DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Minggu, 27 November 2022 - 13:41 WIB

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Biologi UIN Banten Adakan PKM Pelatihan PGPR dari Akar Bambu di Desa Curuggoong

Mediakompasnews.ComSerang – UIN Sultan Maulana Hadanuddin (SMH) Banten Program Studi (Prodi) Biologi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu Plant Growth  Promoting Bacteria (PGPR) di Desa Curug Goong Kecamatan Padarincang, Minggu (27/11/2022).

Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Turut hadir dalam acara ini Wadek II Fakultas Sains Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M, Bapak Riski Andrian Jasmi, M.Sc Kaprodi Biologi, Ibu Anis Uswatun Khasanah Sekjur Biologi, Ibu Ismi Farah Syarifah M.Sc, Ibu Roza Ruspita M.Sc, Ibu Ade Irmadiki Agipa M.si, Mahasiswa Biologi, serta masyarakat Curug Goong.

Kegiatan PKM ini mengusung tema “PGPR Alternatif Biofertilizer Tanaman Padi Menuju Desa Curuggoong Mandiri” dengan memberikan presentasi dan sosialiasi pembuatan PGPR sebagai pengganti pupuk kimia. Karena warga di desa Curuggoong sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian petani, sebagai profesi utama.

Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat yaitu Secara teori, ilmu yang telah dimiliki oleh Dosen dan mahasiswa di bangku perguruan tinggi berusaha diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu masyarakat dalam memberdayakan potensi yang mereka miliki demi kemajuan di bidang perekonomian di pedesaan.

Pada kesempatan ini Dosen Fakultas Sains UIN SMH Banten Ibu Anis Uswatun Khasanah, M.Sc menyampaikan sosialisasi Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) menjadi salah satu alternatif pupuk kimia/pestisida.

Jelas Ibu Anis secara garis besar, PGPR berfungsi sebagai biofertilizer, biostimulan, dan bioprotector. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan PGPR di Desa Curuggoong memang tidak bisa langsung menyelesaikan semua masalah yang dihadapi petani, seperti hama keong, tikus, wereng, harga pupuk yang naik, sering langka.

“Harapannya, program ini menjadi langkah awal dari langkah panjang bagi warga Curuggoong (khususnya petani) untuk dapat mandiri secara finansial dalam pengelolaan padi, dengan memanfaatkan potensi dan kemampuan warga dalam mengelola mandiri pupuk untuk tanaman padi,” ucapnya.

Baca Juga :  Terima Komnas Perempuan, Presiden Dukung Implementasi UU TPKS

Sementara itu ditempat yang sama, Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M selaku Wadek II Fsains mengatakan alhamdulilah dengan adanya PKM dari F. Sains UIN SMH Banten ini kita bisa bersilaturahmi, belajar bersama dengan Bapak/Ibu diruang ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan PKM ini mudah-mudahan kedepan adanya inovasi dan ide-ide baru untuk desa Curuggoong yang mandiri,” katanya Wadek II F. Sains.

Lanjut H. Shobri menyampaikan ini merupakan agenda pengabdian kami dari pihak perguruan tinggin UIN Banten mengabdi kepada masyarakat desa Curuggoong. Terima kasih juga kepada para dosen dan para mahasiswa yang telah membantu kegiatan PKM ini.

“Saya atas nama pimpinan di fakultas sains mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas kehadiranya dan mau berdiskusi dengan kami,” tuturnya.

Kedatangan Dosen dan mahasiswa F.Sains UIN SMH Banten disambut baik oleh masyarakat dengan kedatangan kami sehingga termotivasi untuk sama-sama belajar dan saling berbagi ilmu, terbukti dengan mereka yang aktif bertanya terkait PGPR dan turut memperhatikan dari awal sampai akhir.

Diketahui, bahwa pada tanggal 4 November 2022 telah dilakukan survey yang mendapati hasil yaitu beberapa masalah yang sering dihadapi warga sekitar, yang menjadi latar belakang dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini. Beberapa diantaranya seperti hama tanaman padi seperti keong, belalang hingga tikus, dan pada beberapa bulan terakhir terdapat kelangkaan pupuk yang dapat menghambat proses penanaman, oleh karena itu kami mengenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai alternatif pupuk alami, mudah didapat dan terjangkau untuk para petani.

Prodi Biologi UIN Banten Beri Penyuluhan Pembuatan PGPR Menuju Desa Curuggoong Mandiri

Baca Juga :  Terkait Viralnya Video Syur Oknum Kades Cigoong Utara, Masyarakat Minta Kades Mundur Diri Dari Jabatannya.

Kabupaten Serang – UIN Sultan Maulana Hadanuddin (SMH) Banten Program Studi (Prodi) Biologi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu Plant Growth  Promoting Bacteria (PGPR) di Desa Curug Goong Kecamatan Padarincang, Minggu (27/11/2022).

Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Turut hadir dalam acara ini Wadek II Fakultas Sains Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M, Bapak Riski Andrian Jasmi, M.Sc Kaprodi Biologi, Ibu Anis Uswatun Khasanah Sekjur Biologi, Ibu Ismi Farah Syarifah M.Sc, Ibu Roza Ruspita M.Sc, Ibu Ade Irmadiki Agipa M.si, Mahasiswa Biologi, serta masyarakat Curug Goong.

Kegiatan PKM ini mengusung tema “PGPR Alternatif Biofertilizer Tanaman Padi Menuju Desa Curuggoong Mandiri” dengan memberikan presentasi dan sosialiasi pembuatan PGPR sebagai pengganti pupuk kimia. Karena warga di desa Curuggoong sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian petani, sebagai profesi utama.

Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat yaitu Secara teori, ilmu yang telah dimiliki oleh Dosen dan mahasiswa di bangku perguruan tinggi berusaha diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu masyarakat dalam memberdayakan potensi yang mereka miliki demi kemajuan di bidang perekonomian di pedesaan.

Pada kesempatan ini Dosen Fakultas Sains UIN SMH Banten Ibu Anis Uswatun Khasanah, M.Sc menyampaikan sosialisasi Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) menjadi salah satu alternatif pupuk kimia/pestisida.

Jelas Ibu Anis secara garis besar, PGPR berfungsi sebagai biofertilizer, biostimulan, dan bioprotector. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan PGPR di Desa Curuggoong memang tidak bisa langsung menyelesaikan semua masalah yang dihadapi petani, seperti hama keong, tikus, wereng, harga pupuk yang naik, sering langka.

“Harapannya, program ini menjadi langkah awal dari langkah panjang bagi warga Curuggoong (khususnya petani) untuk dapat mandiri secara finansial dalam pengelolaan padi, dengan memanfaatkan potensi dan kemampuan warga dalam mengelola mandiri pupuk untuk tanaman padi,” ucapnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Asahan Telah Melakukan Penahanan Terhadap Tersangka YA Kasus Korupsi Dana Desa dan ADD di Desa Sei Dadap

Sementara itu ditempat yang sama, Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M selaku Wadek II Fsains mengatakan alhamdulilah dengan adanya PKM dari F. Sains UIN SMH Banten ini kita bisa bersilaturahmi, belajar bersama dengan Bapak/Ibu diruang ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan PKM ini mudah-mudahan kedepan adanya inovasi dan ide-ide baru untuk desa Curuggoong yang mandiri,” katanya Wadek II F. Sains.

Lanjut H. Shobri menyampaikan ini merupakan agenda pengabdian kami dari pihak perguruan tinggin UIN Banten mengabdi kepada masyarakat desa Curuggoong. Terima kasih juga kepada para dosen dan para mahasiswa yang telah membantu kegiatan PKM ini.

“Saya atas nama pimpinan di fakultas sains mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas kehadiranya dan mau berdiskusi dengan kami,” tuturnya.

Kedatangan Dosen dan mahasiswa F.Sains UIN SMH Banten disambut baik oleh masyarakat dengan kedatangan kami sehingga termotivasi untuk sama-sama belajar dan saling berbagi ilmu, terbukti dengan mereka yang aktif bertanya terkait PGPR dan turut memperhatikan dari awal sampai akhir.

Diketahui, bahwa pada tanggal 4 November 2022 telah dilakukan survey yang mendapati hasil yaitu beberapa masalah yang sering dihadapi warga sekitar, yang menjadi latar belakang dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini. Beberapa diantaranya seperti hama tanaman padi seperti keong, belalang hingga tikus, dan pada beberapa bulan terakhir terdapat kelangkaan pupuk yang dapat menghambat proses penanaman, oleh karena itu kami mengenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai alternatif pupuk alami, mudah didapat dan terjangkau untuk para petani.

(M.Irwansyah/Wakabiro Lebak)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Marjeni SE MM Gelar Dt Bendaro Kayo Dikukuhkan Jadi Ketua MKA Luhak Rambah, Ini Komposisi Pengurus Priode 2022 – 2027

Berita Utama

Rumah Milik Warga Lenteng Ludes Dilahap Si Jago Merah, ini Kejadiannya

Berita Utama

Polri Angkat Bicara soal Pengacara Brigadir J Tak Diizinkan Ikuti Rekonstruksi

Berita Utama

Partai Gerinda Resmi Mendaftarkan Bakal Calon Legislatif Ke KPU kota Tegal Diiringi Musik Tradisional Angklung

Berita Utama

Personil Polsek Medang Deras gelar Jum’at Curhat Berikan Bimbingan Kepada Masyarakat  

Berita Utama

Gelaran Partai Final Antara Persib Vs PSLS dalam Nusantara Open Cup Mampu Pecahkan Rekor MURI

Berita Utama

Pertama Kali, Kota Tegal Jadi Tempat Seleksi Pemagangan ke Jepang

Berita Utama

Wudhu dapat menghapus Dosa, Personel Polres Lebak Polda Banten laksanakan Ngaji Bareng Kapolres