DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Kota Baru

Sabtu, 13 Januari 2024 - 05:27 WIB

Aruh Tradisi Turun Temurun dari Nenek Moyang Orang Dayak

Mediakompasnews.Com-Kotabaru- Aruh adalah tradisi turun temurun dari Nenek Moyang Orang Dayak yang ada
Seperti saat telah dilaksanakan di Balai Adat Simpang Jaya Gendang Timburu Kotabaru Kalimantan Selatan, Sabtu (13/1/23).

Aruh Adat Dayak merupakan acara Sakral, karena disini menyangkut Makam-makam Nenek Moyang, ini sangat penting untuk penerus seperti Generasi Muda agar ini diketahui bahwa Leluhur Datuk Nenek Moyang itu hadir dan langsung melihat.

Makanya dalam Arul Adat Dayak tiap-tiap tahun acara ini dilaksanakan, Aruh Adat ini terbagi 3 bagian, pertama kecil, menengah dan atas, seperti yang dilaksanakan malam hari ini merupakan Aruh yang paling besar.

Baca Juga :  Kapolda Irjen Pol Winarto, S. H., M. H, Kalimantan Selatan Kunker Ke Sa-Ijaan Kotabaru

Jadi acara kecil ada Panen Padi (manugal) panen sedikit ujar Kami disana Panen mahanyari ( memperbaharui)
menengah dilaksanakan diberi nama, (Pales paung) Pales paung ini dilaksanakan Aruh 1 tahun 1 kali, kalau acara Aruh 4 hari 4 malam itu dilaksanakan 1 tahun 2 tahun dan 3 tahun, jadi aruh parin itu tidak dibolehkan dan tidak dibenarkan melaksanakan 1 tahun sekali.

Karena baik minta hasil padi banyak maupun minta manusianya baik, karena setiap menanam padi, misalkan niat dalam tahun ini dapat hasil padi 1000 kwintal Aku melaksanakan Aruh Parin, ternyata berhasil dan ini harus melaksanakan Adat Aruh Parin seperti ini.

Jadi terkait ada tempat tiga macam tempat ini disebut Sangkar, disini ada sangkar Batung, sangkar Tebu salak, sedangkan yang sikurung daun-daun ini ada tirarah, sungkul langit, ada tiang banua itu namanya, janji atau nazar bagi orang sakit maka yang dijanjikan papan tirarah andaikan sakit tadi sembuh tidak masuk rumah sakit, dijanjikan tadi harus dibayar seperti apa yang dinazarkan.

Baca Juga :  Pelantikan Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Batuah Pamukan Barat

Tirarah artinya sesuai janji hajat atau Nazar tadi, berkaitan dari mula penanaman padi, sampai manugal(panen) tidak diganggu hama apapun sehingga hasi Panen yang diharapkan memenuhi apa yang sudah diniatkan (nazar) tadi artinya bila kurang hasilnya, dan itu boleh tidak dilaksanakan Aruh Parin tadi.

artinya semua itu berkaitan apa yang diniatkan Intinya dengan dilaksanakan Aruh Adat ” yang utama sekali dulu selamat, apa yang diminta pada Arwah Makam tadi, tercapai sesuai yang diniatkan secara garis besarnya apa yang menjadi keinginan dan kabul yang diniatkan, maka baru dilaksanakan Aruh Adat namanya Aruh Parin tadi.

Baca Juga :  Bupati H. Sayed Jafar, SH Lantik Plt Camat Burhanuddin S.Pd. SD, Jadi Depinitif

Kesimpulan yang disampaikan Kepala Adat yang diwakili sebenarnya Kepala adatlah yang memimpin Aruh ini, tapi bila Kepala adat tidak ada boleh dilaksanakan sesuai permintaan dari pihak Keluarga yang melaksanakan Aruh adat diwakili penasehat Upin dari Balangan. (M. Badrun/Run)

Share :

Baca Juga

Kota Baru

Kebakaran Gudang Mesin Water Pump Diketahui 4 Karyawan Wakar yang Sedang Jaga

Kalimantan Selatan

Yohanes Leki Kepala Desa Baru Bertekad Jadikan Desa Mangka Maju Dan Sejahtera

Kota Baru

Usia Mesjid AL-Mustakim Tanjung Selayar 80 Tahunan Tidak Pernah Ada Perehapan

Keagamaan

Camat H. Bahrudin. S. Pd, Siap Mensukseskan MTQ Nasional Ke-54 Tingkat Kabupaten 

Kota Baru

Sat Resnarkoba Polres Kotabaru Polsek Sungai Durian Tangkap 2 Pengguna Sabu

Kota Baru

Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar SH, Dapat Penghargaan dari Kementrian Perindustrian RI

Kalimantan Selatan

Gelar Apel Polsek Ajun Komisaris Polisi M. Amir Hasan., SH Diwilayah Hukum Polsek Pulaulaut Barat

Kota Baru

Sekretaris Koni Tamrin Makkih Hadiri Penutupan Pertandingan Sepak Takraw di Kampung Baru