LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama

Minggu, 27 November 2022 - 13:41 WIB

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Biologi UIN Banten Adakan PKM Pelatihan PGPR dari Akar Bambu di Desa Curuggoong

Mediakompasnews.ComSerang – UIN Sultan Maulana Hadanuddin (SMH) Banten Program Studi (Prodi) Biologi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu Plant Growth  Promoting Bacteria (PGPR) di Desa Curug Goong Kecamatan Padarincang, Minggu (27/11/2022).

Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Turut hadir dalam acara ini Wadek II Fakultas Sains Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M, Bapak Riski Andrian Jasmi, M.Sc Kaprodi Biologi, Ibu Anis Uswatun Khasanah Sekjur Biologi, Ibu Ismi Farah Syarifah M.Sc, Ibu Roza Ruspita M.Sc, Ibu Ade Irmadiki Agipa M.si, Mahasiswa Biologi, serta masyarakat Curug Goong.

Kegiatan PKM ini mengusung tema “PGPR Alternatif Biofertilizer Tanaman Padi Menuju Desa Curuggoong Mandiri” dengan memberikan presentasi dan sosialiasi pembuatan PGPR sebagai pengganti pupuk kimia. Karena warga di desa Curuggoong sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian petani, sebagai profesi utama.

Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat yaitu Secara teori, ilmu yang telah dimiliki oleh Dosen dan mahasiswa di bangku perguruan tinggi berusaha diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu masyarakat dalam memberdayakan potensi yang mereka miliki demi kemajuan di bidang perekonomian di pedesaan.

Pada kesempatan ini Dosen Fakultas Sains UIN SMH Banten Ibu Anis Uswatun Khasanah, M.Sc menyampaikan sosialisasi Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) menjadi salah satu alternatif pupuk kimia/pestisida.

Jelas Ibu Anis secara garis besar, PGPR berfungsi sebagai biofertilizer, biostimulan, dan bioprotector. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan PGPR di Desa Curuggoong memang tidak bisa langsung menyelesaikan semua masalah yang dihadapi petani, seperti hama keong, tikus, wereng, harga pupuk yang naik, sering langka.

“Harapannya, program ini menjadi langkah awal dari langkah panjang bagi warga Curuggoong (khususnya petani) untuk dapat mandiri secara finansial dalam pengelolaan padi, dengan memanfaatkan potensi dan kemampuan warga dalam mengelola mandiri pupuk untuk tanaman padi,” ucapnya.

Baca Juga :  Ops Lilin Krakatau 2022, Kapolda Lampung Pimpin Apel Gabungan Tekab 308 Presisi Polda Lampung Dan Jajaran

Sementara itu ditempat yang sama, Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M selaku Wadek II Fsains mengatakan alhamdulilah dengan adanya PKM dari F. Sains UIN SMH Banten ini kita bisa bersilaturahmi, belajar bersama dengan Bapak/Ibu diruang ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan PKM ini mudah-mudahan kedepan adanya inovasi dan ide-ide baru untuk desa Curuggoong yang mandiri,” katanya Wadek II F. Sains.

Lanjut H. Shobri menyampaikan ini merupakan agenda pengabdian kami dari pihak perguruan tinggin UIN Banten mengabdi kepada masyarakat desa Curuggoong. Terima kasih juga kepada para dosen dan para mahasiswa yang telah membantu kegiatan PKM ini.

“Saya atas nama pimpinan di fakultas sains mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas kehadiranya dan mau berdiskusi dengan kami,” tuturnya.

Kedatangan Dosen dan mahasiswa F.Sains UIN SMH Banten disambut baik oleh masyarakat dengan kedatangan kami sehingga termotivasi untuk sama-sama belajar dan saling berbagi ilmu, terbukti dengan mereka yang aktif bertanya terkait PGPR dan turut memperhatikan dari awal sampai akhir.

Diketahui, bahwa pada tanggal 4 November 2022 telah dilakukan survey yang mendapati hasil yaitu beberapa masalah yang sering dihadapi warga sekitar, yang menjadi latar belakang dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini. Beberapa diantaranya seperti hama tanaman padi seperti keong, belalang hingga tikus, dan pada beberapa bulan terakhir terdapat kelangkaan pupuk yang dapat menghambat proses penanaman, oleh karena itu kami mengenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai alternatif pupuk alami, mudah didapat dan terjangkau untuk para petani.

Prodi Biologi UIN Banten Beri Penyuluhan Pembuatan PGPR Menuju Desa Curuggoong Mandiri

Baca Juga :  Peringatan Hari Anak Nasional 2025, DPP KJK: Saatnya Dengar dan Lindungi Suara Anak

Kabupaten Serang – UIN Sultan Maulana Hadanuddin (SMH) Banten Program Studi (Prodi) Biologi mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yaitu Plant Growth  Promoting Bacteria (PGPR) di Desa Curug Goong Kecamatan Padarincang, Minggu (27/11/2022).

Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Turut hadir dalam acara ini Wadek II Fakultas Sains Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M, Bapak Riski Andrian Jasmi, M.Sc Kaprodi Biologi, Ibu Anis Uswatun Khasanah Sekjur Biologi, Ibu Ismi Farah Syarifah M.Sc, Ibu Roza Ruspita M.Sc, Ibu Ade Irmadiki Agipa M.si, Mahasiswa Biologi, serta masyarakat Curug Goong.

Kegiatan PKM ini mengusung tema “PGPR Alternatif Biofertilizer Tanaman Padi Menuju Desa Curuggoong Mandiri” dengan memberikan presentasi dan sosialiasi pembuatan PGPR sebagai pengganti pupuk kimia. Karena warga di desa Curuggoong sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian petani, sebagai profesi utama.

Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat yaitu Secara teori, ilmu yang telah dimiliki oleh Dosen dan mahasiswa di bangku perguruan tinggi berusaha diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu masyarakat dalam memberdayakan potensi yang mereka miliki demi kemajuan di bidang perekonomian di pedesaan.

Pada kesempatan ini Dosen Fakultas Sains UIN SMH Banten Ibu Anis Uswatun Khasanah, M.Sc menyampaikan sosialisasi Plant Growth Promoting Bacteria (PGPR) menjadi salah satu alternatif pupuk kimia/pestisida.

Jelas Ibu Anis secara garis besar, PGPR berfungsi sebagai biofertilizer, biostimulan, dan bioprotector. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan PGPR di Desa Curuggoong memang tidak bisa langsung menyelesaikan semua masalah yang dihadapi petani, seperti hama keong, tikus, wereng, harga pupuk yang naik, sering langka.

“Harapannya, program ini menjadi langkah awal dari langkah panjang bagi warga Curuggoong (khususnya petani) untuk dapat mandiri secara finansial dalam pengelolaan padi, dengan memanfaatkan potensi dan kemampuan warga dalam mengelola mandiri pupuk untuk tanaman padi,” ucapnya.

Baca Juga :  Resmikan Pembukaan Perdagangan BEI, Presiden: 2023 Tahun Ujian, Tetap Waspada

Sementara itu ditempat yang sama, Bapak Dr. H. Shobri, S.Kom, M.M selaku Wadek II Fsains mengatakan alhamdulilah dengan adanya PKM dari F. Sains UIN SMH Banten ini kita bisa bersilaturahmi, belajar bersama dengan Bapak/Ibu diruang ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan PKM ini mudah-mudahan kedepan adanya inovasi dan ide-ide baru untuk desa Curuggoong yang mandiri,” katanya Wadek II F. Sains.

Lanjut H. Shobri menyampaikan ini merupakan agenda pengabdian kami dari pihak perguruan tinggin UIN Banten mengabdi kepada masyarakat desa Curuggoong. Terima kasih juga kepada para dosen dan para mahasiswa yang telah membantu kegiatan PKM ini.

“Saya atas nama pimpinan di fakultas sains mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas kehadiranya dan mau berdiskusi dengan kami,” tuturnya.

Kedatangan Dosen dan mahasiswa F.Sains UIN SMH Banten disambut baik oleh masyarakat dengan kedatangan kami sehingga termotivasi untuk sama-sama belajar dan saling berbagi ilmu, terbukti dengan mereka yang aktif bertanya terkait PGPR dan turut memperhatikan dari awal sampai akhir.

Diketahui, bahwa pada tanggal 4 November 2022 telah dilakukan survey yang mendapati hasil yaitu beberapa masalah yang sering dihadapi warga sekitar, yang menjadi latar belakang dari penyelenggaraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini. Beberapa diantaranya seperti hama tanaman padi seperti keong, belalang hingga tikus, dan pada beberapa bulan terakhir terdapat kelangkaan pupuk yang dapat menghambat proses penanaman, oleh karena itu kami mengenalkan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai alternatif pupuk alami, mudah didapat dan terjangkau untuk para petani.

(M.Irwansyah/Wakabiro Lebak)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Rutan Kelas I Tangerang Pindahkan 40 Warga Binaan ke Lapas Kelas I Tangerang untuk Tekan Overkapasitas

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Pagelaran Wayang Kulit ‘Wahyu Makutharama’ Sinergitas TNI-Polri

Berita Utama

Kepedulian Babinsa Koramil 0602-12/Ciomas Kepada Warga Penyandang Disabilitas

Berita Utama

Kedai kopi ki Prabu Ciparahu Hutan kota Sayana Pilihan Sekolah TK/PAUD untuk Belajar Mengenal Alam

Berita Utama

Semarak HUT RI Ke-79 Porlempika Adakan Lomba Lempar Pisau dan kapak di Hutan

Berita Utama

Presiden Jokowi Terima Delegasi Dana Moneter Internasional

Berita Utama

Presiden Jokowi Apresiasi Kecepatan Respons Basarnas di Lapangan

Berita Utama

Puan: Aturan Distribusi Pertalite Harus Jamin Subsidi BBM Tepat Sasaran