DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / BELITUNG

Senin, 21 Agustus 2023 - 15:02 WIB

Penyaluran LPG 3 KG ke Desa Dinilai Kurang Tepat

Mediakompasnews.Com – Kab. Belitung –
Pemerhati Gas LPG Provinsi Bangka Belitung (Babel) Harpan menilai pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama (Ahok) untuk menyalurkan Gas LPG 3 KG ke Desa dirasa kurang tepat.
Senin (21/8/2023)

“Kalau langsung ke Pemerintah Desa (Pemdes) dan tidak melalui BUMDes saya rasa agak sulit untuk eksekusi,” katanya kepada awak media pada Kamis malam (17/8/).

Sebab menurutnya, Pemerintah Desa untuk membelanjakan anggarannya baik bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) harus sesuai dengan APBDes.

Baca Juga :  Sambut Hari Juang TNI AD, Kodim 0414/Belitung Gelar Bhakti Sosial Donor Darah

“Kalau sifatnya bisnis harus melalui BUMDes. Kalau langsung ke Pemdes saya rasa agak sulit. Mungkin pak Ahok merasa geram karena masyarakat sulit mendapatkan LPG 3 KG hingga menyampaikan untuk distribusi langsung ke Desa,” katanya.

Lantas jika hal itu dalam bentuk uji coba paling tidak, tidak menyalahi tata kelola yang sudah ada nyaitu dari Pertamina kemudian ke agen terakhir ke pangkallan.

Baca Juga :  Personel Kodim 0414/Belitung terima Sosialisasi penyuluhan Operasi Gaktip Yustisi Tahun 2023

“Jadi distribusi terakhir LPG 3KG di pangkallan tidak boleh di toko,” sebutnya.

Oleh sebab itu dirinya, berharap Pertama dapat meningkatkan pengawasan LP 3 KG di lapangan. Apa lagi dari keterangan pak Ahok ditemukan adanya LPG 3 KG yang di jual dengan harga Rp 40.000 ribu.

Ia menambahkan, belum lagi soal disparitas harga dari subsidi dengan industri sehingga banyak orang beralih menggunakan LPG Subsidi. Untuk itu saya kira pengawasan dari Pertama perlu ditingkatkan

Baca Juga :  Lanud H. AS Hanandjoeddin Gelar Simulasi PHH Triwulan II Tahun 2023

“Disparitas harga yang begitu tinggi antara harga LPG PSO dan non PSO menyebabkan pembelian LPG non PSO terutama yang 12 KG berimigrasi ke LPG PSO atau LPG 3 KG,”pungkasnya. (Andri S)

Share :

Baca Juga

BELITUNG

Bentuk Keakraban, Babinsa Komsos Koramil 414-04/Membalong Bersama Warga Binaannya

BELITUNG

Ridwan Djamaluddin Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sahabatnya Ke Bambang Patijaya

BELITUNG

Selain Melarang Masuk dan Mengambil Foto, Pelaksana Pembangunan Gedung Pelayanan dan Pelindungan Sosial Ini Sebut Nama Bupati

BELITUNG

PT Angkasa Pura II Cabang Bandara HAS Hanandjoeddin, Apresiasi Bea Cukai Tanjungpandan Musnahkan Minol Ilegal

BELITUNG

Sekda MZ Hendra Caya Resmi Buka Diklat Paskibraka Kabupaten Belitung Tahun 2023

BELITUNG

117 WBP Lapas Tanjungpandan Terima Remisi HUT RI Ke- 78, 1 Orang Langsung Bebas

BELITUNG

Sambut Tahun Baru 2023 KBO Babel dan PJS Kota Pangkalpinang Salurkan Sedekah Beras

BELITUNG

Perjalanan Panjang Minol Tak “Bertuan” Akhirnya Dimusnahkan Bea Cukai Tanjungpandan