DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Ekonomi dan Bisnis

Selasa, 29 November 2022 - 14:15 WIB

Saatnya PT Moya Hengkang dari Batam Ngurus Air Bersih Saja tidak becus. Pejabat Yang Berwenang Bukalah Mata Hatimu

mediakompasnews.com | Batam – Semakin lama semakin tidak becus PT Moya kelola air bersih di Kota Batam, terbukti masyarakat Kota Batam mengeluhkan tentang sering nya tersendat penyaluran air bersih sebagai kebutuhan pokok sehari hari masyarakat Kota Batam.

Berapa hari ini air bersih terputus disebabkan oleh pecahnya Pipa induk diseputaran Indomobil Lubuk Baja, namun penanganannya sampai memakan waktu beberapa hari.

Baca Juga :  Nelayan Bakau Keramat Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Bahan Bakar Minyak ( BBM )

Ismail Ratusimbangan Ketum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri kepada beberapa media mengatakan, “kita cukup kesal terhadap PT Moya yang tidak becus mengelola air bersih, bukan semakin baik pelayanan, semakin parah jika dibandingkan dengan PT ATB sebagai pengelola sebelumnya, mohon maaf tidak ada apa – apanya PT Moya,”

Lebih lanjut Ismail mengatakan, seharusnya Bapak Rudi,baik sebagai Wali Kota maupun sebagai Kepala BP Batam, harus mengambil sikap terhadap PT Moya, jika memang memikirkan kepentingan masyarakat, harus tegas dong ini menyangkut kebutuhan pokok sehari hari masyarakat.

Baca Juga :  Polri Percantik Bandara Soetta Lukisan Dengan Karya Para Difabel

Mobil tangki air yang sejogya membantu masyarakat disaat air bersih mati, tapi ternyata pelayanan bertele-tele, itupun air yang datang warnanya keruh dan tidak layak.

Sudah sepantasnya PT Moya Hengkang dari Batam karena tidak becus mengurus air bersih di Kota Batam.

Karena air kebutuhan pokok dan konstitusi mengatur tidak berlebihan jika tidak mampu dan tidak bertanggung jawab sama saja telah melanggar konstitusi, walikota sebagai pejabat harus patuh dengan konstitusi, air, bumi dan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara, oleh karenanya Wali Kota harus hadir perwujudan negara, bukan diam,” tutup Ismail.(NT).

Baca Juga :  Harga Gas Elpiji 3 Kilogram di Tanah Grogot Gila-gilaan, Ditingkat Penjualan Eceran Mencapai Rp50 Ribu Pertabung

Share :

Baca Juga

Banten

Polri Percantik Bandara Soetta Lukisan Dengan Karya Para Difabel

Berita Utama

Waketum Golkar Bamsoet Apresiasi Dukungan Dubes Singapura Atas Pembangunan Bintan International Circuit

Berita Utama

Memperingati Hari Ibu, Dandim 0421/LS Berikan Hadiah Rumah Baru kepada Ibu Amisah 

Ekonomi dan Bisnis

ASS Mall Berikan Warna Baru, Kota Cirebon Semakin Dilirik Investor

Ekonomi dan Bisnis

DPC PPP Lebak Gelar Dialog Aspirasi dan Bazar Sembako Murah

Ekonomi dan Bisnis

Rumah Makan Doa Ibu Serba Sepuluh Ribu, Hemat, Lezat Dan Nikmat Pas Harganya

Ekonomi dan Bisnis

Mau Berburu Kuliner Khas Palembang!!! Segera Datangi Expo Pempek di Sarinah Thamrin,Jakarta

Berita Utama

Hasil Tangkapan Jaring Nelayan Menjemur Ikan Teri