LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Pemerintah Daerah

Jumat, 5 Agustus 2022 - 05:32 WIB

DKPP Kota Cilegon Memfasilitasi Menyalurkan Pupuk Bersubsidi Kepada Kelompok Tani

Mediakompasnews.Com – Cilegon – Fasilitas penyaluran Pupuk bersubsidi Tahun 2022 kota Cilegon adalah kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi untuk para petani

Adapun narasumber dan peserta untuk kegiatan ini adalah :
1. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon
2. Produsen Pupuk
3. Distributor pupuk bersubsidi.
4. Penyuluh pertanian lapangan
5. Perwakilan petani dari tiap kecamatan di Kota Cilegon.

Tingginya penggunaan pupuk terutama jenis pupuk NPK di beberapa Kecamatan, sehingga untuk menangani hal tersebut dan menjaga kebutuhan pupuk bersubsidi tercukupi, kami akan mengadakan realokasi pupuk bersubsidi di tingkat kecamatan terlebih dahulu. “Ditemui Awak Media Di Kantor DKPP Kota Cilegon Ari Sub Koordinator Sarana dan Prasarana Perlindungan Tanaman DKPP Kota Cilegon.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Gelar Sosialiasasi Layanan Kunjungan

“Selanjutnya Dengan mendata kebutuhan pupuk di tingkat petani terlebih dahulu di tiap kecamatan jika tidak memungkinkan untuk realokasi di tiap kecamatan, kami akan mengajukan realokasi tingkat kota kepada Dinas Pertanian Propinsi Banten”Kata Ari

“Dalam pertemuan tersebut, disosialisasikan Permentan no 10 tahun 2022 terkait penetapan alokasi pupuk bersubsidi karena memang ada pengurangan komoditas. Yang awalnya 70 komoditas menjadi 9 komoditas yaitu”imbuhnya

Baca Juga :  Berbagai Ormas Yogyakarta Lakukan Penggalangan Dana Untuk Korban di Cianjur

1. Tanaman Pangan : Padi, Jagung dan kedelai
2. Hortikultura : Cabai, bawang merah dan bawang putih
3. Perkebunan : Tebu rakyat, kakao dan kopi.
Dan untuk jenis pupuk yang akan disubsidi sesuai Permentan tersebut hanya Urea dan NPK.

Untuk jenis pupuk ZA, SP36 dan Organik sudah tidak termasuk kedalam program pupuk bersubsidi”Tegas Ari

Adapun penerima pupuk bersubsidi adalah Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani di aplikasi SIMLUHTAN dan yang sudah tercantum didalam aplikasi e-RDKK dengan luas lahan <2 hektar pada tiap musim tanamnya.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar Indramayu Ramaikan Jumbara PMI Tahun 2023

Untuk sementara yang hadir hanya perwakilan saja yaitu sebanyak 2 orang petani dari tiap kecamatan dikarenakan terbatasnya anggaran”ungkap Ari

Dengan harapan perwakilan petani tersebut dapat menyampaikan ke petani yang lain terkait perubahan alokasi penetapan pupuk bersubsidi yang terbaru.
Dan untuk produksi dan produktivitas tanamannya bisa meningkat serta mengurangi biaya produksi dikarenakan harga pupuk non subsidi itu lebih mahal dari harga pupuk bersubsidi “tutupnya Ari

(Heri)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Temui Presiden Jokowi, Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Tak Henti Indonesia

Berita Utama

Dari Tokyo, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bertolak Ke Seoul

Berita Utama

Kapolres Rohul Janji Akan Tindak Galian C Ilegal di Kebun Sawit

Berita Utama

LBH Bintang Sembilan Nusantara Layangkan Lapdu ke KPK soal Dugaan Penyimpangan pada Proyek Pelebaran Jalan Pakupatan Palima yang bersumber dari APBD Provinsi Banten

Berita Utama

Perkembangan Kasus Covid-19 di Tanah Air Masih Terkendali

Berita Utama

Kapolres AKBP Budi Sosialisasi Lomba Karya Jurnalistik Polda Riau, Rebut Jutaan Rupiah Plus Umroh

Berita Utama

Danrem 064/MY: Simposium di Untirta Bantu Mencerdaskan Warga Banten

Berita Utama

Bertemu Menko Polhukam, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Realisasi Pendidikan dan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Papua