LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Nasional

Sabtu, 3 Desember 2022 - 09:16 WIB

Ikuti Tantangan Perubahan Zaman, Santri Harus Miliki Pola Pikir Wasathy yang Kontekstual

Mediakompasnews.Com – Wajo,Sengkang – Pondok pesantren memiliki salah satu peran sentral untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda muslim Indonesia agar mengenal agama secara utuh. Terkait hal ini, pondok pesantren harus mengajarkan ajaran Islam _wasathiyah_ (moderat) secara sejuk dan ilmiah melalui sistem pendidikan dan dakwah. Sehingga, generasi penerus bangsa dapat memiliki pola pikir yang terbuka dan kontekstual dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Itulah mengapa pentingnya pesantren dalam rangka [melahirkan] _al mutafaqqihinna fiddin_ (ahli-ahli ilmu agama Islam). Dan Insya Allah yang dilahirkan oleh As’adiyah yaitu yang berpikir _wasathy_, moderat. Tidak berpikir tekstual, dan juga tidak berpikir liberal,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan Pembukaan Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah tahun 2022 di Lapangan Merdeka Sengkang, Jalan Masjid Raya, Siengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Baca Juga :  Bamsoet: IMI Bersama ITDC dan MGPA Siapkan World Superbike 2023 dan MotoGP 2023 Mandalika

Dalam acara yang bertema “Transformasi Nilai-Nilai Wasathiyah As’adiyah Menuju Indonesia Tangguh dan Bermartabat” ini lebih lanjut Wapres menyampaikan bahwa pola pikir _wasathy_ yang kontekstual adalah cara berpikir yang memiliki metode pemecahan masalah sesuai dengan zamannya.

“Tidak statis, tidak kaku, tidak _rigid_, tapi juga tidak liberal. Artinya liberal dia memberikan pendapat-pendapat tanpa metode, tanpa batas dan tidak ada patokannya,” tegas Wapres.

“Kita memang merespon, tapi dia harus memahami cara-cara dalam memberikan jawaban-jawaban itu, respon itu. Mampu memberikan solusi-solusi bukan hanya solusi keagamaan tapi juga menyelesaikan masalah kenegaraan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga menyampaikan, pola pikir seperti ini penting untuk diimplementasikan sebab tantangan yang dihadapi setiap hari terus berkembang.

Baca Juga :  Penyebaran Covid-19 Meningkat, Presiden Jokowi Ingatkan Kembali Pentingnya Vaksinasi

“Peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, masalah-masalah politik, ekonomi, sosial itu tidak pernah berhenti. Itu harus disikapi, harus diberi jawaban,” imbuh Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres pun berpesan agar ajaran nilai-nilai _wasathiyah_ dapat terus diaktualisasi sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, ia berharap, ke depan Indonesia dapat menjadi negara yang tangguh dan bermartabat.

“Berharap nilai-nilai _wasathiyah_ Islam yang khas Indonesia mengikuti dinamika perkembangan zaman, baik di dalam negeri sendiri maupun internasional, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang tangguh dan bermartabat,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’Adiyah Muhammad Sagena menyampaikan bahwa muktamar merupakan bentuk sebuah proses demokrasi yang dilakukan oleh kalangan pesantren. Melalui muktamar, seluruh pengurus dan santri dapat berdiskusi untuk mencapai sebuah keputusan yang menjadi kesepakatan bersama.
 
“Perhelatan akbar demokrasi ala pesantren. Pesantren As’adiyah sebuah demokrasi yang sungguh berdiri. Islam memberikan kesempatan kepada seluruh warga termasuk warga pesantren untuk memusyawarahkan, mendiskusikan dan mengambil evaluasi bahkan bisa memberikan masukan dalam melaksanakan program-program terbaik bagi dan kepada permasalahan yang ada,” ungkap Muhammad.
 
Hadir dalam acara ini diantaranya, Bupati Wajo Amran Machmud, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’Adiyah Muhammad Sagena, dan para peserta Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah Tahun 2022.
 
Sementara Wapres didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi S. Sulaiman, Pangdam XVI/Hasanuddin Totok Imam Santoso, Kapolda Sulawesi Selatan Nana Sujana, dan Kepala BAZNAS Republik Indonesia Noor Achmad. 

Baca Juga :  Pemerintah akan Evaluasi Pemberian Bebas Visa Kunjungan bagi 159 Negara

Sumber : BPMI – Setwapres

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Usai Ibadah Bersama, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Bagikan Alkitab Kepada Jemaat Di Perbatasan Papua

TNI/POLRI

Kasat Binmas Polres Lebak Giat Pembinaan dan Penyuluhan di SMP Negeri 1 Sajira

Berita Utama

Polri Gelar Wayang Kulit Berlakon Wahyu Cakraningrat

Berita Utama

Tingkatkan Penerimaan Zakat,  Kodim 0414/Belitung Gelar Sosisalisasi Badan Amil Zakat Nasional

TNI/POLRI

Kapolda Jabar Pimpin Acara Peresmian Gedung Utama Polresta Bandung

BELITUNG

Personel Kodim 0414/Belitung terima Sosialisasi penyuluhan Operasi Gaktip Yustisi Tahun 2023

Nasional

Bersama PKK dan Karang Taruna Pemdes Lobuk Ikut Menyemarakkan HUT RI ke-77

Berita Utama

Presiden Jokowi: Gunakan Bantuan untuk Kebutuhan Produktif