DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Pemerintah Daerah / Rokan Hulu

Rabu, 23 November 2022 - 07:30 WIB

BKKBN Provinsi Riau Adakan Pengukuhan dan diskusi Audit Kasus Stunting Bersama Tim Pecepatan Penurunan Stunting(TPPS) Rohul

Mediakompasnews.Com – Rokan Hulu – Menindaklanjuti Mandat no.72 tahun 2021, BKKBN menyusun Strategi Nasional Percepatan penurunan Stunting yang di tuangkan dalam Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Republik Indonesia(RI) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan angka Stunting di Indonesia tahun 2021-2024(RAN PASTI)

Oeh sebab itu Tim Audit status stunting tahap 3 BKKBN Provinsi Riau yang terdiri dari dokter kandungan, psikolog, dokter anak dan bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting(TPPS) kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggelar Audit Angka Stunting di Rokan Hulu Rabu (23/11/2022) di Aula RSUD Rohul.

Baca Juga :  Keputusan APIP Tidak Etis, Kejahatan Oknum Kades Hanya Cukup Dengan Mengembalikan Setelah Hasil Curiannya Ditemukan

Sebagai sampel 30 orang keluarga yang beresiko stunting seperti ibu hamil dan balita dari desa lubuk bilang kecamatan Rambah Samo,Desa Rambah Tengah Hulu dan Kecamatan Rambah.

Kepala BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati
Yulia Mengatakan dengan telah dilaksanakannya audit Stunting di 12 kabupaten/Kota di Riau di harapkan akan diketahui penyebab,faktor resiko, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan dalam menangani stunting ini.

Baca Juga :  Bupati Nina Buka Giat Literasi Digital di Pondok Pesantren Darussalam

“Strategi percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan prioritas rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting, salah satunya adalah audit kasus stunting(AKS) audit kasus stunting ini diperlukan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting di setiap wilayah sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa” Ungkap kepala BKKBN Provinsi Riau

Sementara itu Plt Dinas Bkbpp Rohul dr. Leni menjelaskan adanya audit stunting ini merupakan langkah untuk mendeteksi penyebab dan pencegahan stunting dengan Aksi Rokan hulu cegah stunting sebelum kerdil.Adapun hasil survei di tahun 2021 tercatat stunting di Rohul berjumlah 25.8 dan di targetkan akan Turun 14 persen di 2024.

Baca Juga :  Satukan Langkah Menuju WBK–WBBM 2026, Pemasyarakatan Banten Perkuat Zona Integritas

Tambah dr.Leni lagi, Stunting tidak bisa diobati hanya bisa di cegah. Faktor kekurangan gizi ,inspeksi dan pola pengasuhan dan lingkungan dalam tempo lama,Jika anak lahir stunting pertumbuhannya akan terganggu, fisiknya tidak tumbuh maksimal.

“Tidak tumbuh maksimal alias pendek, perkembangan kognitif otaknya terganggu, tidak bisa mengikuti pelajaran 80 persen perkembangan otak itu menjelang usia 2 tahun” Tutup dr Leni

(MC/Kominfo/Samiono)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Menejemen PTPN IV Kebun Sei Rokan Choiri Menyantuni Anak Yatim Dan Piatu Di Masjid Al’inzar

Berita Utama

Bamsoet Kembali Akan Luncurkan Buku Terbaru ‘PPHN Tanpa Amandemen’ Pada Februari 2023

Pemerintah Daerah

Usai Sosialisasikan Monev KIP 2022 di Pemkab Babar & Bateng, Ini Kata Komisioner KI Babel

Berita Utama

Brigjen TNI Tatang Subarna Dukung Penanganan Stunting Di Banten

Berita Utama

Kejaksaan Agung RI Memberikan Sosialisasi Tugas dan Fungsi Organisasi Jampidmil

Berita Utama

Hari Kemerdekaan RI,Maling Sapi Tak Berkutik Saat Di Tangkap Dengan Team Resmob Polres Rohul,Dua Lainnya DPO

Berita Utama

Kasatpol PP Kota Tangerang Segel Tower BTS Milik PT Gihon, Sita Genset dan Takel Pekerja

Berita Utama

Sambut Tahun Baru 1444 H, FSTP Santuni Ribuan Anak Yatim Piatu