DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Sumatra Barat

Rabu, 3 Mei 2023 - 14:47 WIB

Polda Sumatera Barat Amankan 147 Ton Pupuk Yang Diduga Palsu di Pasaman Barat

Mediakompasnews.Com – SUMBAR – Ditreskrimsus Polisi Daerah (Polda) Sumatera Barat mengamankan 147 ton atau 2.933 karung pupuk jenis NPK Daun Mutiara dan TSP 36 yang diduga palsu tidak sesuai dengan label kadar yang seharusnya di UD Tani Unggul Simpang Tiga Kec. Luhak Nan Duo Kab. Pasaman Barat, Selasa(2/5-2023)

“Kita mengamankan pupuk itu di dua titik gudang dengan menyita dan membuat garis polisi atau police line pupuk tersebut,” ujar Kasubdit Indagsi Reskrimsus Polda Sumbar Kompol Harianto di Simpang Empat.

Baca Juga :  Kabupaten Pasaman Saat Ini Kekurangan Tenaga Dokter Untuk Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Dikatakannya, pupuk yang diamankan itu tidak sesuai dengan kadar atau label yang tertera di karung. Seharusnya kandungan natrium 15 persen, pospat 15 persen dan kalium 15 persen ternyata sesuai hasil pemeriksaan dari Balai Riset dan Standardisasi kandungannya tidak sampai satu persen. Sehingga diduga pupuk tersebut palsu, katanya.

“Hal itu tentu sangat merugikan petani di Sumatera Barat khususnya di Pasaman Barat,” tambahnya.

Harianto merinci dari 147 ton atau 2.933 karung pupuk itu untuk pupuk jenis NPK Mutiara sebanyak 2.187 karung atau 109 ton dan TSP 36 sebanyak 746 karung atau 37 ton.

Baca Juga :  Bagai Trik Sulap Rp 3,4M Pengadaan Meobelair Dispendikbud Madina, KPK Diminta Periksa

“Dari hasil penyidikan sumber pupuk itu dari pulau Jawa seperti dari Bandung, Cipatat dan Gresik. Pemilik menjual pupuk NPK Daun Mutiara ke masyarakat Rp 110 ribu per karung dan pupuk TSP 35 seharga Rp125 per karung,” sebutnya.

“Pihaknya belum ada menetapkan tersangka dalam perkara itu dan pemilik toko itu akan diperiksa lebih jauh termasuk berapa lama dia melakukan aktifitas menjual pupuk tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pasaman Dalam Sejarah, Kini Dipimpin Bupati H. Benny Utama serta Rakyatnya Aman, Damai dan Sejahtra

Harianto mengimbau kepada masyarakat, khsusnya petani agar hati-hati dalam membeli pupuk. Jangan melihat harga murahnya saja tetapi lihat kualitas pupuknya sehingga tidak merugikan petani.

“Kalau ada indikasi ditemukannya pupuk yang tidak sesuai label atau kadarnya segera laporkan ke pihak berwajib. Kita juga akan memantau peredaran pupuk di kabupaten atau kota lainnya,” tegasnya.

Penyitaan dan pengamanan pupuk itu juga didampingi Satreskrim Polres Pasaman Barat dan disaksikan oleh kepala jorong dan warga setempat.

Penulis : Eddi Gultom

Share :

Baca Juga

Sumatra Barat

Pasaman Dalam Sejarah, Kini Dipimpin Bupati H. Benny Utama serta Rakyatnya Aman, Damai dan Sejahtra

Sumatra Barat

Dilantiknya Pengurus PMI Kec. Duo Koto, Wabup Pasaman Sabar AS: ini Momentum Strategis Bagi Gerakkan Kemanusiaan

Berita Utama

Kecamatan Dua Koto,Pasaman Akan Memiliki Lapangan Sepak Bola Yang Permanen. Namun Ironisnya Pihak Pemborong Tidak Ada Memasang Plank Proyek

Sumatra Barat

Ratusan SK PPPK Diserahkan Bupati Pasaman H. Benny Utama SH., MM

Sumatra Barat

Diduga Ada Permainan di Tingkat Distributor, Polda Sumbar Diminta Investigasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Berita Utama

Pemerintah Jangan Menunggu Orang Untuk Mundur, Apakah Ada Main Mata Antara Warga Dan Petugas Bansos…?

Sumatra Barat

Jajaran Polsek Panti, Polres Pasaman Sambangi Warga Kurang Mampu Berikan Bantuan Sembako

Batu Bara

Satuan Reskrim Polres Batu bara adakan curhat jumat sama Masyarakat