DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Ekonomi dan Bisnis

Minggu, 12 Februari 2023 - 06:07 WIB

Kelompok Nelayan budidaya Ikan Air Payau Desa Kedabu Rapat, Bak Pepatah Melayu Mengatakan Hidup Segan Mati Tak Mau

Mediakompasnews.Com –  Meranti Riau – Kelompok Nelayan budi daya ikan air payau yang dikenal dengan sebutan Kelompok Nelayan Kelam pagi Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini mengharapkan bantuan bibit ikan dan rehap ringan dari pemerintah untuk melanjut kan kegiatanya yang sempat tergendala karena lokasi tambak ikanya mengalami musibah banjir hingga ikan yang ada di tambak tersebut habis di bawa air kelaut.

Baca Juga :  Festival UMKM dan Batik Siliwangi Media Lestarikan Warisan Budaya Leluhur Bangsa

Kini kegiatan kelompok Kelam pagi seakan mati suri hidup segan matipun tak mau bigitulah kiasan pepatah melayu mengatakan.
Untuk meneruskan kegiatan, kelompok ini memang mengharapkan bantuan pihak ketiga agar kelopok ini dapat berjalan dengan lancar,

Azman ketua kelompok nelayan Kelam pagi dusun sijunjung Desa Kedabu Rapat Kecatan Rangsang Barat kepad wartawan sabtu, (11/2/2023) mengatakan bahwa kelompok Nelayan ini beranggotakan sebanyak 12 orang terdiri dari anak nelayan tempatan ,saat ini kelompok memang tak ada kegiatan sama sekali sejak mengalmi musibah banjir beberapa waktu lalu, sementara sebelumnya ditambak itu baru saja kami masukan ikan kakap sebanyak 3000 ekor dan ada juga ikan mentutu sejenis ikan krapu yang diperoleh dari hasil tangkap di laut sekitar Desa ini, katanya

Baca Juga :  Tingkatkan UMKM, Bank BJB Kerja Sama Dengan Desa Sukaraja Kab.Sukabumi

Kini ditambak ikan itu , tak ada lagi ikan , karena ikanya sudah hilang dan hanyut dibawa air yang naik dan masuk ke tambak, diperkirakan air yang masuk setinggi 1 m, diatas permukaan tambak hingga menenggelam kan tambak samapi tambak seakan tak kelihatan sama sekali. Jelas Azman.

Kini kami dari kelompok mengusulkan bantuan bibit dan beberapa alat untuk merehab kembali tambak, yang sangat kami butuhkan
Seperti sebuah medin sanio untuk mengeringkan tambak
Pundi gubang untuk pagar di bibir tambak, kemudian bibit ikn kakap, tutup azman

Baca Juga :  Masuki H-7, Pemudik Motor via Pelabuhan Ciwandan Mengalir Lancar

Share :

Baca Juga

Ekonomi dan Bisnis

Asosiasi Rempah Nasional dan Teknologi Cakra Internasional Siapkan Transformasi Digital Jalur Rempah

Ekonomi dan Bisnis

CV Muara Kemilau Bangun Jembatan Penghubung Antara Riau dan Sumbar Pengerjaannya Sudah Hampir Rampung

Ekonomi dan Bisnis

Penanaman Alpukat Poktan Tunas Mekar Bersama Karang Taruna Desa Kelawi

Banten

Leadership Day – SD AN-NISAA’ Global Leadership school with Islamic Values

Ekonomi dan Bisnis

Petani Alpukat Sipit Kelawi Asal Lamsel, Setiap Memanen Hasilnya Sangat Menjanjikan

Berita Utama

Ketua Lembaga Startup dan Inkubator UMKM KADIN Indonesia Prof (assc).H. David Darmawan: Siap Majukan UMKM Melalui KADIN Indonesia Dengan Digitalisasi

Berita Utama

Menko PMK Tinjau Arus Balik Lebaran di Bakauheni

Berita Utama

Wow Keren.. SMAK Stella Maris Kembangkan Bank Sampah Sekolah Berbasis Aplikasi Teknologi Informasi