Mediakompasnews.com – Tangerang – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi petugas pada Kamis (16/04/2026) sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Siti Kusherkatun dari Yayasan Karya Dharma Wanita. Pelatihan difokuskan pada pengenalan dasar Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), yaitu metode komunikasi visual yang digunakan oleh penyandang disabilitas, khususnya tunarungu.
Dalam pemaparannya, Siti menjelaskan bahwa penyandang tunarungu memiliki keterbatasan dalam komunikasi verbal sehingga memerlukan pendekatan khusus agar interaksi dapat berjalan efektif.
“Bahasa isyarat menjadi jembatan komunikasi yang penting, terutama bagi petugas pelayanan publik agar mampu memberikan pelayanan yang setara,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus (ABK), karakteristik penyandang tunarungu, hingga praktik penggunaan isyarat dasar seperti huruf, kata, dan kalimat sederhana dalam SIBI.
Selain teori, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung, termasuk latihan memperkenalkan identitas diri menggunakan bahasa isyarat. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi interaktif.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan rutan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan humanis. Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas petugas melalui pelatihan seperti ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pelayanan yang profesional, berkeadilan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan bahasa isyarat ini, Rutan Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya optimal, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan inklusivitas. (Marhamah)


















