DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Pemerintah Daerah / Sorotan

Minggu, 3 Agustus 2025 - 11:30 WIB

Banjir Kian Parah, Warga Binong Permai Desak Pemkab Tangerang Bertindak

Mediakompasnews.com – Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dinilai kurang tanggap terhadap persoalan banjir yang terus berulang di Perumahan Binong Permai. Pada Minggu (3/8/2025), hujan selama satu setengah jam saja menyebabkan genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Seorang warga Blok I, yang enggan disebutkan namanya, meluapkan kekesalannya. “Pemerintah jangan cuma omong kosong. Mau tenggelamkan Binong Permai?” katanya dengan nada geram.

Bambang, warga RT 004/RW 014, mengungkapkan bahwa banjir kini lebih parah dibanding sebelumnya. “Di Gang Kudus 2 yang dulu tidak kebanjiran, sekarang air sudah masuk sampai ke dalam rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Komplotan Ganjal ATM Ditangkap di Tangerang, Simak Pesan Kapolres

Senada dengan itu, Linda, warga RW 013, juga mengeluhkan semakin meluasnya genangan. “Baru hujan sebentar saja sudah parah. Saya minta tolong ke Bupati, Wakil Bupati, dinas terkait, dan anggota DPRD agar benar-benar menangani masalah banjir di sini,” katanya.

Ia juga menyoroti peran pengembang yang dinilai abai terhadap pembangunan fasilitas penampungan air. “Jangan hanya bangun perumahan, tapi juga pikirkan dampak lingkungannya,” imbuhnya.

Ketua RT 003/RW 014, Yanto, menyebut genangan air di sejumlah rumah sudah mencapai 50–80 cm. “Warga yang rumahnya tidak ditinggikan paling terdampak,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Tegal Menjalin Kemitraan Dengan Influencer Tegal Melalui Silaturahmi dan Buka Bersama

Warga menduga banjir diperparah oleh pembangunan klaster-klaster baru, termasuk proyek milik Lippo Group di wilayah Curug Wetan. Proyek-proyek tersebut dinilai mengabaikan analisis dampak lingkungan (Amdal) serta pengaturan ketinggian banjir (peil banjir).

“Kami sudah capek. Sampai kapan harus begini terus? Apakah tidak ada solusi konkret untuk banjir di Binong Permai?” ujar Yanto, mewakili keresahan warganya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah Effendi, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya terus berupaya mengatasi persoalan banjir, terutama yang bersumber dari Kali Sabi.

“Kami berterima kasih atas laporan warga. Permasalahan di Kali Sabi memang menjadi kewenangan Dirjen SDA Kementerian PUPR,” jelasnya.

Baca Juga :  Luar Biasa Menager PTPN V PKS Sei Rokan Andri Mendapat Kan Penghargaan Dari Bupati Rohul H,Sukiman

Iwan menambahkan, sumbatan Kali Sabi berada di wilayah Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, sehingga diperlukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Kota Tangerang. Sebagai langkah konkret, Pemkab Tangerang merencanakan pembangunan kolam retensi atau tandon pada 2026 untuk mengurangi durasi genangan.

“Kami berkomitmen mencari solusi terbaik demi kenyamanan dan keselamatan warga,” pungkasnya.

Kini, warga Perumahan Binong Permai hanya bisa berharap pemerintah segera mewujudkan janji penanganan banjir, bukan sekadar wacana.

Penulis: Red/KJK DPP
Sumber: Warga Binong Blok I

Share :

Baca Juga

Sorotan

Penyerobotan Tanah Diduga Oleh Sunardi Kepala Korwil Bhina Marga Provinsi Jawa Timur

Berita Utama

Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Rumah Sehat di Kabupaten Jayapura

Berita Utama

H-3 Jelang Pemilu 2024 Rasyid Nahdliyin, Aktivis Pemerhati Kebijakan Hmbau Agar Kondusif dan Tetap Damai

Berita Utama

Damar Art Sebuah Cahaya Kecil Yang Nyinari Tradisi dan Budaya Banyuwangi Serta Nusantara

Batu Bara

Jalan Nuju Kelurahan Bagan Arya Sangat Miris Berlubang dan Becek Serta Licin

Berita Utama

HUT PIPAS Ke-21, PIPAS Cabang Lapas Pasir Pangarayan Gelar Bakti Sosial Kepada Purna Pegawai

Berita Utama

Terlibat Kasus Narkotika, Dua Pria Disikat Polisi Di Tambusai Utara Dengan BB 14 Butir Ekstasi Dan Seunit Mobil Fortuner

Berita Utama

Tidak Berpedoman, Pengangkatan Perangkat Desa Kab.Sumenep Tidak Ikuti Aturan Mendagri