LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM
DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
KETUM OPAN FWJ INDONESIA

Home / Banten / Berita Utama / Cere Mony / Kesehatan / Kota Tangerang

Kamis, 23 Maret 2023 - 07:05 WIB

Hari TBC Sedunia, RSUD Kota Tangerang Gelar FGD

Mediakompasnews.com – Kota Tangerang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Hari Tuberkulosis atau TBC 2023 di Aula RSUD, Kamis (23/03/2023).

Hari TBC kali ini mengangkat tema Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa. Dengan demikian, RSUD Kota Tangerang bertekad untuk menumpaskan angka penderita TBC, khususnya di Kota Tangerang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD Kota Tangerang dr. O.U Taty Damayanti, dr. Virginia Spesialis Paru, perwakilan dari Dinas Kesehatan, 50 orang Kader, dan 27 Pasien.

Baca Juga :  Labfor Polri Masih Terus Periksa HP dan CCTV Kasus Brigadir J Secara Scientific Crime Investigation

Direktur dr. O.U Taty Damayanti, mengatakan, FGD ini memberikan pengetahuan tentang TBC RO (Resisten Obat) dari berbagai aspek bahasan. Kegiatan ditujukan kepada pasien dan kader yang mengantar untuk menguatkan komitmen dalam menjalani pengobatan, Selasa Lalu (21/03/2023).

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, pasien memperoleh pengetahuan tentang penyakitnya, mengakrabkan hubungan pasien dengan pelaksana layanan,” ujarnya.

Menurutnya, TBC menjadi concern bagi pihaknya. Karena selain penyakit tersebut bisa menularkan, pengobatannya pun tidak mudah.

“Gampang sekali menular di lingkungan keluarga, sekolahan, tempat kerja, maupun tempat umum. Dan yang repotnya TB ini, pengobatannya tidak sebentar, minimal 6 bulan, itupun TB biasa. Sedangkan TB RO, bisa 1 sampai 2 tahun. Dan pengobatannya itu, efek sampingnya besar, sehingga banyak pasien-pasien drop out,” jelasnya.

Baca Juga :  Saat Presiden Jokowi Nikmati Kelapa Muda di Bendungan Sepaku

Maka itu, dr. O.U Taty juga meminta agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), supaya penyakit TBC dapat tereliminasi di tahun 2030.

“Semoga kita bisa mencapai menurunkan 90 persen angka kasus TBC di tahun 2030,” harapnya.

Rangkaian pada kegiatan hari ini juga melakukan 23 skrining bagi menderita kencing manis. Kemudian, tanggal 24 Maret 2023 ada edukasi untuk anak-anak yang menderita TBC.

Baca Juga :  Dipimpin AKP Fandri,Team Berhasil Temukan Dan Evakuasi Korban Tengelam Di Sungai Rokan

“Karena itu (kencing manis) hampir beresiko terhadap TBC. Jadi hari ini ada 23 skrining yang kita lakukan foto rontgen,” katanya.

“Nah itulah peran nakes untuk melakukan edukasi kepada pasien agar taat minum obat. Karena kalau TB biasa tidak minum obat, akan menjadi Resisten Obat. Bisa lebih parah lagi pengobatannya,” pungkasnya. (Marhamah/KJK)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kapolres Metro Tangerang Kota Tinjau Pengamanan Lokasi Gudang Logistik di PPK, Ini Hasilnya

Batu Bara

Maling Menggerayangi Rumah Dari Salah Satu Personil Jurnalis

Berita Utama

Ditetapkan 3 Tersangka, Polres Rohul Ungkap Peristiwa Penemuan Mayat, Korban Sempat Setubuhi Pelaku Sebelum Meninggalkan Dunia

Berita Utama

Pelda Gatot Rukminto, Benda yang ditemukan Warga Mirip dengan Granat Manggis

Berita Utama

Pemdes Pagar Agung Salurkan Bantuan Lansung Tunai Kepada Penerima

Berita Utama

Kunjungan Kerja Direktur PTPN V Jatmiko K Santosa Ke Pabrik Kelapa Sawit Sei Rokan Dan Kebun

Berita Utama

Upacara Kenaikan Pangkat Irjen Pol Drs. Rudi Pranoto

Berita Utama

Pelantikan Dewan Pengurus Cabang Se Provinsi Banten