LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama

Selasa, 2 Desember 2025 - 11:25 WIB

Dukung 13 Program Akselerasi Menimipas, Rutan Tangerang Tanam 300 Bibit Cabai di Lahan SAE

Mediakompasnews.com – Tangerang – Dalam upaya memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang kembali melaksanakan program pertanian produktif melalui penanaman 300 bibit cabai di area Layanan Akselerasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Selasa (02/12). Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan melibatkan jajaran petugas serta para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terlibat aktif dari tahap persiapan hingga penanaman.

Program ini menjadi implementasi langsung dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), khususnya pada sektor penguatan ketahanan pangan, serta selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mendorong produktivitas dan pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga :  Menparekraf RI Sandiaga Uno Kunjungi Pantai Minang Rua Desa Kelawi

Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menjelaskan bahwa sektor pertanian selama ini menjadi salah satu pilar pembinaan paling strategis untuk membekali para WBP dengan kecakapan hidup yang bermanfaat.

“Penanaman 300 bibit cabai ini bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan Warga Binaan tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga pulang dengan keterampilan yang bisa menopang kehidupan mereka,” ujar Irhamuddin.

Langkah ini merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap 13 Program Akselerasi Menimipas dan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Baca Juga :  Polres Tegal Berhasil Meringkus Pelaku Kasus Penembakan

Melalui optimalisasi lahan SAE, kegiatan pertanian di Rutan Tangerang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi media edukatif bagi para WBP dalam memahami teknik budidaya, pengelolaan lahan, hingga panen mandiri.

Program ini juga mendapat respons positif dari para WBP yang merasa terbantu dengan pembinaan berbasis keterampilan nyata.

Salah satu Warga Binaan yang mengikuti kegiatan menuturkan:

“Kami merasa dihargai karena diberi kesempatan belajar hal yang bermanfaat. Kegiatan seperti ini membuat kami punya harapan dan bekal untuk hidup lebih baik ketika bebas nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mobil Transportir Tank SKL Datangkan Pengusaha BBM Bio Solar Ilegal

Rutan Tangerang menegaskan akan terus memperkuat sektor pertanian melalui:

Penambahan varietas tanaman produktif

Peningkatan metode budidaya modern

Pemberdayaan lebih banyak WBP dalam kegiatan agribisnis

Pemanfaatan lahan SAE secara maksimal sebagai kawasan pembinaan

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kemandirian, disiplin kerja, serta kemampuan teknis yang dapat menjadi modal penting bagi WBP dalam menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat.

“Dengan keberlanjutan kegiatan seperti ini, Rutan Kelas I Tangerang menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan berdampak jangka panjang,” pungkasnya.

Penulis: Marhamah
Sumber: Bid. Humas Rutan Kelas 1 Tangerang

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Agenda Pesta Pantai Wisata Teluk Tamiang, Dirangkai Tradisi Adat Ade Ogie Mappandre Tasi

Berita Utama

Seorang Pelaku Judi Togel Ditangkap Personil Polsek Ujung Batu

Berita Utama

Kapolres Rohul Hadiri Resmikan Musholla AS-Salam di Polsek Tambusai

Berita Utama

Kapolda Kalbar Beserta Ketua Bhayangkari Daerah Kalbar Hadiri East INSDV 2022 National Symposim dan Workshop

Berita Utama

Bahas Kekerasan Seksual Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Bhayangkara

Berita Utama

Salah Satu Kegiatan Fisik di Desa Talang Alai yang di Danai Dana Desa

Berita Utama

Peringatan Puncak Satu Abad NU, Dihadiri Ratusan Warga Nahdliyin

Berita Utama

Kunjungan Satpol PP Prov Sultra di Dinas Perhubungan Sultra: Tingkatkan Layanan Transportasi Darat & Laut di Sulawesi Tenggara