Mediakompasnews.com – Tapanuli Utara – Proyek revitalisasi SDN 173383 di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, mulai menjadi sorotan publik. Pembangunan yang dibiayai APBN Tahun 2025 dengan nilai hampir Rp1,5 miliar ini dinilai tidak sebanding dengan progres fisik yang tampak di lapangan.
Pantauan kru MediaKompas News menunjukkan bahwa pekerjaan revitalisasi hanya meliputi rehabilitasi beberapa ruang kelas dan satu unit bangunan baru. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara volume pekerjaan dan anggaran.
Seorang warga Desa Huta Tinggi yang enggan disebutkan namanya menuturkan:
“Kami melihat bangunan yang dikerjakan tidak terlalu banyak. Kalau anggarannya sampai miliaran, tentu masyarakat ingin tahu rinciannya. Transparansi itu penting,” katanya, Senin (08/12/25).
Sementara itu, salah satu pemerhati pendidikan di Tapanuli Utara juga menyoroti hal serupa.
“Program revitalisasi sekolah harus berdampak langsung pada mutu pendidikan. Ketika anggarannya besar, wajar jika publik mempertanyakan hasil fisiknya,” ujarnya.
Upaya konfirmasi kepada Kepala SDN 173383 dilakukan beberapa kali oleh awak media, namun kepala sekolah tidak pernah berada di tempat. Hingga berita ini dipublikasikan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan anggaran dan progres pekerjaan.
Tokoh masyarakat setempat juga meminta agar aparat pengawas turun memeriksa.
“Kami hanya berharap proyek ini benar-benar sesuai aturan. Kami mendorong Inspektorat dan pihak terkait untuk mengecek langsung ke lapangan,” tegasnya.
Dengan nilai proyek yang mencapai hampir Rp1,5 miliar, publik menilai perlu adanya audit terbuka guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
MediaKompas News akan terus mengawal proses pembangunan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial sesuai amanat UU Pers. (Managam. TB)



















