DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Yogyakarta

Sabtu, 22 Juli 2023 - 03:53 WIB

Forum Bela Budaya Adat dan Tradisi Nusantara Gelar Aksi Protes Terkait Perkawinan Hewan Memakai Adat Tradisi Budaya Indonesia

Mediakompasnews.Com- YOGYAKARTA – Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya telah viral diberbagai media sosial (Medsos) yang penuh kontroversi adanya pernikahan Anjing dengan memakai adat tradisi budaya Indonesia.

Hal tersebut membuat geram para pemerhati budaya dan ini merupakan sebuah keprihatinan atas terjadinya perkawinan hewan (anjing) yang diselenggarakan dengan memakai adat tradisi budaya Indonesia, khususnya Jawa dan menggunakan gagrak (gaya) Yogyakarta.

Sehingga Forum Bela Budaya Adat dan Tradisi Nusantara (FBBATN) membuat kesepakatan untuk melakukan tindakan aksi protes didepan Gedung DPRD DIY.Jum’at (21/7/2023)

Baca Juga :  Danrem 072/Pamungkas Terima Audiensi Dari BKKBN DIY

Menurut Ketua umum (Ketum) FBBATN Ki Gde Mahesa kejadian tersebut merupakan pelecehan,penghinaan terhadap adat istiadat budaya yang padat penuh filosofi kehidupan bagi manusia.

“Sehingga FBBATN membuat Somasi,Petisi serta langkah hukum atas kejadian tersebut. Serta melakukan
Aksi Moral Berbudaya yang diisi orasi budaya, musik,puisi serta memberikan petisi kepada DPRD Provinsi DIY,”ujarnya.

Baca Juga :  Kejaksaan Tinggi DIY Gelar Upacara Puncak Hari Bhakti Adyaksa ke- 63 

Mahesa menjelaskan bahwa Aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian pembelaan tradisi budaya,Selain itu, walaupun pelaku telah minta maaf maka kami tetap akan melanjutkan ke jalur hukum agar ditindak lanjuti.

“Dari kejadian tersebut maka kami menyatakan 5 Tuntutan Pernyataan sikap.Pertama mengecam keras kejadian perkawinan anjing yang merupakan tindakan pelecehan, penghinaan dan penistaan terhadap adat tradisi budaya Jawa.
Kedua mendesak kepolisian agar menindak pelaku dan penyebar konten perkawinan anjing,event organizer sebagai pelaksana.
Ketiga meminta pada semua pihak yang menyebarkan agar segera mentakedown tayangan terkait.
Keempat Pecat Staff khusus presiden karena tidak berbudaya.
Kelima membuat Ruwatan Sengkala sebagai bentuk permintaan maaf,” tegasnya

Baca Juga :  Lestarikan Olahraga Tradisional, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Lomba Jemparingan

Dalam aksi tersebut panitia inti melakukan audiensi dengan Komisi 5 DPRD DIY,sementara dihalaman acara aksi terus berlangsung dengan tertib. (Reno)

Share :

Baca Juga

Yogyakarta

Kejaksaan Tinggi DIY Gelar Upacara Puncak Hari Bhakti Adyaksa ke- 63 

Yogyakarta

Gelar Forum Group Diskusi, Aliansi Buruh Jogja Deklarasi Dukungan kepada Anies Presiden 2024

Yogyakarta

Meriahkan HUT Bhayangkara ke-77 Polda DIY Gelar Olahraga Bersama TNI, POLRI dan Masyarakat

Yogyakarta

Produsen Minyak Atsiri UKM Syafaluna Kobosungu Dlingo Bantul Mendapat Kunjungan dari UTP Malaysia dan UII Yogyakarta

Yogyakarta

Talk Show Cegah Stunting di Puskesmas 2 Umbulharjo Sebagai Updet Ilmu Bagi Lintas Sektor

Yogyakarta

Kasrem 072/PMK Hadiri Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara Ke-77

Yogyakarta

Satpol PP DIY Tutup Tempat Kos Eksklusif di Condongcatur Karena Tidak Kantongi Ijin Gubernur

Yogyakarta

Sekilas Tentang Yoserizal Anggota DPRD DIY Partai Gerindra Maju Kembali Dapil Bantul Timur