LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama

Sabtu, 26 November 2022 - 06:50 WIB

Mahasiswa UNPAM Beri Edukasi Mendaur Ulang Botol Plastik Ke Anak-Anak TK

Mediakompasnews.Com – Tangerang Selatan – Kegiatan PMKM dilakukan diwilayah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Jl. Komp. Depag Jl.Arwana Raya, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Didampingi Bu Maryam S.Ag selaku Kepala Sekolah TK Aisyiyah bustanul Athfal dan Bu Siti Hanah, S.E., M.M selaku dosen pembimbing, mahasiswa universitas pamulang melakukan pengamalan ilmu seni budaya tentang pendauran ulang botol plastik pada anak-anak TK sebagai suatu kreativitas.Sabtu (26/11/2022).

Sampah dari botol plastik bekas dijadikan karya yang menarik, Yaitu dengan menjadikannya sebagai tempat pensil.

Feronika sebagai Kordinator PMKM mengatakan “Dengan demikian, anak usia dini harus diberi pendidikan tentang bagaimana cara untuk menjadikan sampah yang tidak ternilai menjadi memiliki nilai jual. Edukasi yang dilakukan adalah dengan melakukan pembelajaran pengetahuan serta keterampilan agar menunjukkan kreativitas yang menghasilkan kerajinan.”

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Kalteng Masuk Sekolah, Edukasi Anak SD tentang Keselamatan Berlayar

Dengan memberikan edukasi daur ulang botol plastik diharapkan menjadi salah satu cara agar anak-anak generasi bangsa semakin peka untuk menjaga lingkungan dan menambah membantu anak-anak agar menjadi lebih kreatif dan Inonatif. Ucapnya di awak media.

Perlu sosialisasi sejak dini mengenai pentingnya menjaga lingkungan, selain sosialisasi pelatihan-pelatihan kerajinan mampu mengasah kemampuan anak dan juga meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas anak, sehingga akan semakin berkembang.

Baca Juga :  Kapolsek Curug Bitung hadiri penetapan DPT Pilkades Sekar Wangi  

Anak-anak memiliki wawasan dan mampu memanfaatkan bahan bekas yang ada dilingkungan sekitar menjadi barang yang bermanfaat, menjadi pribadi yang mandiri dengan mampu membuat tempat pensil sendiri serta mampu mengembangkan kreativitas yang dimiliki
Tempat pensil yang dihasilkan dari pelatihan ini masih digunakan untuk pribadi dengan bentuk hiasan yangh sederhana.

Krativitas saat ini adalah hal yang paling penting. Kreativitas sudah mulai ditanamkan sejak dini oleh beberapa orangtua kepada anaknya karena kreativitas memiliki peran penting dimasa depan.

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa hasil kegiatan yang dicapai dari program PKM edukasi pendauran ulang botol plastik ini yaitu guru guru memberikan respon positif terhadap edukasi tersebut dan anak anak juga diajarkan bagaimana pembuatan tempat pensil dari botol plastik bekas tersebut agar dapat mempraktekkan langsung dirumahnya masing masing anak anak terkihat antusias dan termotivasi mendengarkan pengarahan dan memberika respon positif terhadap pentingnya mendaur ulang botol plastik.

Baca Juga :  Kapolri Kirim Surat Lagi ke KPK, Tugaskan Brigjen Endar Priantoro Jadi Direktur Penyelidikan

Sehingga anak anak pada TK Aisyiyah bustanul athfal ini mengerti pentingnya krativitas sejak dini dengan cara mendaur ulang botol plastik bekas menjadi tempat pensil. (Red)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama IKA Jayabaya

Berita Utama

Final Volley Ball Tournament Bakauheni Cup Tim Dusun Siring Itik Lawan Tim Dusun Simpang Tiga

Berita Utama

Dpw Fkbpppn Riau Tagih Janji Kemendgri Utuk Menyelesaikan Satpol Pp Non Pns Menjadi Pns

Berita Utama

Ridwan Kamil Resmikan Situ Rawa Kalong Hasil Revitalisasi

Berita Utama

Pangdam III/Siliwangi dan Sejumlah Pejabat Kodam, Dijemput Petugas Pomdam III/Siliwangi, Ada Apa ?

Berita Utama

Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Kampanye, Kapolda Riau Irjen Iqbal Tekankan Integritas

Berita Utama

GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Jakarta With Love Gelar ‘Charity Garage Sale’ Bantu UMKM