LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama

Selasa, 3 September 2024 - 04:40 WIB

Kapolda Jatim Bakal Tindak Tegas Anggota Polisi yang Terlibat Politik di Pilkada Serentak 2024

http://Mediakompasnews.com – Surabaya – Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto berpesan kepada seluruh anggota Kepolisian jajaran netralitas dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

Ia menegaskan, dirinya tak segan bakal menindak tegas anggota Kepolisian yg terbukti terlibat dalam politik praktis atau pemenangan pasion yang berkontestasi dalam pilkada.

Wejangan atau pesan tersebut disampaikan oleh Imam Sugianto saat memimpin Apel Pasukan di Lapangan Mapolda Jatim, pada Senin (2/9/2024).

“Saya minta jaga netralitas pada Pilkada 2024. Laksanakan pengamanan Pilkada dengan penuh rasa tanggung jawab. Bila ada hal menonjol Segera ditindaklanjuti dan laporan Segera,” ujar mantan Kapolres Gresik itu, saat menyampaikan amanatnya di tengah jalannya apel pasukan.

Sekadar diketahui,sejumlah 155.937 orang anggota Polri-TNI dikerahkan mengawal Keamanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Jatim,
Selamat 135 hari, sejak Senin (19/8/2024) hingga Selasa (31/12/2024).

Rinciannya, 3.152 orang personel dari Polda Jatim, 23.062 orang personel dari satuan jajaran polres kewilayahan.

Baca Juga :  Menjelang HUT KABUPATEN LEBAK ke 194, Dinas Pemuda dan Olahraga Terus berbenah

Kemudian, 8.239 orang personel dari TNI, dan 120.624 orang personel Linmas di masing wilayah Kabupaten Kota yang menyelenggarakan pilkada.

Selain melakukan pengamanan Kantor penyelenggara pilkada, KPUD dan Bawaslu.

Ribuan personel gabungan tersebut juga dikerahkan untuk patroli skala besar dan pengamanan di 60.312 TPS.

Sebelumnya, dikutip dari Burusergap.info, ternyata Jatim menjadi Satu diantara delapan daerah provinsi RI yg masuk masuk kategori rawan terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Menurut Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol Verdianto I Biticaca, delapan provinsi tersebut, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Jatim, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Aceh.

Pertimbangannya, delapan daerah itu berdasarkan analisis melalui tujuh dimensi di Indeks Potensi Kerawanan Pilkada (IPKP) yang dikeluarkan Polri.

“Ada dimensi penyelenggara,dimensi keamanan, dimensi peserta, dimensi masyarakat, dimensi potensi gangguan, dimensi ambang gangguan, dan dimensi gangguan nyata,” ujar Verdianto dalam keterangan tertulis yg diterima BuserInfo (31/8/24).

Baca Juga :  Lahan Sengketa di Kampung Pondok Desa Babelan Kota Rawan Rusuh

Nah,tahapan pemungutan suara Pilkada 2024 akan diselenggarakan pada 27 November 2024 untuk 37 provinsi (minus Di Yogyakarta), 415 Kabupaten (minus Kabupaten Kepulauan Seribu di DKI Jakarta), dan 93 Kota (minus 5 kota administratif di DKI Jakarta).

Pendaftaran pasangan calon Kepala daerah akan dibuka KPU pada 27-29 Agustus 2024 dan penetapan pasangan calon dilakukan per 22 September 2024.

Masa kampanye Pildaka 2024 berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 25 September sampai 23 November 2024, sebelum dimulainya masa tenang pada 24-26 November 2024.

Komandan Komando Pembinaan Dokter, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI Laksdya Maman Firmansyah mengatakan, TNI telah memetakan daerah+daerah rawan konflik pada Pildaka 2024.

Hal tersebut disampaikannya saat membacakan amanat perintah Panglima TNI, dalam pembekalan Perwira Siswa (Pasis) TNI-Polri di Markas Sesko AL Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2024).

Bahwa, daerah dgn tingkat kerawanan tinggi atau Zona merah seperti Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku dan Maluku Utara serta Papua.

Baca Juga :  DPC AWPI Jakarta Timur Serahkan Salinan SK Kepengurusan Kepada Stakeholder Pemerintah

Kemudian, daerah dgn tingkat kerawanan sedang atau Zona kuning seperti Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

TNI juga memetakan potensi konflik di masing-masing daerah tersebut, misalnya di Aceh potensi konflik antara mantan Kelompok Kombatan dgn masyarakat.

Kemudian, di Maluku dan Malut seperti kelompok radikal hingga sumber daya mineral.

“TNI secara khusus telah membuat titik kerawanan pada Pilkada serentak tahun 2024 berdasarkan perkembangan situasi yang rill hari ini,” ujar Maman Firmansyah, di Markas Sesko AL Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2024)

Pembawa Berita : MICHIL TANDEAN.

KAPERWIL : SURABAYA

Propinsi : Jawa Timur.

Penerbit Berita : Kantor Redaksi Jatim.

BUSER.INFO JATIM.(03/9/2024)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pemerintah Daerah Kotabaru Sambut Danrem 101/Antasari Beserta Rombongan

Berita Utama

Jelang Pemilu, Polres Tegal Kota Gencarkan Giat Patroli Gabungan Tiga Pilar

Berita Utama

Presiden Ajukan Satu Calon Panglima TNI kepada DPR

Berita Utama

Sambangi KPU Lebak, DPD PKS Lebak Serahkan Berkas Pendaftaran Perbaikan Bacaleg

Berita Utama

Maling Motor Kepergok Pemilik Ditangkap Warga, Diamankan Polisi Polsek Ciledug

Berita Utama

Tiba di Kepulauan Tanimbar, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Disambut Warga

Berita Utama

PBB DIY Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Yogyakarta, dalam Rangka Peringati Hari Pahlawan Nasional

Berita Utama

Polres Tegal Buka Upacara Perkemahan Saka Bhayangkara