DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Sumatra Barat

Jumat, 21 April 2023 - 16:00 WIB

Diduga Ada Permainan di Tingkat Distributor, Polda Sumbar Diminta Investigasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Mediakompasnews.Com – SUMBAR – Polda Sumatera Barat diminta menginvestigasi kelangkaan Gas Elpiji 3 kilo gram yang hampir setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri gas selalu kosong. Diduga adanya permainan oknum ditingkat pangkalan.

Seperti di Kecamatan Dua Koto,Kabupaten Pasaman dua hari menjelang Hari Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriyah atau 2023 Masehi gas elpiji 3 kilogram kosong. Para warga yang gasnya sudah habis sibuk mundar mandir mencari gas. Walaupun ada puluhan kedai pengecer di daerah itu,namun gas elpiji tidak ditemukan dan hingga saat tidak diketahui jelas apa penyebab kosongnya gas tersebut.

Baca Juga :  Bagai Trik Sulap Rp 3,4M Pengadaan Meobelair Dispendikbud Madina, KPK Diminta Periksa

Salah seorang kedai pengecer di Kampung Simpang Tiga Andilan yang tidak mau dituliskan namanya ketika dikomfirmasi awak media,Jumat(21/4-2023) membenarkan gas elfiji 3 kg kosong. Ketika ditanya apa penyebabnya maka kodong….?

Dia tidak bisa menjelaskan secara pasti. Saat dituding adanya permainan di pangkalan,…..? dia membantah, dan mengatakan,” Kalau permainan tidak ada,yang jelas menjelang hari lebaran ini banyak pemakaian, oleh masyarakat” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa elpiji itu diambil dari Payah Kumbuh,namun barangnya tidak ada sembari mengatakan di tingkat pengecer saja di Paya Kumbuh harganya sudah mencapai Rp.27 ribu, padahal pihak pengecer dekat sekali dengan pangkalan elpiji.

Baca Juga :  Kecamatan Dua Koto,Pasaman Akan Memiliki Lapangan Sepak Bola Yang Permanen. Namun Ironisnya Pihak Pemborong Tidak Ada Memasang Plank Proyek

Hal itu diketahuinya saat dia mau menjemput gas elpiji 3 kilogram di Paya Kumbuh,tetapi gas kosong barang tidak ada. Menurutnya gas elfiji kosong bukan hanya di Kecamatan Dua Koto Pasaman,tetapi mencakup di Prov. Sumatera Barat,katanya.

Akibat langkanya gas elpiji tersebut, di Kecamatan Dua Koto saat ini harga gas elpiji 3 kilogram mencapat Rp.38 ribu/ tabung. Hal itu dibenarkan oleh Riyan saat dia membeli gas elfiji di Pasar Nagari Simpang Tonang,Kecamatan Dua Koto.

Baca Juga :  Kabupaten Pasaman Saat Ini Kekurangan Tenaga Dokter Untuk Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Untuk itu agar gas elpiji tidak langka ditingkat pengecer, diharapkan kepada Kapolda Sumatera Barat untuk meng investigasi apa penyebab gas elpiji menjadi langka. Bila ternyata ada oknum yang ber spekulan dalam penyaluran gas elpiji tersebut agar dapat ditindak dengan tegas. Sebab bila hal ini dibiarkan berkepanjangan bisa membuat warga resah dan sengsara. (egh).

Share :

Baca Juga

Sumatra Barat

Supaya Warga Tidak Panik Berkepanjangan, BMKG Mencabut Peringatan Dini Tsunami

Sumatra Barat

Baznas Kab. Pasaman Bedah Rumah 19 Unit, H. Asnil M : Semua Program Secara Bertahap Terus di Laksanakan

Berita Utama

Pemerintah Jangan Menunggu Orang Untuk Mundur, Apakah Ada Main Mata Antara Warga Dan Petugas Bansos…?

Sumatra Barat

Jajaran Polsek Panti, Polres Pasaman Sambangi Warga Kurang Mampu Berikan Bantuan Sembako

Sumatra Barat

Ratusan SK PPPK Diserahkan Bupati Pasaman H. Benny Utama SH., MM

Berita Utama

Kecamatan Dua Koto,Pasaman Akan Memiliki Lapangan Sepak Bola Yang Permanen. Namun Ironisnya Pihak Pemborong Tidak Ada Memasang Plank Proyek

Sumatra Barat

Yayasan Al Bina Ummat Panti Pasaman Selenggarakan Pendidikan Program Tahsin  dan Tahfidz Al Quran

Berita Utama

Bagai Trik Sulap Rp 3,4M Pengadaan Meobelair Dispendikbud Madina, KPK Diminta Periksa