DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 06:34 WIB

Pekan Bung Hatta 2022: Mendayung di Antara Dua Karang, Cara Bung Hatta Berpolitik di Antara Dua Blok Besar

Mediakompasnews.Com – Jakarta -Rangkaian Talk Show “Pekan Bung Hatta” merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kebudayaan Nasional Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam mengenalkan pemikiran, kisah dan sepak terjang Bung Hatta kepada masyarakat luas.

Selama sepekan, 12-16 Agustus 2022, Badan Kebudayaan Nasional Pusat PDI Perjuangan menayangkan video-video talk show membahas Bung Hatta dalam berbagai perspektif, ditayangkan di Channel Youtube BKN PDI Perjuangan setiap jam 17.00 WIB.

Pada episode pertama ini, BKN PDI Perjuangan mengangkat tema “Bedah Buku Bung Hatta: Mendayung di Antara Dua Karang” menghadirkan Halida Hatta, putri bungsu Bung Hatta dan Zulfadli, akademisi dari Universitas Andalas Padang, dipandu oleh Lisa Elfena dan juga Esti Marina.

Baca Juga :  Pengamat Politik : Khofifah Indar Parawansa Cocok Bersanding dengan Capres Nasionalis

Pembicaraan paling awal dibuka dengan tafsir dari kata mendayung di antara dua karang sebagai judul kumpulan buku Bung Hatta. Mendayung di antara dua karang lekat kaitannya dengan cara berpolitik luar negeri Bung Hatta yang bebas aktif.

“Menurut Bung Hatta, mendayung di antara dua karang adalah cara Bung Hatta untuk tidak memihak antara negara-negara Blok timur maupun Blok barat karena pada waktu itu sedang ada dua kekuatan besar di dunia ya,” papar Halida Hatta.

Dosen FISIP Universitas  Andalas Padang Zulfadli juga menambahkan bahwa ‘Mendayung di antara Dua Karang’ bisa juga merepresentasikan kehidupan Bung Hatta yang dididik dalam keluarga yang memiliki 2 sudut pandang yang bertolak belakang.

Baca Juga :  Gabungan Perguruan Silat Kecamatan Setu Bentuk IPSI

“Bung Hatta dibesarkan dengan latar belakang keluarga Ayah yang agamis dan cenderung konservatif sedangkan sang Ibu seorang pedagang yang moderat,” jelasnya.

Terkait dengan pemikiran Bung Hatta mengenai politik luar negeri yang bebas aktif, Zulfadli juga menjelaskan bahwasanya Bung Hatta memiliki konsep politik luar negeri yang sangat bagus dan masih relevan jika diterapkan dalam kondisi hingga saat ini.

“Jadi, pada saat itu ada dua kekuatan blok besar antara blok barat yang diisi oleh Amerika dan juga blok timur yang diisi oleh Uni Soviet. Di posisi itu Bung Hatta dengan tegas tidak memihak kedua belah blok, namun bisa secara tegas dan mandiri bahwa Indonesia memiliki cara tersendiri yaitu menjadi subjek bukan menjadi objek sesuai dengan tulisan Bung Hatta dalam bukunya,” urainya.

Baca Juga :  Leadership Day - SD AN-NISAA' Global Leadership school with Islamic Values

Lebih lanjut Halida Hatta juga menjelaskan sosok Bung Hatta berusaha menghadirkan peri kemanusiaan di taman Internasionalisme. Bung Hatta selalu menekankan bahwa peri kemanusiaanlah yang menjadi landasan bertindak Bung Hatta.

“Bung Hatta selalu menekankan mengenai peri kemanusiaan di segala lini kehidupan, baik untuk dalam negeri maupun luar negeri, konsep berdaulat, bersatu adil dan makmur,” pungkasnya.

(Erwin)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Rimpac 2022 Resmi Ditutup, TNI AL Sukses Laksanakan Seluruh Kegiatan Latihan

Berita Utama

Forum Wartawan Jaya Indonesia FWJI Tangerang Kota Terjun Ke Lokasi TPA Rawa Kucing Membagikan 50 Pack Masker

Berita Utama

Pemerintah Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik

Berita Utama

Harison: Tidak Ada Hukum Privatisasi Pulau di Indonesia

Berita Utama

Kenangan Terindah Peserta AKS TNI AD 2022

Berita Utama

Bapak Ir H Joko Widodo dan Kyai H Ma’ruf Amin Kompak Hadiri Resepsi 1 Abad NU dan Menyanyikan Lagu Ya Lal Wathon

Berita Utama

Lima Tahun Berturut, LHP LKPD Batu Bara Tahun 2022 Kembali Mendapat Opini WTP

Berita Utama

Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan Saat Tutup Porseni NU