DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Pemerintah Daerah

Sabtu, 10 Desember 2022 - 06:27 WIB

Oknum Satpam Food Court Pasifik Batam Arogan Aniaya Pengunjung, APH Tindak Tegas

Mediakompasnews.com- – Riau, Batam, – Kuasa Hukum Noverius Gulo, Filemon Halawa menyayangkan pemukulan yang dialami kliennya yang diduga dilakukan Satpam bernama Foanoita Harefa, di pusat perbelanjaan.

“Kami sangat menyayangkan dugaan penganiayaan itu. Negara ini adalah negara hukum, tidak bisa main hakim sendiri meskipun itu terjadi miskomunikasi,” kata Leo Halawa kepada awak media, Jumat, 09/12/2022, malam.

Menurut Leo, apa yang dilakukan oleh oknum Satpam tersebut bisa menimbulkan dampak bagi pariwisata Batam. Dimana Batam selama ini adalah menjadi salah satu daerah tujuan wisata.

“Kalau begini seakan memberikan dampak cap negatif bagi Batam. Orang luar akan takut ke Batam jika begini harus main hakim sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ikatan Arema Kupang NTT, Maknai Natal dalam Kebersamaan

Atas dugaan penganiayaan itu, Noverius Gulo didampingi kuasa hukumnya Leo dan Repiton Manao resmi membuat laporan kepolisian di Polsek Batu Ampar. Dengan laporan Polisi Nomor : LP/B/202/XII/SPKT/Polsek Batu Ampar/Polresta Barelang/Polda Kepulauan Riau, tertanggal 9 Desember 2022.

“Kami percaya polisi profesional menangani permasalahan ini. Dan kami ingin Pelaku Harus Ditangkap. Tidak ada hukum rimba di negara hukum saat ini,” timpal Repiton Manao.

Ditambahkan Repiton Manao, dampak penganiayaan terhadap kliennya mengalami cidera di bagian tubuh. Selain itu, kliennya juga terhalang melakukan aktivitas hingga saat ini.

“Tadi habis membuat LP di kantor polisi Jumat sore, tiba-tiba klien kami pusing dan mual-mual. Klien kami sakit di bagian kuping dan bagian dada. Ini sedang diinfus di rumah sakit Harapan Bunda Batam. Mohon doa agar klien kami sehat,” kata Manao.

Baca Juga :  Jelang Konser Amal, ASMEN dan Trikarya, Gelar Press conference

Menurut informasi yang dihimpun, Noverius Gulo pada Kamis (8/12/2022) sekira pukul 22.00 WIB datang ke Pasifik Food Court bersama teman. Mereka menikmati nuansa malam di sana sambil mencicipi minuman dan hidangan hingga Jumat (9/12/2022) sekira pukul 01.15 WIB.

Tiba-tiba, di meja Noverius Gulo terjatuh gelas dan pecah. Kemudian, Satpam bernama Foanoita Harefa datang menghampiri meja Noverius Gulo.

“Bukan nanya baik-baik, malah oknum Satpam itu tiba-tiba memukuli Noverius. Makanya kaget orang di sana,” ujar seorang saksi.

Baca Juga :  Bupati Indramayu Secara Simbolis Menyerahkan KTP-EL

Kini perkara telah dilaporkan. Leo Halawa juga ketika dikonfirmasi tentang BAP kliennya belum disampaikan. “Kami fokus merawat klien kami pak. Masih di rumah sakit sekarang. Nanti kalau sudah sehat baru mungkin di-BAP. Saat ini kami fokus menanganinya di rumah sakit,” kata Leo Halawa.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih sedang berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, korbannya adalah salah satu pemilik media online adalah sebagai pimpinan Redaksi, agar APH menindak tegas untuk menindak lanjuti dari perlakuan satpam tersebut, agar tidak semena mena terhadap pengunjung yang lain. (Albs70)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Bupati Rohul Anton S.T, MM Tinjau Perbaikan Jembatan Penghubung Di Kota Lama

Pemerintah Daerah

FKKTI – ABI Bersinergi dengan Pemdes Cogreg Kecamatan Parung Kabupaten Bogor dan PAC Pospera Kecamatan Parung Menggelar Pengobatan Gratis 

Berita Utama

Festival Al-A’zhom 2025, Stand Nasi Bakar Bu Marhamah dan Tah Seftia Jadi Incaran Pengunjung

Kota Batam

Suryani Terharu, Jefridin dan Baznas Datang Membantu Ibunya Yang Sudah 7 Hari Koma

Kabupaten Bogor

Desa Sukamanah Gelar Lounching Program Samisade 

Pemerintah Daerah

Semangat Puluhan Relawan, Bersama Babinkamtibmas dan Babinsa Guwosari,Bersihkan Rumpun Bambu di Sungai Bedog

Pemerintah Daerah

Kemeriahan Karnaval SCTV Puncak Hari Jadi Indramayu ke-495

Pemerintah Daerah

Kepala Desa Aeng Merah Diduga Lalai Dalam Melaksanakan Tugasnya