Mediakompasnews.com – Tangerang – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang terus berinovasi dalam penguatan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu langkah strategis yang kini mulai dikembangkan adalah budidaya maggot sebagai pakan alternatif tambahan bagi ikan lele dan jenis perikanan lainnya yang telah lebih dulu berjalan di lingkungan Rutan.
Kegiatan pengembangan budidaya maggot tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, dan saat ini masih berada pada tahap awal pengembangbiakan. Program ini diinisiasi oleh peserta Program Magang Nasional, sebagai bagian dari upaya mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Pengembangan budidaya maggot ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada aspek kemandirian pangan melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan, dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pengembangan program budidaya maggot tersebut. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan.
“Budidaya maggot ini merupakan langkah awal yang inovatif dalam mendukung program perikanan yang telah berjalan. Selain berpotensi menekan biaya pakan ke depan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran serta peningkatan keterampilan bagi Warga Binaan,” ujar Irhamuddin.
Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dikenal memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi besar dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ikan, khususnya lele. Selain bernilai ekonomis, budidaya maggot juga mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan karena mampu memanfaatkan limbah organik sebagai media pakan.
Ke depan, Rutan Kelas I Tangerang berkomitmen untuk mengembangkan program budidaya maggot ini secara bertahap hingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini diharapkan menjadi salah satu model pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran, kreativitas, serta keberlanjutan, sejalan dengan 15 Program Aksi Kemenimipas.
Penulis: Marhamah
Sumber: Bid. Humas Rumah Tahanan Negara Rutan Kelas I Tangerang
































