, tim gabungan Deninteldam IM, beserta Piket Koramil 06/MYP menghubungi Kades Tualang Baro dan Kadus Ds. Pembangunan untuk mengkonfirmasi dan berkoordinasi. Kemudian Tim gabungan beserta Kades dan Kadus tersebut menuju rumah Sdr. MN,

Baca Juga :  Kaskogartap II/Bdg Mengapresiasi HIPAKAD Bogor Dalam Hal Positif

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan Sdr. MN, posisinya sedang bersembunyi di dalam kamar depan. Selanjutnya Sdr. MN diamankan di Makoramil 06/MYP Kodim 0117/Aceh Tamiang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan terhadap Sdr. MN diperoleh informasi bahwa para imigran Etnis Rohingya yg ada di wilayah Aceh seluruhnya dibawa ke negara Malaysia. Kronologisnya sbb :

– Pada akhir Des 2022, Sdr, MN dan istrinya Sdri, HD, dari Negara Malaysia menuju Kota Dumai menggunakan Kapal Speed dengan biaya masing-masing 1500 Ringgit atau berkisar Rp. 5.286.462,-

– Pada tanggal 30 Des 2022, Sdr. MN dan istrinya berangkat dari Dumai menuju Kota Medan, dan tanggal 31 Des 2022, berangkat menuju Kab. Aceh Tamiang, setibanya di Kab. Aceh Tamiang Ybs dihubungi oleh Sdr. D yang merupakan Agen Rohingya Tanjung Balai, guna menjemput pengungsi Rohingya yang telah kabur dari Kota Lhokseumawe dengan imbalan sebesar 1 juta/orang dan diberikan biaya kendaraan Rp. 7.000.000,-.

Baca Juga :  Sat Binmas Polresta Cirebon di pimpin Iptu Ni Ketut Yatrini, SH melaksanakan Pembinaan Pelajar di SMPN-1 Pabedilan

– Pada tanggal 4 Januari 2023, tiga orang imigran Rohingya dijemput kemudian dibawa oleh Sdr. MN ke rumahnya, selanjutnya Sdr. MN menghubungi Sdri. E untuk mencari kendaraan guna mengantar tiga orang imigran tersebut ke Tanjung Balai, untuk dibawa ke rumah sewa Sdr. D. Selanjutnya 2 orang lagi akan diberangkat ke Malaysia. Saat di rumah sewa Sdr. D terlihat banyak imigran Rohingya yang ditampung di tempat tersebut.

– Pada tanggal 9 Januari 2023, Sdr. MN menggunakan Ran Avanza dengan supir a.n. Joko, kembali ke Kab. Tamiang bersama dengan S alias N dan bermalam selama 2 hari di rumah M.N kemudian disewakan di rumah Sdri. E di Kab. Aceh Tamiang selama ± 7 hari.

– Pada tanggal 13 Januari 2023, S alias N menghubungi Sdr. MN untuk menjemput tujuh orang laki-laki Rohingya yang kabur dari Gedung Eks. Imigrasi Lhokseumawe. Kemudian tujuh orang Rohingya tersebut dibawa ke rumah Sdr. MN dan bermalam selama 4 hari, dan di bawa ke Dumai menggunakan dua unit kendaraan Inova, kemudian diserahkan ke Loket berdasarkan arahan dari Sdr. H, kemudian diserahkan dana sebenarnya Rp. 19.000.000,- (transfer), dan Rp. 1. 000.000,- (Transfer) dan uang Rp. 20.000.000,- kepada Sdr. A di Dumai untuk diberangkatkan ke Malaysia.

Baca Juga :  Personel Polsek Wanasalam Polres Lebak Giat PAM dan Monitoring BBM di SPBU 34.423.07

Barang bukti yang ditemukan pada saat dilakukan penggeledahan dirumah Sdri. HW (mertua Sdr. MN) yaitu :

1. 6 Buah Handphone.
2. 1 Buah Buku Tabungan Bank BNI.
3. 2 Buah Kertas slip bukti transfer.
4. 4 Buah Kartu ATM.
5. 2 Buah Kartu BPJS.
6. 1 Buah NPWP.
7. Uang Tunai Rp. 130.000,-
8. 2 Buah Dompet.
9. 1 Lembar uang Negara India sebesar 2 Rupe.
10. 4 Lembar Kartu Vaksin dari Negara Malaysia.
11. 1 Kartu membership RS. Alpro Negara Malaysia.
12. 1 Buah Pasport Malaysia.
13. 1 Buah Kertas Pegadaian Kota Kuala Simpang.

Sampai saat ini masih dilakukan pengembangan terhadap nama – nama lain yang diduga terlibat sindikat TPPO imigran Rohingya di wilayah Aceh, Sumbagut dan Malaysia.

Narasumber : Asintel Kasdam IM, Kolonel Inf. Aulia FD

(One007)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Polresta Cirebon Pertemukan dengan Anak Korban Penganiayaan dengan Ibu Kandungnya Setelah Terpisah 5 Tahun

TNI/POLRI

Personel Polres Lebak, Laksanakan Anev dan Mapping Psikologi Semester 2 tahun 2022 melalui aplikasi New E-Mental

TNI/POLRI

1.092 Perwira Muda Dilantik oleh Kasad

Berita Utama

Kapolda Jabar Kunjungan Kerja Di Polres Majalengka Dalam Rangka Syukuran HUT Lantas Ke 67

Berita Utama

8 Calon Taruna AAL Mengikuti Sidang Pantukhir

TNI/POLRI

Pelaku Curas DI Campang Tiga Sidomulyo, DI Ringkus Polisi

TNI/POLRI

Kasal : Roda Organisasi Tertumpu Pada SDM

TNI/POLRI

Tutup Diklapa II, Kapuspalad : Manfaatkan Bekal Ilmu Untuk Kemajuan Satuan