DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Dunia / Peristiwa

Selasa, 28 Juni 2022 - 14:39 WIB

Rencana Bertemu Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin Sebagai Misi Damai Mencuri Perhatian Media Asing

Mediakompasnews.Com – Internasional – Media asing memberitakan langkah Presiden RI Joko Widodo yang mengagendakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai sebagai momentum untuk melakukan misi damai di tengah perang yang berkecamuk antara Ukraina dengan Rusia.

Pertemuan tersebut diagendakan pada Kamis, 30 /6/2022.
Menurut beberapa pengamat, agenda pertemuan yang akan berlangsung tersebut merupakan momentum yang harus digunakan Jokowi untuk berpartisipasi melakukan perdamaian global pada kesempatan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G7 di Jerman.

Reuters melaporkan, Jokowi akan mendesak Rusia dan Ukraina untuk membuka ruang dialog dalam rangka
membangun perdamaian dan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melakukan gencatan senjata sesegera mungkin.
Dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan, harus diaktifkan lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Bus ALS Dari Medan Tujuan Jakarta Hangus Terbakar di Kawasan Kab.Agam

Menurut sumber berita yang kami terima, beberapa media asing akan meliput pertemuan antara Presiden Jokowi dengan pemimpin Ukraina dan Rusia.
Di samping Reuters, juga Aljazeera, CNA, dan France24 sudah mengagendakan untuk memberitakan rencana pertemuan antara Presiden Jokowi dengan pemimpin kedua negara tersebut.

Jokowi juga mengatakan akan mendorong negara-negara G7 agar berupaya mencari solusi ke arah perdamaian di Ukraina setelah serangan Rusia beberapa waktu lalu dan menemukan segera jalan keluar dari krisis pangan dan energi global.

Baca Juga :  54 WNI Korban Penyekapan di Kamboja Berhasil Dibebaskan; Terimakasih Pak Ganjar

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Jokowi ingin berkontribusi di tengah masalah yang sangat rumit akibat perang Rusia dan Ukraina. Retno menyebut Jokowi sebagai pemimpin negara di Asia pertama yang melakukan kunjungan ke Rusia dan Ukraina.

“Dunia juga paham mengenai kompleksitas masalah yang ada. Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan salah satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB beberapa bulan yang lalu. Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam. Presiden Jokowi merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke kedua negara tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  Hadiri Orientasi IPPNU, Bupati Cirebon : Agar Bisa Berkiprah Di Dunia Keterbukaan Dan Global

Kunjungan Jokowi itu, kata Retno, menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Retno menekankan bahwa Indonesia selalu mendorong semangat perdamaian.

“Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah, dan terus mendorong semangat perdamaian,” pungkasnya.

(Red/Teuku Imran)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Putra dari Atih Meninggal Dunia, Dugaan Malpraktik RS Hastien

Nasional

Harlah ke-25, PKB Kabupaten Cirebon Targetkan Pileg dan Pilkada 2024 Menang

Berita Utama

Sebanyak 435 Personel Polri dan PNS Polri Polda Kalbar Ikuti Pembekalan Ketrampilan Kewirausahaan

Berita Utama

Akmil Selenggarakan Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Karyawan Pertamina Tahun 20222

Daerah

Ketua GP Ansor Kabupaten Cirebon Ajak Seluruh Komponen Masyarakat Jaga Kondusivitas

Peristiwa

Peduli Dengan Kesehatan Warga, Satgas RI-PNG Yonif 511/DY Berkolaborasi D dengan Puskesmas Melaksanakan Posyandu di Tanah Papua

Lampung Selatan

Tangisan Iqbal Balita Penderita Jantung Bocor di Palas Butuh Bantuan Uluran Tangan

Berita Dunia

KBRI Tunis dan Universitas Zaitunah Gelar Wisuda untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Kata Dubes Zuhairi Misrawi